Magical Love

Magical Love
Gosip kantor



Setelah semua makanan sudah matang, Natasha menuangkan dua mangkuk bubur dan sup buatan Jonathan untuk dimakan bersama, meletakannya diatas meja dan duduk bersebrangan dengan Jonathan.


"Jo, sejak kapan ada ruangan seperti ini di kantor?" tanya Natasha.


"Sejak kantor ini berdiri. Karena ini tempatku kalau tidak ingin di ganggu siapapun" Ucap Jonathan.


Di dalam ruangan besar ini terbagi dari empat bagian yang terpisah dengan dinding dan pintu, ruang utama untuk kamar tidur dan TV, kedua untuk kamar mandi, ketiga untuk lemari pakaian besar dan yang keempat ruang makan dan dapur kecil.


“Aku tidak sedang sakit, kenapa harus makan bubur dan sup juga” ucap Jonathan melihat makanan diatas mejanya.


“Lalu kau mau apa? Biar aku buatkan” tanya Natasha.


“Tidak usah! Aku sudah sangat lapar, menunggumu memasak akan sangat lama” Jonathan mendekatkan mangkuk itu dan mulai memakannya.


“Oh iya.. aku lupa mengabari ayah” Natasha ingin mengambil ponsel yang tertinggal di tas, tapi pergelangan tangannya di tahan oleh Jonathan.


“Aku sudah mengabari paman, tadi malam aku menelfonnya”


 


“Lalu ayah bilang apa?”


“Paman percayakan semuanya padaku” jawab Jonathan.


“Mana mungkin ayah percayakan semua padamu” ucap Natasha sambil melepas genggaman tangan Jonathan.


“Tidak percaya?” Jonathan tersenyum miring kearah Natasha.


“Tidak! Aku tidak percaya”


“Yasudah kalau tidak percaya” Jonathan kembali melanjutkan makan paginya. Sedangkan Natasha beranjak dari duduknya dan mengambil ponsel dari dalam tas yang semalam diletakan di sofa panjang oleh Jonathan, kemudian menekan tombol panggilan pada nomer ayahnya.


“Hallo, Tasha” terdengar suara khas Roy dari panggilan itu.


“Ayah, maafkan Tasha semalam tidak pulang kerumah”


“Tidak apa sayang, bagaimana keadaanmu? Eric dalam perjalanan ke kantor Jonathan untuk membawakan baju ganti”


“Aku sudah lebih baik. Seharusnya Eric mengantar ayah ke kantor kan, lalu siapa yang mengantar ayah nanti?” tanya Natasha, Eric adalah supir pribadi sekaligus asisten ayahnya.


“Syukurlah kalau sudah lebih baik.. Hari ini ayah pergi naik mobil sendiri dan jangan lupa sampaikan salam ayah pada Jonathan ya"


"Ayah, apa semalam Jo menghubungi ayah?"


"Iya, dia menghubungi ayah. Dia bilang mau menjagamu saat sedang sakit. Ayah percaya padanya" jawab Roy


"Tapi aku juga sakit karena dia" ucap Natasha dalam hati. Pekerjaan yang tidak hentinya di berikan membuat Natasha drop dan sakit.


"Baiklah, nanti aku sampaikan salam ayah pada Jo. Jangan lupa sarapannya ya ayah, maaf hari ini Tasha tidak bisa membuatkan ayah sarapan"


"Iya sayang, tidak apa. Buatkan sarapan untuk Jo, sepertinya dia sudah kerepotan semalam"


"Iya ayah.. Tidak apa apa, dia orang yang suka sekali kalau di repotkan" Natasha sedikit mengeraskan suaranya dan melirik kearah pintu dapur yang terbuka.


"Yasudah ayah berangkat dulu ke kantor. Lain kali lebih hati hati dan jaga kesehatanmu ya"


"Iya.. Hati hati di jalan ya, ayah kan sudah lama tidak menyetir" ucap Natasha, Roy pun mengiyakan perkataan putrinya.


Natasha mematikan sambungan telfonnya dan kembali ke meja makan menghampiri Jonathan.


"Siapa yang kau bilang suka di repotkan?"


"Dirimu, bukannya kau senang kalau di repotkan olehku?" Natasha tersenyum kearah Jonathan dan menaruh ponselnya diatas meja, kemudian kembali duduk berhadapan.


"Enak saja! Besok kalau kau sakit seperti tadi, aku akan meninggalkanmu sendirian di kantor"


"Tinggalkan saja, aku juga tidak meminta untuk di jaga olehmu. Lagipula yang membuatku sampai sakit seperti ini kan dirimu" Jonathan terdiam sebentar akan perkataan Natasha.


"Iya aku yang salah.. Kau puas? Sekarang lanjutkan makanmu dan berhenti bicara" Ucap Jonathan. Natasha terdiam, mereka berdua pun melanjutkan sarapan pagi mereka hingga selesai.


