
"kenapa terkejut melihat ku?..."ucap fajar sinis
"hmm bukan nya kau sudah tidak disini lagi,kenapa kau muncul tiba-tiba"ucap araya yang sangat terkejut
"aku jelasin ya..sebenarnya aku menghilang agar kalian mengira aku memang sudah menghilang selamanya,,dan aku bisa melakukan rencana yang tak kalian duga ini"jelas fajar
"kau..."ucap araya yang marah dan mengepal tangan nya.Saat ingin melawan fajar tiba-tiba handphone araya berbunyi
ternyata itu adalah panggilan dari min ik.
"halo kak..kenapa??"tanya araya
"kenapa..kenapa..kamu pergi kemana apa kamu sudah tau dimana yuri diculik"ucap min ik marah
"iya sekarang aku sedang berhadapan dengan penculiknya kakak jangan khawatir"ucap araya dan mengakhiri terlpon nya.
"eh..dimana..araya..araya.."ucap min ik dan kesal setelah tau panggilan nya telah diakhiri
"dimana araya sekarang ya.."pikir min ik
Dia pun memanggil orang kepercayaannya dan melacak keadaan araya.Setelah tau dimana araya berada dia pun segera berangkat.Min ik sengaja mengendarai mobil sendiri karena takutnya kalau memakai sopir akan lama.
"heh..kenapa tidak mau mengadu ya kucing kecil"ucap fajar membuat amarah araya meningkat
Namun araya selalu sabar mengadapi nya.Hingga yuri sadar dan berteriak setelah melihat araya dihadapannya.
"yuri..kau tenanglah aku akan pulang kerumah namun bersama mu"ucap araya
yuri hanya bergumam dia seperti memberi tahu araya untuk keluar.
"fajar lepaskan istri ku"ucap araya
"istrimu aku yang akan menjadi suami nya"ucap fajar
..fajar lepaskan yuri atau kau yang mati"ucap araya
"berjalan lah kemari jemput putri mu ini"jawab fajar
tanpa pikir panjang dengan gegabah araya berjalan dan tak menyangka bahwa ada seseorang dibalik tembok ini.
"mati kau..."ucap pria yang hendak memukuk araya,walau sakit namun dia hanya cedera ringan,dia hanya terluka dibahu nya.Dia memukul orang yang memukulnya tadi hingga tak sadarkan diri.
araya berjalan lagi menuju yuri dengan lemah karena bahu nya yang sakit.
"araya..kamu kenapa kemari ini jebakan untuk mu"pikir yuri yang hanya bisa menangis
araya berjalan hingga baru berapa langkah dari orang yang tadi dia telah mendapatkan serangawan kembali dengan orang yang berbeda.Kali ini lagi dan lagi bahunya yang menjadi sasaran hingga di terbaring lesu.
Dia diinjak-injak oleh orang itu hingga berdarah.Dari kejauhan ternyata min ik melihat perjuangan araya.Yuri yang juga melihat nya sangat sedih dan dia ingin menyuruh araya untuk pergi namun tak bisa.
araya bangkit dan memukuli orang itu hingga juga tak sadarkan diri.Dia berdiri dan berjalan lagi dengan sangatlah lemah dan tidak ada tenaga.
"hah..sudah tidak ada tenaga lagi nih..sekarang"ucap fajar dan memberi kode pada seseorang.
orang itu berlari dan menyerang bagian kepala araya hingga kepalanya berdarah.
"araya.."ucap yuri dan memberonta hingga ikatan tangan nya terlepas dia pun menghampiri araya yang duduk tak berdaya.
"sepertinya tugas ku telah selesai,,semuanya selesai kan mereka berdua"ucap fajar namun saat ingin keluar dari gudaang itu,didepan telah menunggu polisi yang hendak menangkap fajar.
Fajar berusaha kabur namun polisi itu menahan tangannya
"mau kemana kau...? kau telah melukai adik ipar ku dan menculik adik ku kau lain kali jangan berani berbuat seperti ini lagi atau jau akan mati"ucap min ik
saat polisi memegang erat tangan fajar,fajar berusaha memberonta dan terlepas dari genggaman polisi.Polisi pun dan min ik pergi mengejar fajar.