
mendengar perkataan kakaknya yuri hanya bisa menangis dalam pelukan kakaknya.Setelah yuri tenang baru lah min ik keluar dan meninggalkan adiknya itu.
"yuri suatu saat kau akan tau kenapa kakak melakukan ini,ini adalah uji coba,kalau kau lulus kakak akan membiarkan mu pergi dengan nya"gumam min ik
dan pergi kekamarnya.
Disisi lain araya yang baru tiba dirumah nya telah ditunggu oleh kakaknya diruang tamu.Araya masuk secara diam-diam.araya pikir kakaknya sudah tidur.
"dari mana saja kau"ucap layla dan menaruh teh nya.
"eh..kakak belum tidur"ucap araya
"jangan mengalihkan pembicaraan araya"ucap layla marah
"aku dari rumah teman kak"ucap araya.
"ar..kapan kak mengajari mu berbohong"ucap layla
"aku gak berbohong..aku mengucapkan yang sebenarnya"ucap araya
saat araya melihat kakaknya,terlihat wajah kakaknya yang tak senang dan seperti ingin membunuh seseorang.
"araya sebaiknya kau jujur"ucap layla
"baiklah aku baru dari rumah yuri"ucap araya
"araya...apakah kau melanggar janji mu pada kakakmu ini"ucap layl
"maaf tapi aku tak bisa..aku telah jatuh cinta pada nya"ucap araya
"tidak..tidak boleh jauhi dia atau kakak tidak tau apa yang akan kakak lakukan padanya"ucap layla mengancam araya.
"kakak..lihat saja kalau kakak berani menyentuh wanita ku sedikit saja jangan harap kakak akan melihat ku selama nya"ucap araya mengancam balik kakaknya.
"memang kau akan melakukan apa?"tanya kakaknya dengan tatapan sinis
"lebih dari apa yang kakak pikirkan"ucap araya
"araya..kau sudah sangat berubah semenjak kenal cinta"ucap layla
kakak nya hanya terdiam.
"kenapa kakak diam"ucap araya
"araya kakak lebih tua dari mu kakak lebih banyak pengalaman dari pada dirimu"ucap layla
"oh..bagitu kah,jadi menurut kakak,kak tegu adalah orang yang baik.Dia adalah cowok matrek kak"ucap araya
"kau jangan bawah cowok kakak di pertengkaran kita"ucap layla
"lalu apakah aku harus bawa mama dan papa,apa karena ibu meninggal karena melahirkan ku dan ayah meninggal karena stres ditinggal ibu,jadi kakak menyelahkan ku dan tak mau melihat ku senang,apakah begitu kak"ucap araya dengan emosi yang telah meningkat.
"araya..sudah"ucap kakaknya
"kenapa kak karena aku lebih muda jadi aku tak berhak mengenal cinta"ucap araya
"araya apa yang kakak lakukan adalah yang terbaik"ucap layla
"terbaik..terbaik menurut kakak..hahaha...lucu sekali melihat adikmu menderita 2 tahun ini menurut mu itu yang terbaik layla"ucap araya.emosi,sakin emosinya dia hanya menyebut nama kakaknya tanpa panggilan kakak.
"araya sudah cukup,kakak yang membesarkan mu,tentu kakak tau apa yang terbaik untuk mu,jangan banyak mengeluh"ucap layla
"kak..kakak itu hanya mementingkan kebahagiaan kakak"ucap araya
"araya kakak juga ingin melihat kau bahagia"ucap layla dengan emosi yang juga sudah melihat meningkat.
"bahagia aku menderita kak 2 tahun ini dan saat aku bahagia hari ini,apakah kakak akan merengkut nya lagi..kakak tidak pantas dibilang kakak,kakak hanya lah orang yang sangat jahat,aku menyesal mempunyai kakak seperti mu"ucap araya kesal
"araya.."jerit layla dan menampar adiknya itu.Dia telah menahan dirinya agar tidak menampar adiknya namun kesabaran nya habis mendengar kata-kata adiknya.
"ini kakak bilang mau membuat ku bahagia,bahkan kakak mau menampar adik mu sendiri"ucap araya dan berlari ke kamar nya dan mengunci kamarnya.
layla hanya terdiam dan tak menyangka dengan apa yang dia perbuat,selama ini dia tidak pernah menampar adiknya sendiri
"araya suatu saat kau akan tau kenapa kakak mu bersikap seperti ini pada mu"gumam layla dan menenangkan dirinya.