
"Kamu ini cerewet banget deh, nanya itu satu satu." Protes Arka mendengar, pertanyaan Ara yang tidak ada putus nya.
"Kenapa sih Ar, tinggal kamu jawab satu satu juga!" Sungut Ara. Mendengar protesan Arka, memang sih dia yang salah, tapi kalau dia tidak tanya kan sekarang juga nanti dia bisa lupa lagi.
" jangan marah marah, nanti cepat tua loh," goda Arka.
"Ahhh... Terserah kamu deh, mau bilang apa. cepat jawab!" Desak Ara.
"Ini mau aku jawab, dengar baik baik. 1. Aku tidak suka ada perempuan yang suka dengan ku, apalagi sampai ngejar nggak banget deh. Ke 2. Tidak semua laki laki sama, ini bukti nya aku, tidak sama. Dan 3. Tidak apa-apa." Jelas Arka, menjawab satu per satu pertanyaan Ara.
"Oh... Gitu. Berarti kamu juga tidak suka dengan aku"
"Kalau soal itu lain ceritanya"
"Memang kenapa, aku kan juga perempuan, sama seperti mereka."
Tidak sadar mereka telah sampai di depan kantin, menjadi pusat perhatian semua orang "ahhh.... Sudah sampai." Lanjut Ara
*****
Tia dan Dean, berbalik ke arah pintu masuk kantin. Lia dan Devan yang tadi asik makan pun ikut berbalik seperti Tia dan Dean, merasa penasaran apa yang membuat para Siswa, terutama Siswi berteriak histeris.
Sementara sang pelaku hanya berjalan santai dengan tangan masih mengegam satu sama lain sambil berbincang bincang. Tidak peduli dengan teriakan teriakan dan tatapan mata yang sedang memperhatikan mereka.
Dan di salah satu sudut Kantin terdapat, seseorang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan nyalang.
"Berani - Berani nya dia merebut Arka dari gue. gue harus memberi pelajaran pada dia, agar tidak berani mendekati Arka lagi. Arka kan cuman milik gue" gerutu nya, marah marah tidak jelas.
*****
"Kok bisa kalian jalan bareng!" Tanya Tia penasaran, mewakili ke tiga teman nya yang lain, yang sama penasaran nya dengan Tia.
"Perasaan kalian tidak pernah dekat, walau pun kita semua satu kelas nih. Kita juga baru dekat dengan mereka Minggu yang lalu deh kayak nya!" Jelas Lia
"Hooh.., sampai pegangan tangan segala." Devan membenarkan, dan Tidak sengaja melihat tangan Ara dan Arka saling bertautan.
"....." Arka menggeser duduk, Dean, sehingga Devan duduk paling ujung.
"Kenapa pakai geser geser sih De, gue kan jadi duduk di ujung, nggak leluasa untuk makan " protes Devan kesal.
"Jangan marah marah ke gue, kalau mau marah sama yang mengeser gue, jadi Loe ikut ter geser karena duduk di samping gue." Jelas Dean.
Arka tidak memperdulikan apa yang di katakan oleh Dean dan Devan, dia malah menarik tangan Ara untuk duduk di sampingnya."Pindah". Ucap Arka
Tia, Lia, Devan, Dean, dan Ara, serentak mengerutkan keningnya, heran dengan ucapan Arka, Siapa yang pindah atau Arka menyuruh Meraka pindah, tapi pindah kemana. Ahhh...., Arka ini suka sekali memberikan mereka tugas tebak tebakan.
"Maksud Loe Apa sih Ar!" Tanya Devan.
"Loe" jawab Arka,tidak berbalik menatap Devan.
"Gue" menunjuk dirinya, berdiri dan pindah ke samping Lia.
"Ra kamu mau makan apa?" Tanya Arka.
"Hmm... Apa aja deh, yang penting bisa bikin kenyang."
"Oke, tunggu bentar." Berdiri, menuju ibu kantin.
Setelah Arka pergi mereka, menatap Ara dengan penasan."tanya kan saja dengan Arka" seru Ara