
saat tiba dikamar yuri,min ik segera membaring kan yuri dengan lembut agar dia tidak terbangun.setelah itu min ik keluar dari kamar yuri dan membiarkan yuri beristirahat.
Yuri tidur lumayan lama,dia tidur hingga waktu makan malam.
"den,non yuri tidak sebaiknya kita bangunin aja?"tanya bi ijah
"gak usah bi,nanti kalau dia sudah bangun bawakan aja makanan untuk nya"ucap min ik
"baik den"jawab bi ijah
min ik melanjutkan makan malam nya.Sedangkan yuri yng sedang tidur tiba-tiba terbangun karena mimpinya.
dia meneriaki nama araya dan dia menangis.Teriakan itu didengar oleh min ik dan bi ijah,min ik dan bi ijah segera naik kekamar yuri dan melihat yuri yang sedang duduk dan menangis.
min ik segera menghampiri adiknya dan menenangkan adiknya,min ik juga menyuruh bi ijah untuk keluar dan membiarkan dia berbicara sebentar dengan adiknya.
"yuri..kamu kenapa?"tanya min ik.Yuri memeluk kakaknya dan menjawab
"kakak aku bermimpi buruk"ucap yuri dalam pelukan kakaknya dengan tangisan
"kamu bermimpi apa?"tanya min ik dan membelai rambut yuri
"aku bermimpi araya...araya kecelakaan dan meninggalkan ku untuk selamanya...aku takut itu pertanda untuk ku...hiks..hiks"jawab yuri memeluk kakaknya dengan erat dan menangis
min ik hanya bisa menenangkan adiknya tanpa berkata sepata kata pun dan memberikan adiknya air minum agar bisa tenang.
"oke kamu makan setelah itu istirahat besok kamu harus berangkat pagi kan"ucap min ik
"iya..."ucap yuri dan memakan makan malam nya yang telah disiapkan oleh bi ijah.
*Keesokan harinya*
"pak nanang nanti tolong jemput yuri ya"ucap min ik
"baik den"ucap pak nanang
"gak usah pak yuri naik bus aja"sambung yuri
"beneran dek"tanya min ik
"iya kak yuri ingin lebih tenang dan berusaha melupakan dia"ucap yuri
min ik hanya tersenyum dan pergi berangkat mengantar yuri kekampus . Setelah itu dia pergi bertemu seseorang,Tak tahu seseorang itu siapa yang pastinya dia seorang wanita,dia memakai masker dan kacamata sehingga tak terlihat wajah nya.
"kenapa kau berpakaian seperti ini"tanya min ik
"tidak ada aku takut rencana kita terbongkar"ucap wanita itu
"sudah lah,sekarang kita ke intinya saja,aku sudah tak tega melihat adik ku,bagaimana kalau kita sudah hi rencana kita dan segera mempertemukan mereka"ucap min ik entah siapa wanita itu namun kenapa dia membicarai yuri adik min ik.
"aku yakin mereka akan bertemu,kau tenang saja"ucap wanita itu
"ya sudah namun kalau adik ku terus bermimpi adik mu dan menangis,aku akan mempertemukan mereka"jawab min ik
"ya...baiklah"ucap wanita itu
"ya sudah aku harus pulang dan bersiap untuk pergi kekantor dan pergi kekampus"ucap min ik dan meninggalkan wanita itu
"dasar cowok nyebelin,aku heran kok kamu punya adik manis yang bisa memikat adik ku dan memikat ku,aku yakin yuri adalah wanita baim dan bukan wanita yang haus dengan harta"gumam wanita itu meminum meniman yang ia pesan,dan sedikit tersenyum sinis.