
***
Keesokan harinya yuri telah diperboleh kan untuk pulang.Araya datang untuk mengantarkan nya pulang begitu juga layla namun tidak ada tampak wajah min ik saat yuri pulang dari rumah sakit.
"yuri...dimana kakak mu?"tanya layla
"kakak sedang menjemput mama dan papa dibandara hari ini mama dan papa akan pulang"jawab yuri
"ooh..begitu"ucap layla dan melihat kekanan dan kekiri
araya sangat bingung apa yang sedang dicari kakaknya
"kak..sedang mencari apa?"tanya araya
"tidak..tidak ada"jawab layla
Dan membantu yuri untuk masuk kedalam mobil.
saat dijalan,tiba-tiba layla mendapatkan pesan dari sekretaris nya.
Dipesan itu sekretaris layla mengatakan bahwa rapat besar akan dilaksanakan lebih awal.Layla pun memberhentikan mobilnya,dia menjelaskan semua nya pada adiknya dan menyuruh adiknya yang menyetir sedangkan dia akan naik taksi kekantor nya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan hanya berdua.
Dan saat diperjalanan yuri melihat kearah araya yang seperti panik. dan banyak pikiran.
"araya kau sehat atau merasa tidak enk badan?"tanya yuri
"tidak aku hanya memikirkan apakah saat kita sampai dirumah mu dan saat papa dan mama mu melihat ku mereka akan menyukai ku atau malah menyuruh ku untuk meninggalkan mu,jujur aku takut kehilangan mu"ucap araya
"hahaha(yuri tertawa)tenang saja papa dan mama ku tak akan seperti itu mama dan papa ku adalah orang baik dan dia gak bakalan bersifat seperti apa yang kamu pikirkan"ucap yuri
"baiklah"ucap araya dan mengambil nafas serta menghembuskan nya.
setelah araya sedikit lebih tenang mereka melanjutkan perjalanan dengan lebih santay dan tidak ada kepanikan dari diri mereka berdua.
Saat sampai dirumah araya mendorong yuri yang pada saat itu masih duduk dikursi roda.
Saat masuk mereka disambut oleh mama papa dan min ik.
"sayang..mama merindukan mu..kakak sudah cerita semua nya tentang kehidupan mu saat tidak ada kami"ucap mama yuri dan memeluk nya
"kau jadi susah maaf meninggalkan mu sendirian"ucap mama yuri
"tidak papa ma semua sudah berlalu"jawab yuri dan mereka saling berpelukan
"dan diperjalanan min ik juga bercerita tentang mu"ucap papa yuri dan memegang bahu araya serta tersenyum pada araya
Melihat senyum itu araya menjadi tenang dan ikut memberi senyum pada papa yuri
"terima kasih telah menjaga dan menjadi kekasih yang baik untuk yuri..jika kalian akan merencanakan pernikahan mama dan papa sudah memberi restu,namun kita harus bertemu dengan keluarga araya terlebih dahulu"sambung mama yuri
"iya om,tan..aku sangat lah mencintai yuri dan melindungi nya adalah kewajiban ku"ucap araya
"baiklah bagaimana besok kamu dan keluarga mu datang kerestoran A dan kita makan malam bersama"ucap mama yuri
"baik tante"ucap araya
"jangan panggil tante panggil saja mama"ucap mama yuri
"iya dan jangan panggil om juga panggil papa saja"sambung papa yuri
"baik pa terima kasih"ucap araya dan papa yuri menepuk lembut bahu araya.Mereka berdua berbincang-bincang tentang percakapan lelaki.
Sedangkan didekat yuri sedang ada yang kebingungan.Ya..min ik sejak melihat kekanan dan kiri bahkan melihat keluar jendela.
hingga dia bertanya pada yuri.
"yuri dimana layla?"tanya min ik
"cieee..kakak sudah mulai peduli nih sama kak layla"ucap yuri menggoda kakak nya
"tidak kamu ini jawab saja kenapa"ucap min ik marah
"iya...iya kak layla ada urusan mendadak"ucap yuri
"oh begitu,baiklah"ucap min ik dan pergi meninggalkan yuri
Seperti nya kakak ku sudah jatuh cinta:)