My brother's my love

My brother's my love
KANDAS NYA SEBUAH HARAPAN



Setelah di setujui oleh kedua pihak,pertunangan araya dan yuri akan dilaksanakan 2 minggu lagi begitu juga pemberkatan dan pestanya.


Namun berita itu belum diketahui oleh min ik dan layla.


"sayang..aku tidak menyangka sekarang kita sudah akan menikah"ucap araya yang duduk disamping yuri yang sedang menikmati pemandangan malam dari teras restoran itu.


"iya..kau tau saat kau amesia aku hampir saja berpikir kau..tidak akan menemui ku dan aku tidak akan memiliki kamu "ucap yuri membahas masalah itu


"sayang..jangan bahas itu lagi sekarang yang penting kita sudah bahagia.."jawab araya


"kamu benar lagi pula masa lalu ya masa lalu,masa sekarang lah yang harus kita jalani"ucap yuri dan tersenyum kepada dengan manis nya dihadapan araya membuat araya tak tahan melihat kemanisan yuri.Dan araya mencium bibir imut yuri dengan lembut,namun ciuman itu harus berhenti karena suara deringan handphone yuri yang berbunyi.


"siapa itu mengganggu saja"ucap araya


"tenang lah aku mengakkat nya dulu"ucap yuri


Ternyata itu teman yuri yang ingin bertanya kabar nya saja.


"halo..kenapa..?"tanya yuri


"enggak gimana kabar kamu,kapan menikah dengan araya"ucap teman yuri


itu membuat araya kesal dan mengambil handphone yuri dan berkata dengan suara yang keras.


"dia baik-baik saja jangan ganggu napa...jangan telpon lagi"ucap araya marah


yuri hanya bisa terkekeh melihat sikap araya.


setelah itu dia mematikan handphone yuri dan menaruh handphone yuri disebelah nya.


Setelah itu dia melingkari tangan nya dibahu yuri.


"sayang kamu tidak boleh seperti itu tidak sopan"ucap yuri


"biarkan habis dia ganggu saja buat kesal"ucap araya marah


"kau seperti anak kecil saja"ucap yuri


dan araya mulai ingin mencium yuri namun lagi tiba-tiba handphone araya berbunyi,araya sebenarnya mau mengabaikannya saja namun yuri menyuruh araya mengangkatnya.


dan lagi dia menggunakan suara yang keras dan mengakhiri panggilannya


"halo..siapa sih ganggu saja"ucap araya dengan suara keras


dia mengakhiri panggilannya dan memulai lagi namun belum sempat mencium yuri handphone araya berbunyi lagi.


"halo kenapa sih ganggu orang sedang ciuman saja"ucap araya lagi dengan suara keras


Dan saat araya ingin mematikan handphonenya terdengar suara amarah.


"araya..apakah kau sedang berciuman dengan yuri..araya berani nya kau,kau itu belum sah menjadi suami nya...araya...lihat saja kau"ucap min ik marah.karena


1.araya berkata dengan keras padanya


2.dia mengaku berciuman dengam yuri


min ik sangat panas dan marah kepada araya


"habis aku"ucap araya dengan suara kecil


"sudah lah kakak hanya ingin mengabari kakak akan telat pulang tapi kakak akan makan diluar saja,tadi kakak hubungi yuri namun handphone nya mati"ucap min ik


"iya kak..kalau begitu..sudah ya kak"ucap araya menutup telepon nya.


dia pun melanjutkan urusannya dengan yuri.


******


sedangkan min ik hanya tersenyum miring dan bahagia,karena adiknya akan menikah."Dasar anak sedang dimabuk asmara"ucap min ik dari dalam mobil yang ia parkir didepan sebuah restoran,saat ia ingin turun dia melihat kearah jendela besar restoran itu dan ada sebuah pasangan yang sedang dimabuk asmara juga dan dimana seorang wanita akan dilamar oleh seorang pria.Dan wanita itu adalah layla.


Min ik tak tahu apa yang salah saat melihat layla ingin dilamar oleh pacar nya,min ik merasa semua mood nya hilang dan dia merasa sakit.Namun dia bingung harus nya dia bahagia.


dan saat layla melihat kearah luar dia melihat min ik dan min ik tersenyum pada layla dan masuk kemobil nya dan mengendarai nya dengan kecepatan penuh.


"kenapa ini..kenap aku merasa sakit aku membencinya aku tak suka pada nya kenapa aku malah sepertinya menyukai nya..gak mungkin dia sudah bahagia dengan orang lain..sudah lah aku harus melupakan nya mungkin memang kemarin aku mencintainya namun sekarang aku harus belajar melupakan..namun kenapa aku bisa mencintainya"ucap min ik dalam hatinya.Dan hari itu adalah hari bersejarah karena layla berhasil membuat min ik jatuh cinta dan menangis karena cinta itu.