Magical Love

Magical Love
BAB 2 1st Meet Tabrak_an (lari) 1



        "kak buruan 15 menit lagi telat nih kak" teriak Arumi dari belakang karena sekarang mereka dalam perjalanan ke sekolah naik motor dengan kecepatan cukup tinggi.


        "heh lo ga liat ini juga udah cepet" teriak Mikel juga dari balik helm full facenya.


         "lebih cepet lagi kak!!!" teriaknya lagi.


         "lo gila. Ini bisa ngebut juga untung dasar." Umpat Mikel.


10 menit kemudian~


        "nih kak helmnya, gue langsung masuk ya" Arumi melempar helmya ke Mikel sambil berlari sebelum gerbang ditutup beberapa menit lagi.


       "ceweee gilaaa" umpat Mikel. Dia mulai menstrater motornya lagi dan putar balik untuk pulang. Sambil mengenderai motornya dia merenungi tingkah adiknya yang  super aneh seperti kalo tidur kaya kebo susah banget dibangunin mungkin kalo ada kebakaran sampai ga kerasa saking kebonya. Terus ceroboh, ga sabaran , sukanya nyalahin orang. Bener-bener masuk kategori cewe gila. Tapi sialnya dia adik yang paling disayanginya. 


___****___


         "kenapa harus macet sih, masih pagi juga" geram Rico memukul dasbor mobilnya dan beralih melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 7 kurang serempat, Rico nyengir, pagi dari mananya. Ga di Jakarta, ga di Bandung semuanya macet, dia kira dengan pindah ke Bandung yang namanya macet tuh ilang tapi malah sama aja. Tapi lumayanlah bBandung udaranya cukup sejuk daripada Jakarta yang menurutnya sudah tidak ada oksigen higienis. Dia langsung menambah kecepatan mobilnya dan membunyikan klakson berkali-kali untuk kendaraan yang di depannya supaya minggir dan memberi jalan untuk mobilnya. Beberapa menit kemudian, akhirnya sampai juga di Senior High School Jeguk Internasional School atau biasa di singkat JIS. 


Dari kabar burung yang beredar dulu pendiri sekolah ini adalah orang Korea tapi dilihat sekilas ga ada sedikitpun berbau Korea-korea. Bangunan sekolah terdiri dari 3 lantai, kelas X ada di lantai 3 biar anak-anak baru banyak mengenal seluruh gedung di sekolah karena banyak melewati ruangan-ruangan di sekolah. Kelas XI ada di lantai 2 dan kelas XII di lantai 1 biar anak kelas XII ga kecapean harus naik-naik tangga, karena harus mempersiapkan UN jadi harus tetep fresh. Sedang untuk parkiran terdapat di kanan dan kiri bangunan sekolah. Bagian belakang  terdapat lapangan yang cukup luas, tamannya juga luas, ada ruang olahraga indoor juga.


Lumayan keren. batin Rico


Rico langsung menuju ke lantai 2 untuk mencari kelasnya. Ketika sudah di lantai 2 dan berniat ke ruang guru terlebih dahulu daripada kelas tiba-tiba 


BRUKKK~~~~


        "haddauwww...." Rico dan seseorang cewek menjerit karena bertabrakan cukup keras di pertigaan koridor, dan jatuh terjengkang ke belakang alhasil Rico memijit bahunya yang menabrak tembok di belakangnya dan si cewek mengerang karena jatuh terduduk dan bokongnya nyut-nyutan.


       "ehh sorry sorry gue ga sengaja, gue ga tau bakal ada yang lewat dari situ, gue buru-buru soalnya ini udah telat" jelas si cewek sambil berusaha berdiri dan membersihkan belakang roknya.


        "gue ga butuh penjelasan lo" balas Rico tajam dan berdiri sambil meringis memijit bahunya kemudian meninggalkan cewek itu sendiri.


___****___


        "hallo Mikel" sapa seseorang dari tempat nun jauh di sana.


         "hallo" jawab Mikel membalas ucapan pak Reihan, seseorang yang jauh di sana, ayahnya.


          "kalian berdua gimana kabarnya?" tanyanya lagi.


           "kami baik-baik kok, tumben nanya?" jawab Mikel jutek. Pak Reihan tidak menanggapi kejutekan anaknya dan beralih ke topik lain.


          "mamah sma papah kangen banget sama kalian berdua" 


Cihh, alesan basi kalo kangen kenapa jarang ada di rumah, yang dipikir cuma bisnis-bisnis-uang-uang, batin Mikel. Kedua orang tua Mikel dan Arumi memang pengusaha yang hampir setiap bulan berpindah kota bahkan luar negeri untuk urusan bisnis, tahun lalu mereka ke China terus ke Taiwan dan sekarang lagi ada di Jepang dengan alasan sekalian berkunjung ke rumah kakek neneknya.  Ayahnya adalah keturunan Jepang Indo sedang ibunya adalah keturunan Jerman dan Jawa, dan sekarang kalian tau kan darimana paras tampan ini berasal.


            "oh, kita biasa aja ko" jawab Mikel ogah-ogahan. Lagi-lagi pak Reihan tidak menanggapi kejutekan anaknya dan beralih ke topik lain.


           "oh ya Arumi ada ga, papah pengen ngobrol sama dia"


          "Arumi kan udah mulai sekolah lagi hari ini, papah ga inget apa emang ga tau" ucapnya sinis.


          "ohh ehh iya yahh papah lupa" ucap pak Reihan gelagapan.


          "kalo gitu aku tutup, kan biaya telfon Jepang Indo mahal"


TUTTT. 


Mikel memutus telepon secara sepihak, Mikel tau kalo mereka tiba-tiba menghubungi atau pulang pasti mereka ada maunya. Seperti beberapa tahun lalu mereka tiba-tiba saja pulang dan ternyata mereka membujuknya atau lebih tepat memaksanya untuk melanjutkan studi  ke Oxford University Fakultas Bisnis dan Managemen dan langsung ditolak mentah-mentah olehnya. Dia tidak tertarik dan kuliah di luar negeri artinya dia harus meninggalkan adiknya sendirian dan dia tidak mau itu sampai terjadi. Dia lebih memilih untuk melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran untungnya mereka menghargai keputusannya dan mau menanggung semua biaya kuliahnya, dia sangat bersyukur untuk itu.