Magical Love

Magical Love
Siapa Namamu?



Jonathan melajukan mobilnya ke pantai, ia memarkirkannya di salah satu penthouse di dekat sana. Selama perjalanan Natasha tertidur pulas di dalam mobil, ia terlalu lelah bertanya pada Jonathan tentang kemana mereka akan pergi, tapi tidak ada jawaban dari Jonathan.


"Tasha, bangun" Jonathan menggerakan sedikit bahu Natasha.


"hmm.. Aku masih ngantuk ayah, 5 menit lagi ya" jawabnya dengan mata masih terpejam.


"Ayah? Aku bukan ayahmu. Bangun, Tasha" Jonathan semakin menggoyangkan badan Natasha.


"enggg...Aku bilang 5 menit lagi" jawabnya dan sedikit mengubah posisinya menjauh dari Jonathan.


"Baiklah, 5 menit." Jonathan pun melihat jam yang ada di tangannya dan menunggu bebrapa menit kedepan.


5 menit kemudian


"Ayo bangun, ini sudah 5 menit!" seru Jonathan memegang bahu Natasha.


"Aku masih mengantuk" Natasha melepaskan tangan Jonathan tanpa membuka matanya.


"Ya tuhan, nanti kita kehilangan sunsetnya. Cepat bangun!" Jonathan mengeraskan suaranya, tapi tidak ada jawaban dari Natasha.


"Tidak ada cara lain" gumam Jonathan, dia keluar dari dalam mobil dan membuka pintu Natasha dari luar, Jonathan menggendong tubuh Natasha, sehingga ia pun terbangun dari tidurnya.


"Apa yang kau lakukan! Turunkan aku!" perintah Natasha, Jonathan pun menurunkan Natasha dengan perlahan.


"Kenapa kau melakukan itu!" Natasha merapihkan dressnya yang sedikit berantakan.


"Karena kau susah sekali di bangunkan! Cepat ikut aku" Jonathan menggenggam erat tangan Natasha menuju pantai. Natasha berjalan mengikuti langkah Jonathan dan melihat tangannya yang di genggam.


"Hari ini aku merasa seperti anak kecil yang terus di tarik sesuka hati" gumam Natasha.


***


Di saat yang bersamaan, acara launching Luxottica telah selesai. Hanya sebagian orang masih berada di dalam gedung, termasuk Henry. Matanya tidak lepas mencari seseorang di gedung ini, adiknya yang tiba tiba saja menghilang di tengah acara.


"Kakak" panggil seorang wanita dengan wajah cantik dan rambut berwarna merah. Henry seketika menoleh kebelakang.


"Kau ini dari mana saja! Tiba tiba menghilang di tengah acara!" ucap Henry terlihat kesal dengan adiknya.


"M-maaf, tadi aku.. tersesat saat ke toilet" jawabnya dengan tersenyum kecil kearah kakaknya.


"Tersesat? Bagaimana bisa"


"Gedung ini terlalu besar, tadi aku berkeliling dan tidak menemukan kakak" jawabnya. Henry melihatnya dengan tatapan curiga.


"Kau tidak menggunakan spell pada muggles lagi kan?" bisik Henry, ia menyipitkan mata kearah adiknya.


"Alasanmu tidak masuk akal, apa yang kau sembuyikan dariku?" tanya Henry.


"Aku tidak menyembunyikan apa apa kak, sungguh" dia menunduk karena takut akan tatapan mata Henry.


"Kau ingat peraturannya kan? Dan tau akibatnya kalau kita menggunakannya pada Muggles?" terdengar penekanan pada setiap pertanyaan Henry.


"Iya kak, aku ingat. Lagipula, kalau aku menggunakannya, pasti Obliviator sudah datang kesini" jawabnya dengan suara rendah.


"Obliviator bisa saja terlewat.. atau, mantra yang kau gunakan sudah kau tutupi dengan shield" selidik Henry. Dia hanya tidak mau ada masalah yang terjadi pada adiknya ini. Tapi adiknya hanya diam dan menunduk tanpa menjawab perkataan Henry.


"Henry, kau masih disini?" Roy menghampiri Henry dan memperhatikan wanita di sebelahnya.


"Apa ada masalah? Dia siapa?" tanya Roy.


"Tidak ada masalah Tuan Roy, dia adik saya." jawab Henry.


"Ohh dia adikmu, tadi aku tidak melihatnya saat acara" ucap Roy.


"Dia pemalu Tuan, jadi dia berkeliling sendiri. Iya kan?" ucap Henry sambil menyentuh pundak adiknya.


"Angkat kepalamu, tidak sopan terus menunduk pada orang yang sedang berbicara" Henry berbisik di telinga adiknya.


"I-iya, saya tadi berkeliling mencari suasana yang lebih sepi" jawabnya sambil tersenyum.


"hmm begitu, Siapa namamu?" ucap Roy, tersenyum ramah dan mengulurkan tangan ke hadapan adik Henry. Dia membalas senyuman Roy dan menerima jabatan tangannya.


"Namaku Kassandra, Tuan"


.


.


.


.


.


*Muggles : Orang biasa yang tidak bisa menggunakan sihir.


*Obliviator : Petugas dunia sihir untuk melupakan ingatan Muggles jika mengetahui rahasia dunia sihir.


Mohon Bantuannya untuk Like, Comment dan Votenya ya kak, biar aku makin semangat nulisnya hehe. Terima Kasih 💕🤗