
Sisi menatap kepergian Ara dengan marah dan kebencian. "Awas aja Lo. Jika pun Arka tidak bisa gue dapatkan, maka siapa pun itu, terutama Lo. Tidak boleh bersama Arka." Batin Sisi. Dia tau Arka tidak pernah suka dengannya. Dari kelas satu SMA sampai sekarang dia terus mengejar Arka. Tapi jangan dilihat, dia malah seperti mahluk halus di depan Arka, tidak pernah dilirik sama sekali.
Minggu lalu dia tidak ke sekolah karena sakit. Dia baru tau Ara dan Arka dekat dari temannya. Awalnya dia tidak percaya, tapi setelah melihat kedekatan mereka kemarin Sisi menjadi emosi. Tadi saat akan ke kantin dia dan dua temannya melihat Ara ke toilet. Dia mengikuti Ara diam diam. Ketika melihat Arka dan yang lain sudah pergi ke kantin.
*****
"Ara, kok lama banget. Ini udah 10 menit, saat Ara dia pergi, tapi belum kembali " ujar Tia
Arka berdiri dari duduknya. "Kalian makan aja, biar gue pergi lihat dia sebentar." Balas Arka, mulai khawatir dengan Ara. Dia takut jika ada fans nya yang mencelakai Ara, karena melihat kedekatan mereka akhir akhir ini.
"Nggak usah Ar, biar gue dan Lia saja!" Menawarkan diri melihat Ara, ikut berdiri dari kursinya.
"Biar gue aja, lagian Lia lagi makan." Balas Arka, melihat Lia. Tia mengikuti pandangan Arka, melihat Lia yang sedang makan.
"Baiklah" mengalah.
"Kenapa nih" ujar seseorang di belakang Arka dan Dean. Tia, Lia dan Devan berhadapan dengan Ara hanya saja karena Tia tadi berdebat dan berbalik melihat Lia disampingnya, sedangkan Devan dan Lia sibuk menikmati makan, jadi tidak melihat kehadiran Ara.
Arka dan Dean berbalik, Tia, Lia dan Devan menoleh melihat kehadiran Ara. Arka menghapiri Ara yang masih berdiri di tempatnya.
"Kamu dari mana saja sih, lama banget!" Tanya Arka khawatir.
"Aku tadi sudah bilang mau ke WC kan." Lembut Ara.
"Tapi kenapa lama?. Apa ada yang menggangg mu."
"Ayo makan, aku sudah lapar banget" mengalihkan pembicaraan mereka. dia tidak ingin Arka tau kalau tadi, Sisi menarik rambutnya. Sebelum sampai di kantin, Ara merapikan rambut nya yang sudah di tarik oleh Sisi. Jadi tidak mungkin ada yang tau kejadian tadi, selain dia, Sisi, dan ke dua temannya.
*****
"Ar, kita balik ke rumah Papa dan Mama dulu ya?" Ujar Ara di tengah perjalanan mereka.
"Kenapa, katanya kita langsung ke apartemen kemarin"
"Kita belum pamit dengan Papa dan Mama"
"Baiklah. Kita pulang dulu."
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit. Ara dan Arka sampai di rumah kediaman keluarga Malik dan Maya.
"Assalamualaikum, Pa, Ma." Teriak Ara salam, melangkah masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam, anak-anak Mama." Balas Mama Maya. "Ara, kamu ini kebiasaan deh kalau masuk rumah teriak teriak kayak di hutan saja." Tegur Mama Maya.
Ara yang mendengar teguran Mama nya hanya cengar-cengir, mengangkat tangan, menaikkan jari telunjuk dan jari tengah nya membentuk huruf V "vishhh,, Mah. Jangan marah marah nanti cepat tua loh." Ujar Ara menggoda Mama nya.
Ara berlalu masuk ke ruang keluarga di ikuti Mama Maya, Papa Malik dan Arka di belakang.
"Pa, Ma, kami ingin bicara! "