
"Huuuhhh.... Kalau bertanya dengan si kutub aduhh... Kita bisa membeku dulu, itu juga belum tentu dia akan jawab" keluh Devan, yang diangguki oleh Dean, Lia dan Tia yang tau sifat Arka.
"Baiklah, aku akan jawab, tapi cuman satu pertanyaan saja, kalau kalian masih mau bertanya dan penasaran, tanya kan langsung dengan Arka. Jadi kalian mau tau soal apa?.
"Huhhh... Kalian tidak asik sekali" Protes Lia ke Ara.
"Itu sudah cukup" ucap Dean
"Ada hubungan apa Lo dengan Arka?, dan kapan kalian dekat?" tanya Tia
"Hey..... Itu namanya dua pertanyaan" dengus Ara
"Heeehhh....., Tapi aku mengucapkan nya dalam satu kali bica."
"Udah tinggal jawab aja Ra" tambah Lia
"Oke, baiklah gue akan jawab" pasrah Ara
"Yang pertama kami pacaran dan yang kedua kami baru beberapa Minggu dekat, dan jadi baru Minggu yang lalu" jelas Ara, sedikit berbohong.
"Tapi ken..." Ucap Tia terpotong, dengan kedatangan Arka yang membawah nampan berisi, dua piring nasi goreng dan dua gelas es teh.
Ara berdiri dari duduknya, menjulurkan tangan akan mengambil nampan yang di bawah Arka."nggak usah duduk aja"
"Kenapa kamu yang bawah"
"Sekalian saja. kalau nunggu ibu kantin takutnya lama, karena masih mau melayani yang lain." Jelas Arka, membuat teman nya bengong mendengar ucapan arka yang panjang. Biasanya kan paling panjang 5 kata dan paling sering di cuekin atau hmmm doang, si Arka nya.
"Wahhh rekor baru nih, si kutub bicara panjang lebar." pikir Tia, Lia, Dean, dan Devan.
"Nih pesanan kamu" memberikan pesan Ara dan duduk di tempatnya, di tengah tengah Ara dan Dean.
Dean, Lia, Tia, dan Devan memperhatikan interaksi antara Ara dan Arka.
*****
"Ra, Lo jadi ikut kan!" Tia Memastikan
"Jadi, Ta...." Lirih Ara
"Ahhh.., bagus sekali, kita bisa menghabiskan waktu bersama sama, berbelanja, menonton, makan dan lainnya." Seru Lia, senang, memotong ucapan Ara
"Arka" Teriak Tia dan Lia bersamaan.
"Aduh, bisa nggak sih kalian, tidak usah teriak teriak, nanti gue bisa beduk tau, dengar teriakan kalian." Gerutu Ara.
"Kok bisa Arka, ikut." Tanya Lia, Mengabaikan gerutu an Ara.
"Ahh.... Gue baru Inget kalian kan sudah pacaran." Ujar Tia.
"....."
Arka menghampiri Ara di kursi nya, yang di ikuti Dean dan Devan di belakang nya.
Ara mendongak melihat Arka berdiri di dekat meja Lia."kita pergi sekarang."
Lia berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan ke dekat meja Tia.
"Iya" ucap Ara
"Kalian mau kemana!" Tanya Devan, penasaran.
"Ke mall" bukan Ara atau pun Arka yang menjawab, melainkan Tia. Karena melihat Ara dan Arka tidak berniat membuka suara nya sekedar memberitahu.
"Kenapa kau tidak memberi tahu kami, kau ingin pergi bersenang senang, lalu tidak mengajak kami. Kau keterlaluan teman." Drama Devan, meraju
"....."
"Kau ini laki laki atau perempuan, suka sekali berdrama, seperti perempuan, yang meraju dengan kekasih nya." Ujar Devan, menggeleng geleng, melihat kelakuan temannya yang satu itu.
Arka tidak memperdulikan perkataan Devan kepada nya, malah asik menatap wajah Ara, yang terkekeh melihat kelakuan Arka.
"Boleh kami ikut" lanjut Dean, bertanya dengan Lia dan Tia. dia sudah tau kalau bertanya dengan Ara dan Arka dia pasti di kacangin, jadi dia memilih aman dengan bertanya dengan Tia dan Lia.
Lia dan Tia yang di tanya, mencoba menahan tawa mereka dengan kelakuan Devan."Tentu saja boleh" ujar serentak Lia dan Tia, setelah tawa nya reda.
"Makin banyak orang kan makin seru, bukan begitu Lia" tambah Tia
"Tentu saja."