My brother's my love

My brother's my love
amarah sang adik,part#1



"araya apakah badan mu sudah hangat"


tanya yuri setelah araya meminum teh yang


telah dibuat oleh bi ijah.


"sudah,jangan khawatir"ucap araya


"ya sudah ganti baju mu ya"ucap yuri


dan memberikan baju min ik yang sudah


tidak terpakai lagi.


"ya sudah,dimana toilet nya"tanya araya


"ayo den saya antar ke toilet"


ucap bi ijah dan menunjukkan jalan ke


toilet.


beberapa menit kemudian araya keluar


dari kamar mandi.


"wah...baju itu sangat pas dengan mu"ucap


yuri memuji araya


"benarkah"tanya araya


"ia,kau terlihat sangat tampan"ucap yuri dan tersenyum dengan sangat manis.


"yuri...kau sangat manis"ucap araya


"araya kau mau menggombal"ucap yuri


"hahaha..tapi kau memang sangat manis"ucap araya


saat mereka sedang asik bercanda dan mengobrol tiba-tiba terdengar suara mobil.


"ah kakak..kakak sudah pulang"ucap yuri panik


"bagaimana ini"tanya araya


"non lewat belakang saja"ucap bi ijah


araya segera mengambil tas nya dan bergegas ke belakang bersama yuri


"hati-hati dijalan ya"ucap yuri


"baiklah,jaga dirimu sayang"ucap araya dan mencium kening yuri.


"dari mana kau?"tanya min ik


"aku dari belakang"jawab yuri dengan senyum polosnya


"apakah ada seseorang yang datang tadi bi"tanya min ik pada bi ijah


"hmmm...tadi tidak.."bi ijah menjawab dengan terbata-bata dia melihat yuri memberi kode padanya agar mengatakan tidak pada kakaknya.Namun apa daya min ik sangat lah susah untum dibohongi


"bi..jawab"ucap min ik


"tidak ada den"jawab bi ijah


"lalu kenapa ada 2 cangkir teh?"tanya min ik


"tadi aku minum teh dengan Bi ijah kak"jawab yuri


"benarkah lalu siapa yang memasak dan membersihkan rumah?"tanya min ik lagi.Yuri hanya diam dan telinga nya memerah.


"yuri kau jelas-jelas berbohong"ucap min ik dan menarik telinga adiknya


"ah..a..a..ampun kak sakit"ucap yuri


dan min ik pun menggendong adiknya kekamar nya.


"kakak lepas kan aku,aku bukan lah anak kecil lagi"ucap yuri


"lalu kenapa kau membohongi kakakmu ini"tanya min ik


"itu..itu..itu karena kakak selalu saja melarang ku,kakak aku sudah dewasa jangan larang aku untuk dekat dengan pria,kalau begini terus bagaimana aku akan memiliki seorang suami"ucap yuri


min ik tidak menjawab perkataan adiknya dan berjalan ke pintu kamar yuri dan berkata.


"percaya lah apa yang kakak lakukan adalah yang terbaik untuk mu"ucap min ik


"ini bukan yang terbaik kakak menyiksa ku"ucap yuri dengan nada tinggi


"percayalah dengan kakakmu"ucap min ik


"kakak jahat kakak itu kakak ku yang sangat kejam,aku menyesal mempunyai kakak seperti kakak min ik atau aku harus memanggilnya jung min ik"ucap yuri karena kesal pada kakaknya


"kau belum tau apa yang kakak lakukan untuk mu"ucap min ik


"kakak,aku tahu kakak ingin aku bahagia tapi bukan seperti ini"ucap yuri


mendengar perkataan adiknya min ik sudah tak tahan dia berbalik dan menghadap pada adiknya dan berkata dengan kasar pada adiknya"lalu kakak harus apa,membiarkan kau menjadi wanita yang selalu bermain dengan pria-pria diluar sana dan mebiarkan kau menjadi wanita yang haus s*** dan dicap sebagai wanita J****G"ucap min ik


"kak..kalau itu membuat ku bahagia aku akan melakukan nya aku akan meminum banyak minuman memabukkan dan menjadi wanita yang haus S**S dan menjadi wanita jalang"ucap yuri dan menangis.


"tolong jangan menyakiti mu,suatu saat kau akan tau apa yang kakak maksud kakak hanya ingin yang terbaik untuk mu dan kakak mau kau tidak disakiti untuk kedua kalinya."ucap min ik dan memeluk adiknya yang sudah menangis sejak tadi.


"Maaf kan kakak karena menakuti mu tapi kakak tidak mau kau menjadi seperti wanita-wanita diluar sana"ucap min ik