
Rico bener-bener bisa mati bosen kalo sampe 1 jam ke depan bu Ratih guru bahasa Indonesia yang terus mengajar dengan metode membaca dan siswa mendengarkan. Rico yakin bukannya pada ngerti pelajaran dari bu Ratih tapi malah pada ngorok semua termasuk Rico sendiri. Rico menghembuskan nafasnya perlahan pertanda bosannya meningkat. Pulpen di sebelah bukunya Rico ambil dan dipilin-pilin untuk mengurangi kebosanannya, lama-lama mainin pulpen ga asyik lagi, Rico letakan kembali pulpen di tempat semula. Lagi-lagi Rico menghembuskan nafasnya perlahan, tangan kirinya menyangga kepalanya terus memejamkan mata sebentar, ketika membuka mata Rico melihat cewek yang ada di seberangnya alias Arumi yang lagi komat kamit ga jelas sambil mencoret-coret bukunya dengan tulisan yang tidak Rico mengerti. Kemudian Arumi tersenyum, tiba-tiba menatap ke arah punggung bu Ratih dan komat kamit ga jelas lagi, coret-coret buku lagi dan seterusnya begitu. Rico memperhatikan hal itu. Bosannya sedikit berkurang. Mata Rico menatap ke seluruh penghuni kelas, ada yang tiduran, ngalamun, liatin punggung bu Ratih tapi ga tau pikirannya kemana, tapi semua penghuni kelas itu tenang kecuali Arumi yang cenderung bikin berisik alias ga bisa diem mulutnya komat kamit. Coret-coret buku sih iya tapi semua anggota tubuhnya gerak beda banget sama kemaren yang loyo gara gara abis hicking, mungkin sekarang udah ga cape lagi kali yaa. Rico tetap memperhatikan kelakuan Arumi hingga tanpa sengaja Arumi juga menatapnya.
“apa lo liat-liat.” Kata Arumi pelan takut kedengaran bu Ratih. Tapi Rico tau dari matanya yang melotot kalau dia keliatan kesal.
“siapa yang liatin.” Elak Rico tapi tetap memperhatikan Arumi. Arumi yang merasa diperhatikan menyangga kepalanya seperti Rico tapi membelakangi Rico. Rico cekikikan dengan tingkah Arumi. Setiap menit sekali Arumi menegok ke belakang apa Rico masih terus melihatnya. Sampai kepala Arumi pegel karena tengok-tengok terus Arumi mulai kesel juga, matanya melirik Rico yang masih juga memperhatikannya.
“hehh..” panggil Rico pelan. Arumi menegok sedikit ke arah Rico. Arumi mengerutkan kening. Rico menghadap ke arahnya dan sedikit memajukan tubuhnya ke arah Arumi.
“lo lucu.” Ucap Rico kemudian kembali ke posisi semula. Arumi yang bingung hanya menatap Rico penuh tanda tanya.
"apaan sih lo gaje banget" omel Arumi pelan.
“ANGSA, angggggg sssssaaa” ucap Rico lagi ditambah dengan memainkan tangannya yang membentuk mulut bebek. Arumi malah jadi tambah bingung, maksudnya Rico apaan sih. Rico tertawa melihat muka Arumi yang superbingung itu. Kalo aja ga ada bu Ratih mungkin Rico udah ketawa sampai sakit perut.
“maksud lo apaan sih.?” Tanya Arumi ke arah Rico dengan suara yang agak keras tapi karena terlalu keras bu Ratih sampe menoleh.
“Arumi kamu liatin apa?” tanya bu Ratih ke Arumi karena panik Arumi berusaha mencari alasan yang tepat.
“emm ehh itu bu, emmm tadi ada tikus lewat bu, iya bu ada tikus tadi saya liat lari ke sana bu.” Jawab Arumi gelagapan dan menunjuk ke sembarang arah. Seketika juga anak cewe yang mendengar ucapan Arumi langsung berteriak bahkan ada yang sampai naik ke kursi ga peduli masih ada bu Ratih di kelas. Bu Ratih berusaha menenangkan anak-anak yang ketakutan. Rico malah tambah ngakak menyaksikan kejadian di kelasnya apalagi liat muka Arumi yang super bingung.
“arumi kamu jangan bohong.” Ucap bu Ratih berusaha tenang.
“ehh beneran bu, tadi tikusnya ngetawain saya dari situ. Tapi sekarang udah pergi ko bu tikusnya.” Ucap Arumi sambil menunjuk ke arah Rico.
“tikus yang kamu maksud Rico.?” Tanya bu Ratih bingung. Merasa namanya disebut Rico kaget dan menatap bu Ratih.
“saya ga ngomong kaya gitu tadi bu.”elak Arumi. Padahal dalam hati “iya bu tikus biang keroknya itu Rico”.
“ astaga ya sudah, kembali ke pelajaran. Tikusnya sudah pergi.” Ucap bu Ratih dan kembali melanjutkan pelajaran yang tadi terganggu.
___****___
“lo tau EnRico kelas apa?” tanya Jessica pada siswi yang ditemuinya di koridor.
“Enrico? yang siswa baru bukan sih" ucap salah satu cewe dan saling pandang dengan teman sebelahnya, "kayanya kelas XI IPA 4 deh" jawab cewe satunya, kemudian kedua cewe itu memandang jessica untuk memastikan benar Enrico yang dimaksud atau bukan.
"OK" jawab Jessica asal lalu langsung melengos pergi tanpa mengucapkan terima kasih tetapi malah tidak sengaja menabrak salah satu siswa yang sedang berjalan ke arah Jessica.
