
Setelah araya kembali dari rumah sakit, windy langsung menghampiri araya begitu juga mama dan papanya.Araya tidak mau terlihat mencurigakan dia bersikap biasa saja seperti biasa.Araya telah bertekad dia tidak akan menyerah sebelum mengetahui semuanya dan dia akan terus bersandiwara didepan mereka semua.
"tidak papa aku baru saja menghirup udara segar dengan pergi jalan-jalan keluar maaf tidak memberi tahu kalian"ucap araya
"kau membuat semua orang khawatir"ucap windy seraya ingin menggandeng tangan araya namun araya menepisnya,dia berjalan masuk.
"aku lelah aku mau istirahat dulu ya"ucap araya
"baiklah sayang beristirahat lah kamu pasti lelah"ucap mama araya.
Araya masuk kekamar nya dan beristirahat
Dia memikirkan apa yang dikatan oleh dokter tadi.Jika memang itu sebuah kebenaran nya dia membohongi ku aku tidak akan memaafkan nya karena selain membohongi ku dia juga membohongi orang tua ku.
Keesokan paginya araya bertingkah seperti biasa agar tidak membuat mama dan papa nya heran apalagi membuat windy curiga karena takutnya windy berulah lagi.
Selama 3 hari berturut-turut aneh nya dokter itu tidak datang kerumah nya.Araya bingung bagaimana dia akan mendapatkan cairan itu kalau dokter itu saja tidak datang kerumah nya.Araya menunggu hingga keesokan harinya jika dokter itu tidak datang juga terpaksa dia yang menyuruh dokter itu untuk datang atau dia yang akan datang menghampirinya.
hari itu
"araya mama dan windy pergi dulu untuk mengecek bagaimana persiapan pernikahan mu yang akan dilaksanakan 3 hari lagi"ucap mama araya
"baiklah ma,hati-hati dijalan ya"ucap araya.
windy dan mama nya pergi sedangkan papanya sedang bekerja dikantor nya.Sekarang dia sungguh sendirian dirumah nya.
Dia pun menelpon dokter kepercayaan windy itu dan mengatakan bahwa dia akan datang kerumah sakit nya untuk kontrol karena memang hari ini araya harus mendapatkan cairan itu.
"halo..dok apakah saya bisa bertemu dengan dokter?"tanya araya setelah dokter itu mengangkat panggilan darinya
"bisa saya sedang dirumah sakit datang saja"ucap dokter itu
dan segera berangkat kerumah sakit dokter itu diperjalanan araya berpikir"aku akan mendapatkan jawabannya dan tidak akan dipermain kan lagi oleh windy seperti boneka"batin araya
saat sampai dirumah sakit araya segera menemui dokter itu dan mengeluh bahwa beberapa hari ini dia mengalami sakit kepala dan araya mau dokter itu memeriksa nya dan menyuntiknya dengan suntikan cairan yang biasa diberi pada dirinya.
Dokter itu menerima nya dan melakukan apa yang dikatakan oleh araya.Saat ingin menyuntik araya tiba-tiba saja ada suster yang masuk dan mengatakan ada pasien yang gawat darurat.
Mendengar hal itu dokter itu terpaksa meninggalkan araya.Araya menerima nya dan itu menjadi kesempatannya untuk mengambil cairan itu.
Setelah selesai araya berbaring lagi namun setelah menunggu cukup lama namun dokter itu tak kunjung datang.araya pun pergi dari rumah sakit itu dan dia memberi pesan kepada dokter itu,dia akan datang lain kali.
Saat mendapatkan cairan itu araya tidak segera kembali dia langsung segera pergi kerumah sakit yang ia datangi kemarin itu.
dia memberikan cairan itu kepada dokter itu.
"bagaimana dok?"tanya araya
"hasil pengujian itu akan keluar 3 hari mohon anda bersabar"jawab dokter itu
"namun
...
3 hari lagi saya akan menikah dengan wanita pembohong itu..bagaimana begini saja catat nomor telepon saya jika hasilnya telah keluar kirim lewat pesan saja"usul araya
"baiklah"ucap dokter itu dan mencatat nomor telepon araya.
setelah selesai dengan urusannya araya pulang dan melihat-lihat dia bahkan masuk kekamar keluarganya dan dia melihat foto keluarga dimana ada dia dan satu wanita disebelah nya.
Dia bingung melihat foto itu dan saat dia membuka laci lemari kamar orang tua nya dia melihat album foto dan tersimpan foto-fotonya saat kecil.Araya tertawa melihat foto itu dan tanpa dia sadari papa nya telah pulang dari kantor dan melihat araya yang sedang melihat album masa lalunya.papa araya senang karena mungkin itu membuat araya bisa ingat dengan masa lalunya.