Magical Love

Magical Love
Sungguh Menyebalkan



Siang itu Jonathan menyandarkan tubuhnya di bangku ruang kerjanya. Ia menatap Natasha dari dalam ruangan seperti biasa. Setiap hari pikirannya hanya di penuhi oleh wanita itu. Bagaimana tidak, Natasha seperti tidak memperdulikan kejadian beberapa bulan yang lalu saat Jonathan menyatakan perasaannya. Bahkan Natasha terlihat selalu menghindar dan tidak banyak bicara jika tidak menyangkut pekerjaannya.


Jonathan mengambil telfon di sampingnya dan menekan tombol extention yang langsung tersambung pada Natasha.


"Batalkan semua janji kita dengan client siang ini dan besok, atur ulang schedule pertemuannya" Ucap Jonathan.


Natasha mengerutkan alisnya bingung. "Kenapa harus di batalkan? sangat sulit mengatur ulang pertemuan dengan Tuan Kenneth, dia sangat sibuk"


"Aku juga sangat sibuk, dan juga atasanmu itu Tuan Kenneth atau aku?"


Natasha memutar bola matanya, Jonathan selalu saja menyebalkan seperti biasa. "Baik, akan saya batalkan"


Kemudian Jonathan langsung mematikan sambungan telfonnya. Beberapa menit setelah Natasha selesai menghubungi sekretaris Tuan Kenneth, Jonathan keluar dari ruangannya dan berbelok menghadap meja kerja Natasha.


"Ikut aku" ucap Jonathan.


"Kemana?" tanya Natasha.


"Jangan banyak bertanya dan ikut saja, aku tunggu di lobby" Jonathan meletakan tangannya di saku celana dan menatap dingin Natasha, ia hendak meninggalkan tempat itu.


"Dia itu kenapa sih?" gumam Natasha. Tanpa membalas perkataan Jonathan dengan malas Natasha membereskan meja kerjanya yang sedikit berantakan. Dia mengangkat map dan mengarahkannya ke Jonathan dengan muka kesal. Tapi seketika itu juga Jonathan berbalik badan dan melihat Natasha.


Jonathan mengerutkan dahinya "Apa yang mau kau lakukan? Melempar map itu padaku?"


"T-tidak"


"Lemparlah kalau kau berani, cepat" Ucap Jonathan dengan wajah menantang.


"Aku bilang tidak, aku hanya mau membereskannya" kemudian Natasha meletakan map itu kedalam laci mejanya.


"Kalau saja ini bukan kantor. Sudah aku lempar map tadi" ucap Natasha dalam hati.


"Jangan terlalu lama, aku tidak suka menunggu" ucap Jonathan dan berlalu pergi dari hadapan Natasha.


***


"Kerumah mu, untuk meninta izin pada ayah" Seketika Natasha menoleh kearah Jonathan.


"Izin untuk?" tanya Natasha.


"Ke acara reuni" Ucap Jonathan dengan wajah yang masih fokus melihat jalan.


"Reuni yang Stave bilang di grup chat itu?" tanya Natasha.


"Ya kita akan kesana"


"Bukankah kau tidak ada dalam list pendaftarannya? Canadian Rockies bukan tempat yang dekat, kita kesana dengan apa? mereka sudah pergi dari tadi pagi"


"Tentu saja naik pesawat pribadi ku, mana mungkin kita naik mobil. Aku sudah menghubungi Stave untuk menyediakan kamar"


"Jadi kau membatalkan meeting dengan client hanya untuk liburan? Benar benar tidak bisa di percaya" Natasha menyilangkan tangannya di depan dada. Dia tahu, Jonathan hanya akan menambah pekerjaannya setelah liburan ini.


Setelah sampai di rumah, sesuai dugaan Natasha, jika ayahnya pasti mengizinkan kalau dia pergi bersama Jonathan. Dia tidak habis pikir, kenapa ayahnya bisa sepercaya itu dengan Jonathan.


Natasha sedang mengemas pakaiannya di dalam kamar, satu per satu ia masukan kedalam koper yang akan ia bawa. Beberapa saat kemudian Jonathan masuk kedalam kamar Natasha tanpa mengetuk pintu.


"Kenapa kau masuk kedalam kamarku!" Natasha menaruh baju yang sedang ia pegang dan mendekati Jonathan.


"Kau sungguh lama sekali! Aku bosan menunggu di ruang tamu!"


"Sabarlah! kau seperti tidak tau wanita saja" protes Natasha.


"Aku akan menunggu di sini" Jonathan mengalihkan pandangannya ke sofa dan duduk disana.


"Dia sungguh menyebalkan!"


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya