My brother's my love

My brother's my love
HENING....



Sesampai nya dirumah min ik hanya sendirian,karena semua orang belum juga pulang dari restoran.Namun min ik merasa suana hening seperti ini lah yang ia butuh kan.


Dia pun masuk kedalam kamar nya dan berbaring diranjang nya.


"kenapa aku ini...kenapa...kenapa aku bisa jatuh cinta pada dirinya"ucap min ik dan memukul-mukul kepala nya sendiri serta mengeluarkan air mata kesedihan.


"sudah lah lebih baik aku tidur dan menenangkan diri dengan berendam air panas"ucap min ik dan beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi dan memutar keran air panas.


Saat air nya telah selesai dia pun masuk dan merendam dirinya.Didalam air panas itu entah kenapa dia tidak bisa apa apa dia merasa dirinya telah hilang semangat karena cinta,dia merasa sangat tak berguna.Dan lagi min ik hanya menangis dan berkata dengan berulang-ulang kali"kenapa..kenapa..kenap"dengan menjambak rambutnya sendiri.


Dia pun menyelamkan kenapalanya didalam bak mandi itu agar dia bisa melupakan layla dan mungkin dia bisa melupakan dunia yang pahit ini,pikirnya.


******


disisi lain yuri dan araya pulang duluan karena yuri merasa tak enak badan.Dia melihat kakaknya sudah pulang,karena mobilnya telah terparkir.Namun saat masuk kenapa masih gelap.


yuri pun memanggil-manggil kakaknya namun tidak ada sahutan


Yuri pun naik keatas dan masuk kekamar kakaknya,dia melihat kamar mandi lampu nya menyala dan pintunya terbuka


"sepertinya kakak sedang mandi"ucap yuri dengan suara pelan


"kakak..apakah sudah mandi kakak mau makan aku bisa masakkan untuk kakak"ucap yuri


namun tidak ada jawaban.


Dan terlihat kakaknya yang telah tenggelam didalam air panas yang sangat penuh.Dan kakaknya sudah tidak sadarkan diri.Yuri tidak bisa mengangkat kakak nya karena kakaknya sangat berat.


Dia meminta bantuan dan menelpon araya.Namun handphone araya tidak aktif.Dan tanpa ragu dia menelpon layla yang sedang diperjalanan pulang.Dan saat mendapat telpon dari yuri dan yuri menjelaskan semua nya dia akhirnya putar balik dan kembali ke rumah min ik.


dijalan layla juga berusaha menelpon araya mama dan papa nya,namun tidak ada satu pun handphone mereka yang aktif.


Layla mencoba menelpon mama dan papa yuri namun lagi handpone nya juga tidak aktif.layla fokus pada jalan dan saat sampai dirumah yuri dia berlari masuk kekamar araya.


"yuri...kenapa kakak mu"ucap layla dan melihat min ik telah tak sadarkan diri didalam bak mandi itu.


"kak..tolong bantu aku mengangkat kak min ik"ucap yuri


"kenapa dia sampai tak sadarkan diri?"tanya layla


"aku tidak tahu..tapi sepertinya kak min ik menyelamkam dirinya kedalam bak mandi yang penuh air panas ini dalam waktu yang lama"jawab yuri


"kenapa dia melakukan hal bodoh ini...ayo kita meangkatnya"ucap layla dan berusaha bersama yuri untuk mengangkat min ik keluar dari bak mandi itu.


Dengan perlahan namun pasti mereka mengangkat min ik secara perlahan dan membaringkannya di ranjang.dia pun memakai kan selimut dan memberi minyak angin pada min ik.Setelah itu yuri mengeluh dia merasa badan nya kembali lesu dan tidak bersemangat.Seperti ingin pinsan.


"kak aku pergi kekamar ku dulu..aku ingin istirahat kepala ku sakit lagi"ucap yuri


"baiklah biarkan kakak merawat kakak mu"ucap layla dan yuri meninggalkan mereka berdua.