My brother's my love

My brother's my love
part#12 tunangan



*keesokan harinya.


hari ini adalah hari pertunangan windy dan araya mereka bedua tampak tampan dan cantik dengan stelan baju yang telah mereka pilih.Setelah menunggu cukup lama tiba lah waktu untuk memasangkan cincin kepada pasangan.


"windy aku mencintai mu dan ku harap kau bisa selamanya disisi ku"ucap araya dan memasangkan cincin dijari windy.


"iya aku harap kau juga bisa menjadi untuk ku selamanya"ucap windy dan mengambil cincin dan memasangnya kejari araya.


setelah prosesi pemasangan cincin araya mengeluh sakit kepala lagi dan itu sangat parah dari sebelum nya.


"araya..apakah kau baik-baik saja?"tanya windy


"ah..kepala ku sungguh sakit"ucap araya memegang kepalanya


"kalau begitu kau istirahat lah dulu...pelayan bantu araya kekamar nya ya"ucap windy memanggil pelayan


Pelayan itu mengantar araya hingga kekamar dan memberikan araya air.


"baiklah kau boleh pergi"ucap araya menyuruh pelayan itu meninggalkannya sendiri.


Sedangkan dibelakang windy sedang menelpon dokter yang bekerja sama dengannya.


"halo dok araya merasa sakit lagi dikepalanya"ucap windy


"tenang saja,yang penting jangan lihatkan dia hal-hal atau barang-barang yang berhubungan dengan masa lalu nya.Karena itu bisa mengundang dia mengingat masa lalunya"ucap dokter itu


"baiklah dok,terima kasih saya sudahi saya masih banyak urusan"ucap windy dan mengakhiri percakapan mereka dan menyapa tamu yang telah datang.


Sedangkan diatas araya telah merasakan baikan dia selalu merasa ada memori yang berusaha menembus dinding amesia nya hingga dia bisa mengingat masa lalunya lgi.Namun dinding itu terlalu kuat hingga membuat kepalanya sakit.


Tok..tok..


suara orang yang memukul pintu kamar araya


"masuk lah"ucap araya


"sayang ini mama"ucap mama araya dan masuk menemui araya yang sedang beristirahat


"tidak bagaimana keadaan mu..?"tanya mama araya balik


"baik ma..mama kenapa gak nyambut tamu"tanya araya lagi


"memang salah jika mama mau melihat anak kesayangan mama"ucap mama araya


"enggak sih..mama..aku boleh bertanya satu hal"ucap araya


"boleh saja kamu juga sedang amesia pasti kamu mau tau tentang masa kecil mu kan"ucap mama araya


"iya ma..tolong cerita kan apakah aku punya kakak?"tanya araya


"kakak..ya kau ada namanya layla"ucap mama araya


"tunggu siapa namanya ma?"tanya araya


"layla"ucap mana araya..aku seperti ingat nama itu tapi siapa ya?"pikir araya.


dia mengingat lagi hingga mamanya keluar untuk menyambut tamu.


"siapa..layla..layla..layla"batin araya memutarkan kepalanya dan berusaha mengingat namun kenapa tak bisa,itu menjadi tanda tanya untuk nya.


tak lama windy masuk menemui araya.


"bagaimana keadaan mu"tanya windy


"bisahkah kau mengetuk pintu terlebih dahulu saat ingin masuk"ucap araya sinis


"maaf aku tidak biasa lagi pula kita juga akan menikah aku tidak perlu izin kan untuk masuk kekamar ku"ucap windy


"terserah kamu"ucap araya yang sepertinya tak senang dengan pernikahan ini


"kenapa,seperti nya kau tak senang dengan pernikahan kita?"tanya windy


"aku menikahi mu agar orang tua ku bahagia,aku tak mengenal mu aku juga tidak tahu dimasa lalu ku apakah aku mencintai mu"ucap araya membuat hati windy marah namun windy sadar memang dia menikahi araya hanya karena uang jadi tak perlu dia khawatirkan araya cinta atau tidak padanya.