My brother's my love

My brother's my love
part#10*wanita licik*



Saat pagi hari yuri bangun.Dia hanya termenung dan berjalan kearah jendela dan berkata"kapan aku bisa bersama mu"ucap yuri memandang matahari yang bersinar indah.


Disisi lain araya baru selesai makan malam masuk kekamar nya dan sebelum duduk diranjang nya dia melihat bulan dari jendela nya dan berkata"kapan aku tau semuanya dan bertemu dengan kamu"ucap araya melihat bulan nan indah pada malam itu.Kamu yang araya maksud adalah wanita dimimpi nya itu.


"aku ingin bertemu"ucap araya dan yuri namun di tempat yang berbeda namun dalam posisi yang sama.Tanpa mereka sadari mereka saling rindu satu sama lain,walau araya tak mengingat yuri,tapi didalam hatinya pasti ada yuri.


*KAMAR MIN IK*


"ahh...humm..min ik kenapa dia tidur disofa?kenapa aku tidur diranjang dikamar min ik"pikir layla dan meingat bahwa dia tertidur saat min ik sedang menyiapkan minuman untuknya


"apakah min ik yang mengangkat ku?dia sangat baik namun sayang dia pria yang dingin dan menjengkelkan kalau tidak mungkin aku akan jatuh cinta pada mu"batin layla menatap min ik.


Dia pun turun dan menyiapkan sarapan.


"pagi dek.."ucap layla


"pagi kak,kakak kenapa keluar dari kamar kak min ik...Ahhh...jangan-jangan kalian"ucap yuri namun dengan sigap layla menutup mulut yuri


"hust..jangan bicara sembarangan kakak mu sedang tidur lagi pula kami tidak melakukan apa pun jangan berpikiran kotor ya kamu"ucap layla marah


"eh..percanda kak,aku tahu kak min ik gak bakal senekat itu kak min ik tahu batasan"ucap yuri


"tu kamu tqhu"ucap layla dan mereka pergi menyiapkan sarapan pagi.


"windy kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu"ucap araya seperti marah


"maaf..aku salah,aku hanya ingin memberi obat uang diberikan oleh dokter yang memeriksa mu tadi siang"ucap windy


"bukan nya aku sudah banyak punya obat?"tanya araya bingung,kenapa banyak sekali obat yang harus dia makan.


"iya ini obat yang harus kamu makan,karena kata dokter itu obat ini bisa membantu mu dengan cepat mendapatkan memori mu lagi"ucap windy menyakin kan araya


"baiklah...namun obat ini"ucap araya menunjukkan obat yang telah diberi dokter sebelum nya


"tidak papa,tidak usah diminum"ucap windy dan membuang semua obat sebelumnya yang diberi kearaya


"dan besok dokter akan kontrol dan memberikan kamu suntikan setiap 1 minggu sekali dan obat ini kamu minum 3× sehari ya satu kapsul saja"ucap windy


"baiklah makasih sayang sudah memperhatikan aku,aku berharap cepat untuk bisa mengingat masa lalu kita,karena 1 hari lagi pertunangan kita dan tak lama lagi pernikahan kita"ucap araya


"iya semoga kau bisa cepat mengingat semuanya,sdh istirahatlah selamat malam"ucap windy dan pergi keluar dri kamar araya.Saat diluar yuri merasa sangat senang dan bahagia karena araya sangat mudah dibohongi saat dia amesia.


Windy juga menelpon dokter itu dan memberi tahu semua nya besok dia sudah bisa menyuntikkan,suntikan pelupa ingatan,jadi araya untuk selamanya tidak akan mengingat memori nya dan akan selalu bersamanya.


Windy tertawa penuh kemenangan.