My brother's my love

My brother's my love
kejujuran



"yuri kau sudah bangun"ucap min ik yang tiba"membuka pintu dan menghampiri yuri


"iya,kak apakah ini salah ku"ucap yuri dan menangis melihat kearah araya yang masih terbaring lemah


"dek ini bukan salah mu,memang araya yang sangat mencintai mu dan tak mau melihat kau terluka sedikit pun"ucap min ik


"hmmm..."yuri hanya menangis.


Tiba-tiba dokter masuk dan bertanya pada min ik dan yuri


"dimana keluarga nya kenapa mereka tidak kemari siapa tau ada keluarga nya yang memiliki golongan yang sama dengan nya?"tanya dokter tersebut


"iya kak kita bisa menghubungi keluarganya"ucap yuri


"tapi dari mana?" tanya min ik


"aku melihat dia menaruh handphone nya didalam tas"ucap yuri


"tas nya ada didalam mobil,akan kakak ambil dulu"jawab min ik dan pergi ke mobil dan mangambil tas araya.Setelah itu min ik kembali lagi kedalam dan mengecek apakah ada handphone araya.Ternyata ada dan min ik pun memeriksa handphone nya.untung nya handphone nya tidak memakai kunci.Min ik pun menelpon salah satu nomor bernama kakak cantik.


"halo kenapa ar"ucap orang itu


"halo ini bukan araya"ucap min ik


"siapa ini jangan berani melakukan apa-apa terhadap adik ku"ucap wanita itu


"hey kau jangan.."belum selesai min ik menjawab nya tiba-tiba wanita yang sepertinya adalah kakak araya mematikan panggilan itu.


Disisi lain dikantor keluarga araya.


"jenson,lacak handphone araya dimana dia?"ucap layla kepada pengawal keluarganya


"baik non"ucap jenson


"lihat saja jika ad yang berani melukai adik ku habis kalian"batin layla


Rumah sakit


"bagaimana apakah ada keluarganya"tanya dokter itu


"apakah dikeluarga kalian memiliki golongan darah AB ?" tanya dokter itu


"AB dok?"tanya yuri


"iya darah araya adalah AB"ucap dokter itu


"kalau begitu aku bersedia mendonorkan darah ku dok"ucap yuri


"baiklah waktu kita tidak banyak"ucap dokter itu dan segera membawa yuri dan mendonorkan darah yuri kepada araya.Setelah selesai yuri menemui kakaknya,kakaknya telah membawakan susu dan makanan yang ia beli di depan rumah sakit.Yuri memakan-makanan yang dibeli kakaknya.


"yuri ayo kita pulang kau harus membersihkan baju mu"ucap min ik


"tidak aku masih mau menunggu araya sadar,kakak saja pulang duluan"ucap yuri


"tapi..."


"kak pulang lah dan obati luka kakak aku harus menunggu araya sadar,walau itu sampai esok"ucap yuri dan kakak nya tersenyum dan mencium kening yuri dan meninggalkan yuri dirumah sakit.Diperjalanan min ik berpikir bahwa adiknya memang telah mencintai araya dia mulai harus mengikhlas kan yuri namun dia akan memberikan sedikit tes untuk araya tes kesetiaan dan seberapa cinta nya dia terhadap adiknya,pikir min ik.


Dirumah sakit yuri yang menunggu araya diruangan rawat hingga tertidur . Baru hitungan menit yuri terlelap dia dikejutkan dengan seseorang yang membelai rambutnya ia pun terbangun dan melihat araya yang telah sadar dan membelai rambutnya.


"kau sudah bangun...dok..dok"ucap yuri memanggil dokter untuk memeriksa araya.Setela selesai memeriksa araya dokter berkata bahwa kondisi araya sudah mulai stabil.


"araya...akhirnya kau bangun juga aku sudah sangat senang"ucap yuri


"iya..kau khawatir?"tanya araya


"pasti kau saat itu menolong ku dan mengorban kan nyawa mu hanya untuk ku,kenapa kau melakukan itu?"tanya yuri


"sudah ku bilang aku mencintai mu pada pandangan pertama"jawab araya


"soal itu...sepertinya aku juga sudah mencintai mu"jawab yuri


"maksud mu"ucap araya tak percaya


"aku mencintai mu"ucap yuri


araya tersenyum dan memeluk yuri dan berbisik pada yuri."kita jadian ya"ucap araya.dan dijawab oleh yuri"namun kakak ku..."namun langsung dipotong oleh araya"tenang saja"ucap araya dan terus memeluk yuri dan tidak mau melepaskan nya.Dan tiba-tiba kakak araya,layla sampai dirumah sakit dan menanyakan pada suster pasien yang bernama araya dirawat dimana setelah itu dia pergi menuju kamar itu dengan eksperi marah.