
"lalu apa maksud perkataan mu saat memasangkan cincin kejari ku?"tanya windy
"itu hanya rekayasa dan aku harap kamu tidak berharap lebih sebelum aku mengingat semua masa lalu mu aku tidak akan pernah memberi cinta mu,dan kamu boleh pegang kata-kata ku ini,aku tidak akan pernah menyentuh mu"ucap araya serius
"araya kau sangat kejam,kalau begitu kenapa kau menerima ku kenapa kau tidak menelantarkan ku saja"ucap windy
"karena aku ingin membuat orang tua ku bahagia dan satu satu nya wanita yang ada disamping ku hanya kamu jadi terpaksa aku harus merekayasa dan menggunakan mu sebagai calon istriku"jawab araya
"hmm..terserah kau saja yang pasti aku akan membuat mu mencintaiku"ucap windy
"aku tidak akan mencintai mu sebelum aku tau masa lalu ku,permisi.."ucap araya berjalan keluar kamar nya meninggalkan windy.
namun baru beberapa langkah araya berjalan windy menarik tangan araya,hingga araya terduduk diranjang dan windy membungkuk dan mencium araya.
Melihat itu araya mendorong windy dengan keras hingga dia terjatuh
Aagh
"ada apa araya sakit tau"ucap windy yang kesal dengan perlakuan araya
"kau sungguh perempuan aneh aku sudah berkata pada mu aku tidak akan mencintai mu sebelum aku mengingat masa lalu ku dan aku tidak akan menyentuh mu dan ku harap kau juga tidak menyentuh ku sedikit pun"ucap araya
"araya kau.."belum selesai windy mengucapkan kata-kata nya,tiba-tiba araya merasa sakit kepalanya kembali lagi.
"kau tidak papa?"tanya windy
"jangan mendekat..agghh...sakit"keluh araya
Windy tidak tahu ini gejala obat pelupa atau malah araya akan kembali mendapatkan memorinya lagi.Namun windy terkejut saat araya berkata "layla...kak layla..siapa kau kakak apakah kau benar kakak ku"ucap araya membuat windy sangat terkejut
windy yang mendengar hal itu segera keluar dan menelpon dokter kepercayaan nya itu dan meminta dia datang dan menyuntikan cairan itu lagi.
"apakah dia memiliki niat yang buruk pada ku?"pikir araya.
saat windy pergi dari depan kamarnya araya berusaha keluar dan pergi mencari taxi.
Saat telah mendapatkan taxi dia meminta taksi itu mengantar nya kerumah sakit.
Araya memeriksakan penyakitnya pada dokter lain yang berada dirumah sakit itu.
"dok..bagaimana keadaan ku"ucap araya setelah selesai diperiksa oleh dokter
"apakah beberapa minggu ini anda mengonsumsi obat pelupa dan menyuntikkan cairan pelupa?"tanya dokter itu
"sepertinya tidak..tapi dok apakah obat pelupa itu yang ini"ucap araya dan mengeluarkan sebuah obat yang tak lain adalah obat yang diberikan windy padanya yang windy katakan adalah obat untuk mempercepat mendapatkan memori.
Dokter itu memeriksa obat itu dan memberi tahu jawabannya.
"bukan..ini adalah obat pelupa sepertinya wanita itu membohongi anda dan mungkin saja dokter yang menyuntikkan sebuah cairan kepada anda adalah cairan pelupa juga"ucap dokter itu
"ah..itu tidak mungkin"jawab araya tak percaya
"begini saja saat dokter itu kerumah anda lagi dan ingin menyuntik anda memakai cairan yang dia suntikkan keanda selama ini,anda ambil saja cairan nya sedikit agar bisa saya lakukan penelitian"ucap dokter itu
"baiklah dok saya akan lakukan itu"ucap araya
dan semenjak itu araya semakin waspada dan dia juga tidak mengonsumsi obat nya diberikan windy kepadanya.Namun agar windy tak curiga padanya dia hanya membuang obat itu satu persatu.
Sebelum araya mendapatkan kebenarannya araya akan terys bersandi wara didepan windy,hingga dia mendapatkan cairan yang disuntikkan dokter kepercayaan windy dan mengetahui semuanya.