
Jonathan mengepalkan tangannya menahan amarah. Tidak habis pikir dengan apa yang sudah di beritakan oleh karyawannya, sebelumnya tentang dirinya seorang gay, kemudian meniduri sekretarisnya sendiri. Benar benar tidak bisa di maafkan.
"Siapa yang menyebarkan berita seperti itu!" ucap Jonathan penuh dengan penekanan.
"S-saya tidak tahu pasti pak" jawab Clay dengan wajah yang masih menunduk.
"Cari tahu dari mana sumbernya!" seru Jonathan.
"Sudahlah, ini tidak perlu di perpanjang. Hanya sebuah gosip dan akan menghilang seiring berjalannya waktu" Natasha memotong perbincangan mereka, beranjak dari duduknya dan menghampiri Clay.
"Kau boleh keluar Clay" ucap Natasha dengan suara lembutnya.
"Baik, terima kasih Natasha" balas Clay, kemudian ia pun keluar dari ruangan itu.
Jonathan menghampiri Natasha, ia memegang kedua bahu wanita itu untuk menghadap kearahnya.
"Kalau kau mau, aku bisa memberi pelajaran pada orang yang berani membicarakanmu" ucap Jonathan.
"Tidak perlu, ini hanya masalah kecil" Natasha menjauhkan tangan Jonathan.
"Masih ada masalah penting yang harus aku selesaikan, aku permisi" ucap Natasha kemudian pergi meninggalkan ruangan itu dan kembali ke meja kerjanya.
Seharian bekerja membuatnya tidak fokus. Bahkan semua kata kata yang ia dengar tadi di toilet selalu melintas di kepalanya.
~
"Aku tidak menyangka Natasha seperti itu, wajah polosnya benar benar menipu"
"Benar, bahkan segala cara ia lakukan untuk bisa mendapatkan posisi itu"
"Dia belum lama bekerja disini, aku yakin pak Jonathan hanya membuatnya menjadi pelampiasan nafsu saja, bukan karena pekerjaannya yang hebat"
~
Hari sudah menjelang sore dan Natasha berniat untuk pulang kerumah. Natasha melajukan mobilnya, pikirannya masih di penuhi oleh ucapan ucapan yang tidak enak di dengar selama gosip tersebut masih hangat menyebar. Selama menjadi sekretaris, Natasha memang jarang membaur lagi dengan teman satu kantornya karena pekerjaan yang terlalu padat dan hal itu membuat banyak pertanyaan bagi orang sekitar yang mengenal Natasha, bahkan tidak sedikit karyawan yang mempercayai berita yang sedang beredar saat ini.
"Kenapa aku masih saja kepikiran, benar benar bodoh. Padahal aku sendiri yang bilang ini bukanlah hal penting" gumam Natasha dalam hati.
Natasha menghentikan mobilnya di sebuah toko ice cream, mendinginkan kepala dengan makanan manis seperti sudah menjadi kebiasaannya. Dia turun kemudian memesan satu mangkuk ice cream kesukaannya dan duduk sendirian di pojok ruangan dekat dengan jendela. Ini menjadi tempat ternyamannya selama dua tahun terakhir.
“Ini pesanannya nona” ucap seorang pelayan.
“Terima kasih” balas Natasha.
Sambil memakan ice cream dan melihat orang orang di jalan sudah bisa membuat pikirannya lebih tenang daripada sebelumnya. Tiba tiba matanya menangkap sosok wanita melintas di sebrang jalan dengan seorang laki laki. Rambut merah itu terasa tidak asing baginya. Natasha makin menajamkan matanya untuk meyakinkan apa yang ia lihat. Pakaiannya memang sangat berbeda dari yang pernah ia lihat sebelumnya.
“Bukankah itu kassandra?” Gumam Natasha. Ia segera berdiri dariduduknya dan keluar dengan cepat dari toko itu, tapi sosok wanita itu menghilang dari balik mobil mobil yang melintas dengan cepat. Natasha menoleh ke kanan dan kiri sebrang jalan itu tapi tidak juga menemukannya.
“Aku yakin itu dia. Tapi kenapa bisa ada disini” ucap Natasha heran dengan apa yang sudah ia lihat, kemudian ia masuk kembali kedalam toko dan menyelesaikan ice cream yang semula ia pesan.
.
.
.
.
Maaf banget aku baru sempet update, kemarin pulang dari luar kota aku belum sempet nulis lagi. 😭 setelah ini aku up dua episode dan akan rajin buat kedepannya hehe
Makasih buat Like, vote dan commentnya ya kaka kaka 😘