
"wah..apakah ini calon menantu papa"ucap papa araya dan menghampiri windy
"halo om..aku windy pacar araya"ucap windy,windy berpura-pura untuk rendah hati
"apakah kalian tidak akan bertunangan?"tanya papa araya
"ah...masalah itu.."ucapan windy langsung dipotong oleh araya yang langsung menghampiri windy dan menggenggam tangan windy
"kami berencana bertunangan 2 hari lagi disini dan akan menikah seminggu setelah itu dikanada juga pa,ma bagaimana menurut kalian"tanya araya
"bagus mama,papa setuju"ucap mama araya
mereka tersenyum,begitu juga windy.Dia tak menyangka bahwa rencananya akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan sekarang tinggal memasuki fase selanjutnya"perusahaan"itulah yang hanya ada dipikiran windy
"pa..mulai sekarang juga papa tidak usah mengurus kantor biar aku yang mengambil alih perusahaan"ucap araya
"wah..bagus kamu dulu harus dipaksa dulu baru mau gantiin papa"ucap papa araya
"araya akan berusaha berubah demi papa"ucap araya
Ucapan itu melengkapi kebahagiaan windy sekarang perusahaan telah ditangan.Hanya tinggal satu langkah lagi"menikah"pikiran yuri sungguh licik.
"oh ya araya dimana..."ucapan mama araya terhenti saat araya mengeluh sakit di bagian kepalanya
"sayang kau tidak papa?"tanya mama araya dan membantu menopang araya kekamar nya.
Araya beristirahat dan tertidur.Mama dan windy asik dengan obrolan mereka dan papa araya menemani araya hinggah araya bangun.Keheningan dikamar araya tiba-tiba hilang saat araya bermimpi dan kebawa ke dunia nyata atau bisa dibilang araya mengigau.
**MIMPI ARAYA
araya melihat wanita yang wajah nya tidak terlaku jelas.
"araya.."ucap wanita itu
"siapa kau kenal dengan ku siapa kau"tanya araya
"kau tidak mengingat ku"tanya wanita itu
"tidak..tidak sama sekali"jawab araya
"baiklah..kalau begitu dengar aku tidak akan pernah mengganggu mu lagi aku akan pergi SELAMAT TINGGAL"ucap wanita itu
wanita itu berjalan melewati araya dan membisik kan sebuah kata-kata pada araya.
araya seketika diam dan entah kenapa saat wanita itu membisik kan namanya dan berkata dia akan pergi hati araya sungguh menjadi sakit.Araya berniat ingin menahan wanita itu dan bertanya padanya,namun semua itu terlambat wanita itu telah hilang dan tak tahu ada dimana.Araya sangat sedih dia terus memanggil nama wanita itu.
"yuri..yuri.."jerit araya..araya tidak tahu apa hubungan dia dengan wanita itu tapi mengapa saat wanita itu menghilang araya sangat lah sedih dan mengeluarkan air mata.
*KAMAR ARAYA**
"araya..bangun..bangun"ucap papa araya membangun kan araya
"ahhg...yuri jangan pergi"ucap araya dan menundukkan kepalanya dan menangis
"araya siapa yuri itu kenapa kau tidak mau dia meninggalkan mu kan kau sudah ada windy"tanya papa araya
"aku tidak tahu aku merasa aku sangat menyayangi nya,siapa dia selalu menjadi pertanyaan dikepala ku"ucap araya dan merasa sakit dikepala nya,dia melihat banyak sekali memori araya,namun masih dalam bentuk kacau.Araya merasa kepala nya makin sakit,sakin sakit nya araya pun tak sadarkan diri.
Papa araya pun segera turun dan memberi tau kepada mama dan windy.Mendengar hal itu windy segera menelpon dokter kepercayaan nya yang ada dikanada.
"halo dok..tolong datang kerumah araya merasa kepalanya semakin sakit"ucap windy
Tak lama setelah windy menelpon dokter itu,dokter itu pun datang dan segera memeriksa araya.
"bagaimana keadaan anak saya dok"tanya mama araya
"dia baik-baik saja ini biasa terjadi dia mungkin akan menngingat masa lalu nya dalam waktu dekat ini,karena mungkin ada orang spesial didalam pikiran nya"ucap dokter itu
"baguslah...terima kasih dok"ucap mama araya
"sama..sama"ucap dokter itu dan pergi keluar.Windy mengantar dokter itu keluar. Saat diluar windy mengobrol dengan dokter itu.
"dok..apa kah ada pil pembuat orang biar lupa ingatan terus"tanya windy
"ada"jawab dokter itu
"berikan pada saya"ucap windy
"itu ada di rumah sakit saya,dan lagi pula untuk apa itu"tanya dokter itu
mereka pun berbincang-bincang dan terlihat windy mengelurkan uang yang jumlah nya sangat lah besar dan dokter itu berkata.
"baiklah kamu tinggal memberikan obat pelupa 3× sehari dan aku akan memberinya suntikan seminggu sekali"ucap dokter itu
mendengar itu windy tersenyum penuh kemenangan.