My brother's my love

My brother's my love
kakak yang galak



"siapa kau berani memeluk adik ku"ucap layla dengan kasar nya pada yuri dan mendorong yuri hingga yuri terjatuh.


"maaf kak aku hanya senang akhirnya araya bangun"ucap yuri


"kau pasti penyebab adik ku masuk rumah sakit jujur saja"ucap layla membuat yuri tak berkata apa-apa


"kak sudah dia telah baik menolong ku kenapa kakak malah marah-marah memang mama pernah mangajarkan kita marah-marah pada orang yang menolong kita"ucap araya


"namun dia kakak tidak terima,tetap saja dia yang membuat mu seperti ini kakak yakin"ucap layla


namun yuri hanya diam tak berkutik


"dasar wanita tidak tau diri siapa kau itu mungkin saja dari kalangan rendah"ucap layla membuat yuri tak dapat menahan air mata lagi.


"kak sudah cukup"ucap araya


"kenapa dia memang orang yang tidak tau diri"ucap layla dan melayang kan tangan nya keatas hendak menampar yuri namun tak lama datang lah min ik dan menahan tangan layla.


"jangan pernah sentuh apalagi melukai nya atau tidak kau habis"ucap min ik


"dasar cowok bajingan adikmu itu pantas mendapat pukulan ini"ucap wanita itu


"dasar kau...."ucap min ik emosi


"kak tahan ayo kita pulang"ucap yuri dan mengajak kakaknya pulang.atau rumah sakit ini akan hancur oleh nya.


"aku permisi araya dengan kakak pulang dahulu semoga kau segera sembuh ya"ucap yuri dan menarik kakaknya untuk pulang.


Disisi lain


"siapa dia itu kenapa kau berpelukan dengannya?"tanya layla


"dia hanya teman aku berterima kasih karena telah menjaga dan mendonorkan darah pada ku jadi karena aku berterima kasih"ucap araya


"bukan seorang kekasih kan"tanya layla lagi


dengan ragu dan sedikit gugup araya menjawab"bukan kok aku hanya sebatas teman kak dan aku satu bangku dengan nya"ucap araya


"bagus lah kakak tidak setuju jika kau menikahi atau pun berpacaran dengan nya"ucap layla


"pokoknya kakak tidak setuju jangan kau membetah kakak mu ini"ucap layla


Disisi lain dimobil min ik


"kenapa dia ingin menampar mu?"tanya min ik


"tidak tahu"jawab yuri


"jujur yuri"ucap min ik dan yuri tau kakaknya benar-benar marah karena tidak lagi memanggil nya dengan panggilan sayang.


"tidak ada kakak"ucap yuri


"lalu kenapa wanita itu tadi memperhatikan kalian dari luar,apa yang kalian lakukan?"tanya min ik


"tidak ada kami hanya berbicara seperti biasa"jawab yuri


"hmmm....jujur"ucap min ik


"baiklah aku jujur tapi jangan jewer aku sakit soalnya"ucap yuri


"baiklah"jawab min ik


"sebenarnya tadi aku dengan araya berpelukan sebagai rasa terima kasih dan...karena dia sangat juga lah bain pada ku"jawab yuri


"bukan karena cinta"tanya min ik


"cinta...tidak kak"jawab yuri


"bagus lah walau pun kalian saling cinta dan sayang kakak tidak akan merestui kalian"ucap min ik


"kenapa kan pasangan ku adalah masa depanku dan aku akan memilih nya sendiri"ucap yuri melawan


"tidak,tidak ada yang boleh mengganggu gugat keputusan kakak,setelah kau kuliyah kau akan kakak pantau terus kalian berdua.Kalau perlu memisah kan kalian "ucap min ik


"kakak sangat lah kejam dengan adik mu,adkk mu juga akan tetap menikah jadi jangan urus-urusan ku"ucap yuri