
araya memang mengambil jurusan bisnis dan yuri mengambil jurusan hukum.Saat itu araya disuruh untuk memanggil pak anto di kelas hukum.
Araya pun pergi kekelas hukum dan memanggil pak anto,saat sampai dikelas hukum araya masuk dan berbicara dengan pak anto bahwa pak suryo memanggilnya.Saat itu yuri sedang sibuk dengan catatan nya sehingga tak memperdulikan apa yang ada didepannya.Dia hanya akan melihat ke depan jika dosen nya menjelaskan.Namun pada saat itu anak-anak lain berbisik-bisik.
"eh..eh lihat tu laki-laki yang barusan masuk kelas kita ganteng ya"ucap mereka membisik kan lelaki yang barusan datang.Karena penasaran aku pun melihat kedepan,namun bukan takdir ku untuk bertemu dengannya.Saat aku melihat kedepan laki-laki itu sudah hendak keluar dan aku hanya melihat tubuh bagian belakanganya.
"bukan takdir ku"gumam ku
aku pun melanjutkan pekerjaan ku yang sempat tertunda.Tak lama pak dosen berkata
"bapak akan ke kantor dulu kalian lanjut kan tugas dari bapak,bapak harap saat bapak masuk kalian sudah selesai"ucap dosen itu dan kekuar
"baik pak"ucap semua siswa
pak dosen meninggalkan kelas nya.Setelah itu para siswa bukan nya mengerjakan tugas malah asik ngobrol tentang laki-laki yang tadi masuk ke kelas kami.
"eh..dia itu ganteng banget ya aduh dari jurusan apa ya"bisik salah satu siswa
"iya ganteng banget....mungkin aja dia di kelas bisnis soalnya ku dengar kelas bisnis banyak cogan nya"ucap siswa lain
mereka asik mengobrol tentang lelaki itu sedangkan aku terus mengerjakan tugas dari pak guru.Aku sama sekali tidak tertarik dengan omongan mereka. Tak lama pak dosen masuk kekelas dan semua bergegas kembali ke tempat duduk nya.
"sudah selesai"ucap pak dosen
"belum pak"ucap semua siswa kecuali aku
"sudah pak"ucap ku
"baik yuri kamu boleh kumpulkan tugas mu dan pulang"ucap pak dosen
"baik pak"ucap yuri membawa tasnya dan mengumpulkan tugas nya dan segera pulang.
Yuri yang dulu sangat lah beda dengan yang sekarang yuri yang selalu ceria dimana pun dan kapan pun serta bagaimana pun keadaan nya sekarang hanya akan ceria didepan kakaknya dan sahabat-sahabatnya.
"adek manis kakak ayo masuk"ucap min ik
"jam pelajaran kakak sudah selesai"tanya yuri
"baguslah ayo pulang aku capek banget"ucap yuri
"ayo"ucap min ik dan melajukan mobilnya.
saat sampai di rumah min ik melihat adik nya telah tertidur lelap.
"mungkin dia sangat kecapekan"ucap min ik
"ya sudah lah"ucap min ik dan keluar dari mobil dan memanggil bi ijah.
"bi...bi ijah"jerit min ik
bi ijah keluar dari rumah
"ada apa den"tanya bi ijah
"tolong bawakan tas yuri ya"ucap min ik
"walah dalah non yuri ketiduran"ucap bi ijah
mendengar perkataan bi ijah min ik sedikit tertawa.
"iya bi dia sepertinya lelah berkuliah hari ini"ucap min ik
"kenapa gak dibangunin den"tanya bi ijah
"gak usah biar dia aku yang gendong"ucap min ik dan menggendong adiknya dari dalam mobil.
saat sedang menaiki tangga yuri sepertinya bermimpi tentang araya.Dia menyebut-nyebut nama araya.
"araya...aku kangen kamu aku mencintai mu tolong jangan pergi"ucap yuri namun masih dalam keadaan tidur.
min ik yang mendengar itu hanya tersenyum sinis.