My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 33



Terdengar pintu dibuka dengan kasar oleh seseorang. Ara tidak menoleh untuk melihat siapa yang berbuat demikian, karena itu memang sikap Ara yang sebenarnya. Dia akan bersikap masa bodoh dengan sekeliling, tapi jika dia di lingkaran keluarga maka sikap nya akan berubah seratus delapan puluh derajat.


"Kalian semua keluar dari sini" seseorang siswi yang cukup cantik, berambut panjang. Dia berpenampilan lebih mencolok dari yang lain. cara berpakaiannya saja sudah sangat mencolok yang mana baju lebih ketat, rok nya lebih pendek, dan mek up nya saja terlalu menor bagi kalangan siswi.


Mereka semua keluar dari WC setelah mendengar perkataan Siswi itu, mereka semua takut dengan siswi ini, bagaimana tidak takut. Mereka selalu di ancam akan di keluarkan dari sekolah ini, kalau tidak menuruti perkataan nya.


Orang tua siswi itu merupakan salah satu donatur tetap sekolah ini.


"Lo" menujuk Ara dengan sombong, saat tinggal dia, kedua temannya dan Ara di WC itu.


"...." Ara, yang di tunjuk, tidak menyahut. Dia belum menyadari bahwa siswi yang tadi di WC sudah keluar.


"Sombong banget Lo" mulai kesal di abaikan oleh Ara.


"Jangan sok kecantikan jadi cewek!"


"...." Ara mengelap air di muka dengan tisu yang dia bawah.


Sisi (siswi yang sok berkuasa, yang mengajak Ara bicara dari tadi) menarik rambut Ara cukup kuat, membuat Ara menatap ke atas.


"Apa sih" mencengkeram tangan Sisi yang menarik rambut nya dengan kuat. Membuat tangan Sisi lepas dari rambutnya. Berbalik melihat wajah sisi yang kesakitan akibat cengkraman tangannya.


"Berani yah Lo!" Menatap Ara penuh dengan amarah.


"Lo" Teriak Sisi marah, baru kali ini ada yang berani dengan nya.


Ara mengusap-usap telinganya yang berdengung, karena teriakan sisi. " Gue gak budek ya, jadi gak usah teriak teriak. Bicara yang baik apa susahnya sih!" Balas Ara,


"Lo, jangan mentang-mentang Arka dekat sama Lo, jadi bertidak sesuka hati lo!. Memangnya Lo ini siapa?'' ujar Sisi angkuh


"Lo bertanya gue ini siapa!. " Ara balik bertanya "Kenalin gue Azahra Pramita, pacar Arka. Ahhh..., Bukan pacar...." Ara menggantung ucapannya.


"Bukan pacar aja, belagunya minta ampun" sinis Sisi.


"Benar gue bukan pacarnya, tapi tunangannya, tunangan yang paling di cintai nya." Sebenarnya Ara, mengatakan itu dengan setengah hati. Dia saja belum tau Arka benar mencintai dia atau sebaliknya. Biarkan saja asal dia bisa membalas ucapan Sisi.


"Tunangan?" Gumam Sisi, yang masih bisa di dengar oleh Ara.


"Iya tunangan. Kenapa mau marah atau mau suruh aku tinggalin Arka? Jangan harap. Kalau Lo, mau gue tinggalin Arka, maka suruh Arka bilang ke gue langsung. Jika Arka yang suruh gue pergi, maka hari itu juga aku akan pergi." Jelas Ara menantang Sisi. "Tapi menurut gue yah, mana mau Arka bilang gitu ke gue. Secara gue ini tunangannya, cantik, pintar serasi lah dengan Arka yang tampan dan pintar juga. Kalau dengan Lo menurut gue.." menilai penampilan Sisi dari Atas sampai ke ujung kakinya, lalu menggeleng. "tidak ada cocok cocoknya." Tambah Ara, menambah rasa marah dan benci Sisi ke Ara bertambah besar.


Ara meninggalkan Sisi dan kedua temannya di toilet.


Sisi menatap kepergian Ara dengan marah dan kebencian. "Awas aja Lo. Jika pun Arka tidak bisa gue dapatkan, maka siapa pun itu, terutama Lo. Tidak boleh bersama Arka." Batin Sisi. Dia tau Arka tidak pernah suka dengannya. Dari kelas satu SMA sampai sekarang dia terus mengejar Arka. Tapi jangan dilihat, dia malah seperti mahluk halus di depan Arka, tidak pernah dilirik sama sekali.