My brother's my love

My brother's my love
ketenangan:)



saat masuk kekamar nya araya membaring kan dirinya dan membuka handphone nya dan menelpon yuri.


Tak lama yuri langsung mengangkat telpon dari araya.


"halo..sayang kau sedang apa"tanya araya


hiks..hiks..


hanya terdengar suara tangisan,mendengar itu araya menjadi heran dan merasa bersalah.


"sayang apa kau bertengkar dengan kakak mu?"tanya araya


"araya aku tidak sanggup lagi kakak sangat jahat aku tidak mau lagi tinggal ditempat ini"ucap yuri dengan tangisan


"kau yang sabar ya sekarang juga aku akan kerumah mu"ucap araya


"bagaimana caranya?"tanya yuri


"aku akan melewati jendela kamar ku untuk kabur"jawab araya


"tapi.."ucap yuri


"kau tunggu saja aku disana"ucap araya


"baiklah"jawab yuri dan mematikan sambungan teleponnya.


Araya segera berkemas dia membawa tas yang berisi buku kuliah nya besok dan baju ganti


dia melompat dari kamar nya kebawah,untung nya jarak nya tidak terlalu jauh.


Setelah berhasil dia langsung berlari ke rumah yuri.Araya memakai tas yang telah dipakaikan kamera untuk mengawasinya,karena tas yng ia pakai tadi basah.


setelah sampai dibelakang rumah yuri,araya segera memberi pesan pada yuri.


"yuri aku telah dibelakang rumah mu,lihat lah dijendela"ucap araya


dan dibalas oleh yuri.


"baiklah aku akan kebelang"balas yuri


dan keluar dari kamar nya dan membukakan pintu belakang rumah nya.


"araya ayo masuk...kakak sudah tidur"ucap yuri


"benarkah"ucap araya


"yah"jawab yuri


araya pun masuk kedalam rumah yuri dan masuk kekamar yuri secara diam-diam agar kakaknya tidak bangun.


saat sampai dikamar nya yuri sangat lah bahagia sekarang ada araya disamping nya.


"apakah kelihatan"tanya yuri


"ya mata mu bengkak"ucap araya


yuri hanya termenung


"apakah kakak mu tadi kasar pada mu?"tanya araya


"tidak kakak hanya menyakiti hati ku"ucap yuri


"tenang saja sekarang aku ada disini aku tidak akan pernah melakukan itu pada mu aku akan membuat mu selalu bahagia"ucap araya dan memeluk yuri.


Disisi lain karena araya memakai tas yang telah dipakaikan kamera untuk mengintai nya,orang yang selama ini melihat kegiatan araya dari layar monitor sekarang tau araya sedang bersama yuri.


"araya kau sangat lah buta terhadap cinta"ucap orang itu.


saat sedang berpelukan yuri tak sengaja melihat ke arah pipi araya yang merah seperti bekas tamparan.


"araya apakah kau ditampar oleh kakak mu?"tanya yuri panik


"iya,tenang saja ini tidak sakit"ucap araya


"tetap saja kita kompres dulu pakai air hangat,aku akan ambil air panas dan handuk dulu"ucap yuri dan pergi mengambil handuk dan air panas.


setelah itu dia mengobati araya


"auch..."ucap araya kesakitan


"apakah sakit"tanya yuri


"ini tidak sesakit saat aku harus berpisah denganmu"ucap araya


"kau mulai gombal deh"ucap yuri


"sudah..sekarang kita istirahat ya besok harus ngampus soalnya"ucap yuri


"baiklah,aku akan tidur di sofa"ucap araya


"apakah tidak papa"ucap yuri


"yah tidak papa"ucap araya


"kalau begitu ini selimut dan bantalnya"ucap yuri dan memberikan selimut dan bantal pada araya.


"selamat malam sayang"ucap araya


"malam"jawab yuri


Malam itu yuri menjadi tenang karena kehadiran araya hati nya menjadi tentram.