My brother's my love

My brother's my love
Menyelesaikan masalah



*****


Saat sampai dirumah sakit.Yuri segera diperiksa oleh dokter.Dan saat dokter keluar,araya segera bertanya pada dokter tentang keadaan yuri.


"dok..bagaimana keadaan yuri?"tanya araya


"tenang saja pasien telah sadar dia hanya kelelahan dan tadi mungkin keadaan nya belum vit banget ditambah dia tidak makan beberapa hari"ucap dokter itu


"iya dok adik saya memang tidak makan beberapa hari bahkan mungkin hampir satu minggu dia hanya mengonsumsi cemelin susu dan buah"ucap min ik


"apakah dia tidak mengonsumsi makanan berat sama sekali?"tanya dokter itu


"tidak sama sekali makan buah itu pun terkadang hanya 1 buah setelah itu makan cemilan nya dan susu nya namun juga tidak diminum"ucap min ik


"wajar saja sekarang dia mengalami mag jadi jangan sampai telat makan lagi ya,saya permisi ya"ucap dokter itu


"baiklah dok,terima kasih"ucap min ik


Setelah mendengar penjelasan dari dokter araya langsung masuk namun ditahan oleh min ik.


"eh..mau kemana kamu..?"tanya min ik


"kak..aku mau bertemu dengannya lagi pula kamu sudah berbaikan kak kumohon.."ucap araya


Saat min ik menahan araya layla pun marah namun saat dia ingin memarahi min ik mulut nya ditutup oleh min ik persis dihadapannya.


Sekarang posisi mereka seperti berpelukan.


"sebelum itu ku tanya mengapa kau ingin bersama nya lagi setelah kau menelantarkan nya dan tidak mau kenal dia lagi"tanya min ik


"karena aku mencintainya dan aku menelantarkan nya karena aku lupa ingatan,kalau aku tidak lupa ingatan mungkin sekarang kami telah menikah"ucap araya


"benarkah seberapa besar cinta mu pada nya"tanya min ik


"besar banget kak aku pun tidak bisa menggambar nya tapi yang kakak harus tau seluruh ruang dihati ku hanya ada dia"ucap araya.


Mendengar itu layla mencubit tangan min ik dan berkata padanya"lalu ruang kakak dihati mu dimana?"tanya layla cemburu


"ada kok kak tapi dimana ada sisa nya saja soalnya cinta terbesar ku adalah yuri..dan dipikiran ku saja adalah yuri"ucap araya


mendengar jawaban araya min ik hanya tersenyum dan berkata pada araya"kakak percaya pada mu kau akan menjaga adik kakak dengan baik karena melihat semua perjuangan mu untuk mendapatkan adik kakak sangat lah besar..kakak percaya masuk lah"ucap min ik


Araya hanya tersenyum dan masuk kedalam ruangan yuri.


sedangkan layla marah-marah kepada min ik karena dia beraninya membekapnya dan menutup mulutnya.


"min ik kau kurang ajar ya..tau gak aku sesak napas gara-gara kamu"ucap layla marah


"duh..mulai lagi nenek lampir ngomel"ucap min ik dengan suara kecil namun tetap didengar oleh layla


"apa kau mengatai ku nenek lampir dasar kau"ucap layla dan memukuli min ik namun sayang nya tinggi tubuh min ik jauh dari nya jadi dia hanya bisa memukul bagian perut min ik.


mereka segera berdiri dan saling membuang muka."aku sangat muak dengan mu jangan dekati aku lagi"ucap layla


"siapa juga yang mau mendekati mu aku juga tersandung,itu juga salah mu sendiri mau memukul ku"ucap min ik


Mereka pun saling pergi kearah yang berbeda.


*****


"yuri..kau sudah sadar,bagaimana keadaan mu kau baik-baik saja kan"ucap araya


"tenang saja aku baik-baik saja"ucap yuri


"kenapa kau tidak makan beberapa hari"tanya araya


"aku memikirkan mu hingga selera makan ku hilang"ucap yuri


"sayang..maaf kan aku karena ku aku menyiksa mu maaf..maaf"ucap araya dan mengambil tangan yuri dan mencium serta menggenggam nya dengan erat


Yuri pun juga berusaha menggapai tangan araya dan menggenggam nya dengan erat.


"oh ya kakak kita bagaimana?"tanya yuri


"paling melanjutkan perdebatan mereka"ucap araya


dan segejap suasana hening dan tiba-tiba mereka berdua tersenyum dan menatap satu sama lain.


"araya..apakah kau berpikiran sama dengan ku"ucap yuri


"sepertinya iya"ucap araya


dan saat itu min ik dan layla masuk barengan namun masih saling membuang muka satu sama lain


"ciee..kakak kalian soswit banget sih"ucap araya dan yuri barengan dan tertawa


"apaan sih,kalian.."ucap layla dan min ik barengan dan saling membuang muka dan entah mengapa pipi mereka berubah menjadi merah.


"kak jujur saja pipi mu itu memerah loh"ucap araya menggoda kakaknya


"iya kak kau juga"ucap yuri


"kalian urus lah urusan kalian"ucap layla marah


"iya..kau yuri cepat makan dan beristirahat araya jaga yuri kakak mau pergi"ucap min ik dan keluar dari ruangan


"kakak mau mencari makan dulu"ucap layla dan keluar


yuri dan araya hanya tertawa melihat kakak-kakaknya itu.


Sepertinya ada benih cinta yang akan tumbuh di antara kak min ik dan kak layla.