
*Keesokan harinya
pagi-pagi yuri telah bangun ia memasak sarapan paginya sendiri padahal ada Mbok ijah pembantu dirumah nya bisa memasak sarapan paginya,tapi yuri tak suka ia ingin menjadi anak mandiri seperti amanat kakaknya.
Walau biasanya mama atau mbok ijah yang menyiapkan makanannya dan dia juga belum pintar memasak jadi terkadang kalau dia bosan makan telur ceplok ia akan memasak nasi goreng yang terkadang nasinya keasinan.Tapi yuri hanya menyiapkan makanannya sendiri karena ia takut jika makanan yang ia buat tidak enak orang lain yang memakannya akan merasa tidak enak juga.
Pagi itu yuri hanya memasak telur dadar dan ia hanya memmbuat susunya.Saat jinyoung turun dari kamarnya yuri langsung mengajak jinyoung untuk sarapan.
"kak jinyoung ayo sarapan"ajak yuri
"iya dek,kamu masak apa?"tanya jinyuong dan duduk dikursi makan
"tidak banyak hanya membuat telur dadar"jawab yuri
"oh ya kakak mau minum apa?"tanya yuri
"susu coklat aja deh"jawab jinyoung
"baiklah tunggu ya aku buatkan dulu"ucap yuri dan membuat susu untuk jinyoung
Mereka memang menyediakan 2 rasa susu rasa vanila dan rasa coklat karena Min ik sangat lah menyukai rasa coklat.
Saat membuat susu untuk jinyoung,yuri jadi teringat kakaknya.Biasanya ia akan membantu ibunya dan membuatkan susu untuk kakaknya.Tapi sekarang dia membuatkan susu untuk jinyoung, yuri sangat lah merindukan min ik senyuman pagi yang selalu diberikan min ik pada yuri sangat membuat yuri tidak bisa melupakannya.
"ini kakak min ik"ucap yuri dan memberi kan susunya
"apa kata mu"tanya jinyoung heran
"oh sorry aku lupa maaf maksud ku kak jinyoung"ucap yuri
"yuri kau rindu dengan kakakmu?"tanya jinyoung
"sangat kakak aku sangat merindukan dirinya senyuman nya itu membuat ku susah untuk melupakannya"jawab yuri
tiba-tiba sangat mereka asik mengobrol terdengar suara handphone yuri berbunyi.ternyata itu sebuah panggilan dari nomor kakaknya min ik,yuri sangat lah bahagia dia menerima dan berteleponan dengan kakaknya sebelum kesekolah.
"halo dek"ucap min ik
"halo kak"jawab yuri
"belum pergi kesekolah?"tanya min ik
"belum ini lagi sarapan"jawab yuri
"ini ada"jawab yuri dan memberi teleponnya ke jinyoung
"halo sobat"ucap jinyoung
"halo,bagaimana kau jaga adik ku dengan benar gak?"tanya min ik
"pastinya,adik mu telah ku anggap adik ku sendiri"jawab jinyoung
"bagus,tidak kau goda kan"tanya min ik lagi
"terkadang aku goda,,,,hahaha percanda"ucap jinyoung
"kau jangan sekali-kali menggoda adik ku ya"ucap min ik
"siap bos"jawab jinyoung
"baiklah kasih teleponnya keyuri aku sangat merindukan suara kecilnya itu"ucap min ik
"kalian kakak adik yang sangat serasi,yuri juga sangat merindukan mu"jawab jinyoung
"hahah baiklah kasih ke dia"ucap min ik dan jinyoung segera memberi teleponnya ke yuri
"kakak apakah kakak merindukan ku"tanya yuri
"pasti sayang kau itu adalah segalanya untuk kakak jika tidak ada kau dunia kakak terasa sepi"jawab min ik
"apaan sih kakak emang aku pacar kakak"ucap yuri
"kau itu lebih beharga dari seorang pacar"jawab min ik
Disaat mereka sedang asik mengobrol terdengar suara klakson motor dari luar rumah yuri.
"siapa itu?"tanya min ik yang juga terdengar
"aku tidak tahu"jawab yuri
yuri menyudahi panggilan telepon nya dengan kakaknya dan akan melanjutkan setelah pulang dan dia melihat keluar siapakah yang datang ternyata itu adalah bastian.
terima kasih telah membaca:)