
"lepaskan aku araya"ucap yuri yang memberonta dan berhasil lepas dari pelukan araya.
"kenapa kau jadi begini kau pernah berkata kau mencintai ku kenapa jadi begini kenapa..."ucap araya.
namun yuri hanya menundukkan kepalanya dan menangis.
"yuri...kau pernah berkata bahwa kita akan menjalankan hubungan kita apa pun yang terjadi,kau berkata kau juga mencintai ku namun kenapa jadi begini"ucap araya
"karena...."belum selesai yuri menjawab perkataan araya,tiba-tiba araya langsung mencium bibir nya membuat nya malu dan sebenarnya dia mau menepati janji nya pada kakaknya dia mencoba memberonta dan mendorong araya namun apa daya tubuh araya lebih besar darinya.
Lama-ke lamaan yuri merasa nyaman dengan ciuman araya dan membuat yuri menerima nya.mereka berciuman dengan nyaman nya didalam gudang.
Disisi lain seseorang sedang tersenyum melihat perilaku araya dan yuri dari layar monitor.Ternyata orang itu telah meletakkan alat pengintai ditas araya yang tak diketahui oleh araya.Orang itu menelpon seseorang teman nya dan berkata"sepertinya rencana kita berhasil"ucap orang itu pada teman nya,dan temannya menjawab"ya..kita lihat bagaimana akhirnya"ucap teman nya itu mereka sama - sama tersenyum melihat kelakuan yuri dan araya dari layar monitor.
"araya maaf kan aku namun sepertinya aku tidak bisa menjalani hubungan ini karena kakak ku tidak menerima mu dan melarang ku mendekati mu,aku mohon jangan temui ku lagi"ucap yuri
"namun aku tak bisa melakukan itu kau belahan jiwa ku bahkan kau adalah paru-paru ku untuk bernapas dan kau adalah jantung ku untuk hidup"ucap araya membuat yuri meneteskan air mata
"maaf araya aku harus pergi ku harap kau mengerti"ucap yuri berlari keluar namun tangan nya ditahan oleh araya dan araya menarik tangan yuri sehingga jatuh kepada pelukan nya.
"maaf araya"jawab yuri dan bemberonta dan berlari keluar dari gudang dengan air mata dan araya sangat lah terpuruk kini jantung dan paru-paru nya telah tiada bagaimana dia bisa hidup,pikir araya.
orang yang melihat itu dari layar monitor sedikit sedih dengan keadaan araya dan dia takut rencana nya tak berhasil.
"jangan sampai cinta mereka kandas"ucap orang itu.
1 tahun araya dan yuri telah lewati sekarang mereka akan segera berkuliah. Yuri berpikir kakaknya akan memasukkan nya ke universitas yang jauh agar aku tidak bertemu dengan araya lagi.
ku lewati hari ku dengan lemas dan lesu seperti tidak ada semangat hidup. begitu juga araya,yuri tidak memiliki sahabat,sahabat nya berkuliah diluar negri semua mengikuti orang tua mereka.
Yuri hanya berteman dan tampak ramah dan sangat baik begitu ceria didepan teman-teman baru dipakultas nya.Yuri tidak didaftarkan oleh kakaknya di universitas yang jauh,kampus yuri tidak jauh dari perumahannya.
Dan min ik memutuskan tidak berkuliah dikampus yang sama dengan adiknya takutnya adiknya di bilang pacar nya lagi.Jadi min ik berkuliah di universitas bangsa yang tak jauh dari kampus yuri.
Sedang araya dia berkuliah di kampus yang sama dengan yuri namun mereka berdua tidak mengetahui itu mereka tidak bertemu dan orang yang sejak SMA mengawasi nya dari layar monitor itu masih ada hingga sekarang bahkan dia meletak kan kamera pengintai di tas baru araya.
Araya belum menyadari bahwa ada seseorang yang mengintai nya.