"kalo jalan mata di pake dong" ucap Jessica kesal.
“ih siapa sih dia. Ko gue ga pernah liat kayanya.” ucap siswi yang tadi ditanyai jessica menatap bingung ke arah perginya jessica.
“dia anak baru di kelas gue. Baru hari ini pindah.” jawab siswi yang tadi ditabrak Jessica. Jessica merupakan siswi pindahan dari Jakarta dan hari ini adalah hari pertamanya masuk.
“ko dia nyariin enrico.”
“temennya kali. Kan sama-sama dari Jakarta.” jawab siswi yang ditabrak tadi asal karena masih kesal karena insiden tadi.
___****___
EnRico gue kangen sama lo 😚
Jelas aja Rico bingung dan sedikit kesel, ngapain dia bisa hubungin lagi. Sebenarnya salah satu alasan kenapa Rico mau ikut pindah ke Bandung adalah untuk menghindari makhluk yang namanya Jessica. Jessica tuh cinta berat sama Rico. Di tolak berkali-kali sama Rico tetep aja ngejar-ngejar. Hampir setiap hari Jessica SMS, DM, telfon supaya mau nerima dia. Rico yang dari awal emang ga suka sama Jessica jelas aja ga pernah nanggepin. Menurut Rico Jessica mempunyai wajah yang ya lumayan, bodynya juga sexy tapi yang bikin Rico bener-bener ilfeel itu dia pake make up yang menor banget, gatau kenapa ga pernah ditegur sama guru atau udah ditegur tapi ngeyel gatau juga, udah gitu rambutnya panjang dan selalu digerai, ga pernah mau diiket, udah kaya si manis jembatan ancol. Bayangin kalo Rico pacaran sama dia ,dikira Rico lagi jalan sama cosplay si manis jembatan ancol yang kerjanya di rumah hantu atau dikira berondong yang doyan tante-tante menor.
“EnRico, Enricoo ” Tiba-tiba Rico mendengar ada yang memanggil namanya seketika bulukuduknya berdiri, Rico lihat kanan kiri begitu melihat ke arah pintu masuk kelas Eico langsung kaget setengah mati. Maksudnya apa ini. Itu JESSICA si tante menor, bukan cuma Rico yang kaget tapi juga beberapa anak yang masih ada di kelas.
“ihh…itu manusia bukan, kok serem”
“siapa sih dia?”
"kok merinding ya"
“ampunn, itu bulu mata ngalahin punya syahrinii”
“blash on nya juga ngalahin jeng kelin broo..”
Rico mendengar segala macam komentar yang keluar dari mulut temen sekelasnya. Rico mengucek-ngucek matanya semoga saja ini mimpi. Kalo bener ini bukan mimpi berati petaka bagi Rico. Tapi ini kenyataan itu bener bener JESSICA. Jessica Putri si tante menor itu.
“ternyata lo bener-bener ada di kelas ini” ucap Jessica senang dan melangkah mendekati Rico dengan gaya centilnya. Rico yang tau jessica mendekatinya mulai panik mencari cara untuk kabur. Jessica Semakin dekat. Tanpa pikir panjang Rico langsung melompati bangku Arumi dan berlari ke pintu keluar. Arumi yang memang mau masuk ke kelas kontan saja kaget dan hampir saja bertabrakan dengan Rico. Rico langsung berdiri di belakang Arumi bersembunyi.
“kenapa sih lo.” Arumi menoleh ke Rico bingung. Rico cuma melototkan matanya menunjuk ke depan.
“Rico lo mau kemana.” Arumi menoleh ke arah suara.
“astaga dragon” Arumi kaget setengah mati. Nih orang nyasar darimana. Arumi memandangi Jessica dari atas ke bawah.
“mi, tolong usir dia dari sini mi please” Rico berbisik dari belakang memohon.
“kenapa emangnya?” Arumi ikutan berbisik tapi matanya masih memandang aneh ke Jessica.
“lo usir aja dulu. Seret aja sekalian kalo dia tetep ga mau pergi.” Arumi menganggukan kepalanya tanda setuju sebelum terjadi kegemparan di kelasnya dengan datangnya manusia ini.
“eh tante ” Arumi mendekati Jessica tanpa takut sedikitpun.
“lo bilang apa tadi" Jessica ikutan maju ke arah Arumi.
“lo tau ga, lo di sini tuh kaya tante-tante yang doyannya nongkrong di perempatan jalan tau ga" ucap Arumi lancar, Arumi sendiri bingung bisa seberani ini padahal arumi ngga tau siapa Jessica. Jessica kaget dikatain kaya begitu, ga terima. Jessica berniat membalas kata kata Arumi tapi keduluan dipotong Arumi.
“lo pergi aja sana dari kelas gue, sebelum diusir anak sekelas.” Jessica menatap ke anak-anak di kelas ini yang memandangnya dengan tatapan tidak besahabat. Nyali Jessica langsung ciut dan berlari keluar kelas. Begitu melewati Arumi tatapan Jessica menyiratkan “awas lo yaa”. Tapi begitu melewati Rico, tatapannya dibuat selembuut mungkin plus senyum centil andalannya. Rico ngeri sendiri dan buru-buru kembali ke bangkunya.
“itu tadi siapa sih ric, lo kenal sama dia kan?" tanya Arumi langsung dan duduk di bangku depan Rico, menatap Rico penasaran.
“temen gue di Jakarta dulu.”
“ko bisa ada di sini.”
“mana gue tau, udah sana lo balik ke bangku lo.” Rico mengibaskan tangannya mengusir Arumi. Arumi mendengus, bukannya terima kasih udah ditolongin malah ngusir.