
•••••
Saat keluar dari kamar,min ik berpikir dan berkata pada dirinya sendiri.
"aku memang bukan lah orang yang pantas untuk dirinya.Dan mulai hari ini aku akan mencoba melupakannya,aku mempunyai yuri..walau dia akan segera mempunyai suami namun dia akan tetap menjadi cinta ku satu-satunya,walau aku telah beristri dia tetap cinta pertamaku yang tak akan pernah hilang dari diriku"batin min ik
Tak lama layla bangun dan bingung kenapa dia ada diatas ranjang nya min ik.
Tak lama layla bangun min ik masuk,dan tersenyum pada layla.Min ik berpikir cara yang ampuh untuk melupakan adalah dengan menganggap nya adalah sebuah kebahagiaan.
"pagi..bagaimana tidur mu nyenyak"tanya min ik
"iya..kau sudah sadar"tanya layla
"iya..aku sudah sehat..berkat dirimu..terima kasih"jawab min ik
"benarkah..syukurlah"ucap layla dan berlari kearah min ik dan memeluknya.
"kau tau aku sangat cemas saat menerima telpon dari yuri aku segera bergegas kemari padahal aku juga sudah lelah"ucap layla
"layla..kenapa kau memeluk ku"tanya min ik tanpa menghiraukan ucapan layla sebelumnya
"ah..maaf.. jangan GR ya"ucap layla dan melepaskan pelukannya
"iya..lagi pula aku tau kau melakukan nya karena sekarang atau tepatnya tidak lama lagi kita akan menjadi seorang keluarga.Dan lagi pula kau telah bertunangan kan"ucap min ik tersenyum agar tidak terlalu memperlihatkan kesedihannya
"iya..kau benar..ah...haha.."ucap layla melihat cicin pertunangan nya dan duduk serta tertawa diatas ranjang
"kenapa kau tertawa?"tanya min ik heran
"aku bingung saja..aku akan segera berkeluarga namun entah kenapa aku tak bahagia"ucap layla
"benarkah..kenapa??"tanya min ik
"entah lah aku hanya merasa bukan dia orang yang ku cinta"ucap layla
"kalau bukan dia lalu siapa"tanya min ik lagi
"entah lah hati ku belum jelas"ucap layla
"sudah lah aku mau bertemu dengannya aku pulang dulu ya untuk ganti baju dan bersih-bersih"ucap layla hendak keluar dari kamar min ik
"eh..layla sebelum kamu pulang makan lah nasi itu dulu adik ku mempersiapkannya untuk mu dan berpesan kau harus memakannya"ucap min ik
"oh..adik ipar yang sangat baik..baiklah akan ku makan"ucap layla dan memakan sarapan yang sebenarnya dibuat oleh min ik.
Disisi lain araya dan yuri sibuk mempersiapkan acara yang akan dilangsungkan kurang dari 2 minggu lagi.
"bagus tapi aku tidak suka dengan motifnya"ucap yuri
"baiklah..mbak ada yang lain"tanya araya
"ini kami masih banyak pilihan untuk cincin pertunangan mas bisa pilih yang mana saja,pilih saya juga boleh"ucap pelayan toko itu menggoda araya
melihat itu yuri tidak tinggal diam dia sangat marah serta cemburu karena araya digoda seperti itu.
"hey..mbak jangan keterlaluan seperti itu ya jangan godain calon tunangan saya"ucap yuri cemburu
"mbak baru juga calon belum sah kan jadi saya masih ada kesempatan kan"ucap pelayan toko itu
"apa maksud mu"ucap yuri hendak menampar pelayan toko itu
Namun dihalang oleh araya
"sayang kamu membela dia?"tanya yuri
"tidak"jawab araya
"lalu?"tanya yuri
"ini bukan cara yang tepat"jawab araya
"lalu aku harus bagaimana"tanya yuri
"tarik nafas dan hilangka rasa amarah mu,biarkan aku yang mengurus semua ini"jawab araya
Yuri mengikuti perintah araya dan mundur dan berdiri tepat dibelakang araya.
"oh...pangeran ganteng terima kasih"ucap pelayan toko itu
"maaf mbak kau adalah pelayan yang sangat tidak sopan dengan calon istri saya anak dari pasangan jung so khey dan rinjani jadi karena itu kau tau akan akibatnya"ucap araya
"kenapa karena dia orang kaya dan membuatnya tak nyaman aku harus masuk penjara"tanya pelayan itu
"bukan tapi.."belum selesai ucapan araya tiba-tiba datang seorang pria berbadan gempal berkata pada pelayan itu
"kau sudah keterlaluan berani nya menggodan calon suami bu yuri,mulai hari ini kau saya pecat"ucap pria itu,yang tak lain adalah pemilik toko perhiasan itu.
pelayan itu meminta maaf pada yuri dan memohon pada bos nya agar tidak memecatnya.
yuri pun menerima maaf nya dan menyuruh pria yang memiliki toko itu untuk memperkerjakan pelayan itu lagi
Pelayan itu berterima kasih karena walau hati yuri telah disakiti dia masih mau menerima maaf dan baik pada pelayan itu.