
Layla merawat min ik dengan penuh kasih sayang..dan saat tubuh min ik tiba-tiba menjadi sangat dingin.Layla dengan cekatan turun kebawah dan mengambil kompresan air panas.
dia mengompres kepala min ik dia menambah selimut nya agar semakin panas dan saat suhu tubuh min ik semakin normal,layla baru bisa tenang dan tanpa dia sadari dia tertidur disamping min dengan keadaan duduk dilantai dan satu tangannya berada diatas kepala min ik memegang kompresan min ik.
******
hingga saat pagi min ik bangun dari pingsan nya dan dia melihat seorang yang membuat nya sedih berada disamping nya.
"layla..kenapa dia disini.."batin min ik dan melihat tangan layla berada diatas kepala nya memegang handuk yang telah kering dan tangan yang satunya ada di atas perutnya seperti memeluk dirinya.
Disisi lain min ik senang bisa melihat layla namun mengingat kejadian semalam,Min ik segera memeriksa tangan layla dan terlihat layla memakai cincin tunangan nya.
Seketika semua cinta min ik hilang seperti sebuah debu yang berterbangan tak karuan.
"sudah lah..mungkin dia memang bukan untuk ku..aku.tidak boleh membenci nya namun aku harus mengeluarkan dia dari hatiku"batin min ik dan menaruh tangan layla dan perlahan turun dari ranjangnya.
Saat ingin keluar dari kamar nya dimelihat kebelakang dan merasa tidak tega dengan layla yang tidur dengan posisi duduk seperti itu.
Dia pun menghampiri layla dan menggendong nya dan menaruh nya dikasur nya setelah itu dia menutup tirai kamar nya agar cahaya pagi tak membangunkan nya dia menyelimuti layla dan setelah itu baru lah dia turun dan menemui adiknya.
"pagi..sayang..kau sudah rapi saja mau kemana?"tanya kakaknya
"eh..kakak sudah sadar..aku mau pergi dengan araya memilih cincin pertunangan sekaligus memilih baju untuk acara nanti"jawab yuri
"oh begitu"ucap min ik
"oh ya kak,kakak kenapa bisa pingsan di bak mandi?"tanya yuri
"kakak hanya lelah"jawab min ik mencari alasan
"oh begitu,mana kak layla?"tanya yuri
"kak,kakak tau gak semalam gak layla loh yang rawat kakak,kak layla perhatian banget dengan kakak walau dia udh bertunangan"ucap yuri
"kau tau dia sudah bertunanga"tanya min ik
"seluruh keluarga udah tau kali kak"jawab yuri
"benarkah?"tanya min ik tak percaya
"iya"jawab yuri dan tak lama araya menjemputnya.Dia pun berpamitan dengan kakaknya untuk pergi
"baiklah hati-hati dijalan ya"ucap min ik
"iya..oh ya kak jangan lupa beri sarapan untuk kak layla setelah dia bangung"ucap yuri
"baik,siap bos"jawab min ik dan memberi hormat pada adiknya.
Dan setelah adiknya pergi dia segera menghabiskan makanan nya dan mempersiapkan sarapan untuk layla dan membawanya keatas.
"dia belum bangun lebih baik ku taruh dimeja dulu saja makanannya"ucap min ik
tak lama min ik menghadap kedepan ingin keluar min ik mendengar ucapan"I LOVE YOU" dari belakang nya yang tak lain adalah layla.Dan saat dia melihat kebelakang dia melihat layla masih tidur terus saat diperhatikan dia mengatakan"i love you"lagi.
Itu lantas membuat min ik malu karena salah paham.
"aduh ku kira dia bangun dak berkata "i love you",pada ku"ucap min ik
"sudah lah aku keluar dulu"ucap min ik