My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 35



Ara berlalu masuk ke ruang keluarga di ikuti Mama Maya, Papa Malik dan Arka di belakang.


"Pa, Ma, kami ingin bicara! "


"Mau bicara apa?" Tanya Mama Maya


"Ma, biarkan mereka ganti baju dulu deh, kasihan mantu kita. Kayaknya dia sudah gerah dari pagi sampai sekarang belum ganti baju." Ujar Papa Malik, lalu berbalik melihat anaknya.


"Ara, sebaiknya kalian ganti baju dulu. Nanti setelah ganti baju. Kalau memang ada yang ingin di bicarakan nanti saja." Tambah Papa Malik.


Ara mengguk "oke Pa" ujar Ara, berlalu menaiki tangga, menuju kamarnya di lantai 2


*****


Ara dan Arka menuruni tangga, melangkah masuk ke ruang keluarga menghampiri Mama Maya dan Papa Malik. Saat Buku buku yang Ara anggap penting sudah di bereskan ke dalam ransel Ara yang di bawah Arka.


"Pa, Ma." Panggil Ara ke Mama Maya dan Papa Malik.


Papa Malik dan Mama Maya, yang sedang menonton TV. Beralih melihat ke arah Ara dan Arka yang sudah duduk di sofa.


"Kalian mau kemana" tanya Mama Maya , melihat tas Ara di bawah oleh Arka.


"Kami rencananya mau tinggal di Aperteman Pa, Ma." Ujar Arka, mendahului Ara yang baru membuka mulutnya, berniat menyampaikan keinginan mereka.


"Kenapa?" Tanya Papa Malik


"Apa kamu tidak betah tinggal di sini?" Tanya Mama Maya, sedih. Mendengar Putri Satu satunya dan menantu nya mau pindah.


"Bukan gitu, Mah!" Balas Arka tidak enak. Melihat raut wajah sedih Mama mertuanya.


Sebenarnya kan dia cuman ingin, menghabiskan waktu nya berdua dengan Ara, sebelum nanti Pacar Ara datang. Mengingat tentang pacar Ara membuat, Arka sedikit jengkel rasanya.


"Gini, Ma. Soalnya kalau dari Apertemen tidak terlalu jauh dibanding dari rumah, kan kalau bisa menghemat waktu, kenapa tidak?. Sekalian kita, tidak lama lagi ujian. Rencananya kita akan belajar kelompok. " Jelas Ara memberi pengertian ke Mama Maya.


"Kenapa tidak disini saja kalian kerja kelompok nya?" Tanya Mama Maya.


"Mah, udah" lirih Papa Malik, menyenggol lengan Mama Maya. Tidak enak ke Arka.


"Apa sih Pah?. Mama kan cuman bertanya dan memberi mereka saran." Kesal Mama Maya ke Papa Malik.


"Kami tinggal di apartemen hanya sampai, ujian selesai Mah. Setelah itu kami berdua akan tinggal di sini lagi." Jelas Arka lembut.


"Baiklah. Kalau itu mau kalian." Pasrah Mama Maya.


*****


"Kalian jadi kan nanti ke apartemen Arka, untuk belajar? " Tanya Ara, di tengah tengah makan nya. Mereka semua sedang berada di kantin. Mengisi perut yang sudah mulai keroncongan, setelah belajar sedari pagi tadi.


"Jadi dong" serentak Devan, Tia dan Lia. Dean hanya mengangguk mengiyakan.


Mereka kembali menikmati makanan mereka, Sampai saat seseorang datang menggebrak meja, di depan Ara.


"Braak...." Suara meja yang di gebrak dengan kuat oleh Siswi. Siswi itu Sisi yang beberapa hari lalu sempat melabrak Ara di WC.


"Apa sih, ganggu orang lagi makan aja?" Ujar Lia, kesal. Acara makan nya di ganggu.


"Ho oh." Devan membenarkan ucapan Lia. Sesama tukang makan merasa terganggu dengan ke datangan Sisi yang menggebrak meja.


"...." Sisi tidak menjawab, kesal melihat Ara tidak merespon tindakannya barusan dan lebih seperti tidak menganggap nya ada. mengambil minuman di dekat Ara dan menyiram Ara ke arah Ara.