"Biar aku saja yang cuci" ucap Jonathan, ia berdiri dari tempat duduk, tangannya mengambil piring di depannya, tapi Natasha menahan dan mengambil alih piring itu.


"Kau sudah memasak, sekarang giliranku" Natasha membereskan semua yang ada di atas meja dan mulai melangkahkan kakinya untuk mencuci piring. Tidak butuh waktu lama Natasha pun sudah selesai menyelesaikan tugasnya.


Tidak lama kemudian dering ponsel Natasha berbunyi. Jonathan mengambil ponsel yang ada di hadapannya itu.


"Eric?" Ucap Jonathan. Natasha langsung mengambil ponsel itu dan menjawab panggilan.


“Ya hallo”


“Nona Tasha, saya sudah ada di lobby. Tadi ada titipan dari Tuan Roy”


“Oh iya Eric, aku turun ke lobby ya. Tunggu sebentar”


“Baik nona” Balas Eric, kemudian Natasha memutuskan sambungan telfonnya. Natasha melihat jam di pergelangan tangannya menunjukan pukul 07.55. Ia menghembuskan nafasnya berat, pasti karyawan sudah ada beberapa yang sampai di kantor. Jonathan memperhatikan Natasha dengan tatapan tajam.


“Kenapa kau melihatku seperti itu?” Ucap Natasha.


“Siapa Eric?”


“Aku tidak akan memberikannya sampai kau bilang siapa Eric”


“Ya tuhaan, dia itu supir pribadi ayah, Jo.. Cepat kemarikan remote kuncinya” Jawab Natasha, akhirnya Jonathan pun mengambil remote dari saku celananya.


“Menyebalkan” ucap Natasha kemudian merebut cepat barang itu dari tangan Jonathan dan bergegas turun kebawah.


Beberapa karyawan yang ada di kantor melihat kearah Natasha saat keluar dari ruangan Jonathan dan mulai membicarakannya.


“Ku pikir Natasha belum datang, aku tidak melihatnya daritadi” bisik wanita dengan rambut pirang ke salah satu temannya, mereka berada di meja yang bersebrangan.


“Kau lihat bajunya. Itu baju yang dia pakai kemarin kan?” balas wanita itu.


“Apa dia menginap di ruangan pak Jonathan?” tebak salah satu teman sebelahnya.


“Mana mungkin. Ku dengar pak Jonathan tidak menyukai wanita” ucap wanita dengan rambut pirang itu.


“Bisa saja dia menyukai wanita, kita mana ada yang tahu”


“Kalian bertiga! Berhenti bergosip dan mulai bekerja!” Balas Clay, salah satu Manager Team di kantor itu.


Ketiga karyawan itu pun menunduk dan mulai melakukan aktifitas mereka kembali.


***


2 Hari kemudian


"Aku sudah menduganya, pasti gosip aneh akan menyebar lagi" ucap Natasha lirih sambil memijat kapalanya yang masih sedikit pusing. Gosip yang menyebar adalah Natasha sudah tidur dengan pemilik perusahaan untuk mendapatkan posisi pekerjaannya sekarang.


"Gosip apa?" tanya Jonathan.


"Sudahlah, itu tidak penting" Ucap Natasha, ia sedang duduk sofa di ruang kerja Jonathan.


"Itu penting jika berkaitan denganku" Ucap Jonathan sambil duduk di sofa sebelah Natasha.


"Aku tidak bisa mengatakannya, lebih baik kau bertanya dengan orang selain diriku" Natasha menunduk mengingat kata kata yang tidak sengaja ia dengar saat berada di toilet tadi siang.


"Baiklah" Jonathan berdiri mengangkat telfon kantor dan memencet nomer salah satu karyawannya.


"Clay, segera ke ruanganku" ucap Jonathan kemudian menutup kembali telfonnya, ia menyandarkan tubuhnya di depan meja kerjanya.


"Kau benar benar akan bertanya pada Clay soal ini?" Natasha membulatkan matanya tidak percaya.


"Iya" jawab Jonathan singkat.


Tok tok tok


"Ya masuk" Ucap Jonathan.


"Permisi pak" Clay masuk ke dalam ruangan dan menutup kembali pintunya.


"Clay.. Saya mau bertanya, apa gosip yang beredar hari ini di kantor?"


Clay terdiam sejenak, masih mencerna pertanyaan atasannya tersebut. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali karena bingung, sepertinya pendengarannya sedang bermasalah hari ini.


"Gosip pak?" tanya clay meyakinkan pertanyaan Jonathan.


"Aku tidak suka kalau harus mengulang pertanyaanku!" balas Jonathan.


"B-baik pak.. Hari ini saya mendengar beberapa orang bercerita kalau Natasha-" Clay diam dan melirik kearah Natasha yang sedang duduk di sofa memperhatikannya.


"Iya lanjutkan.. kenapa dengan Natasha" Balas Jonathan.


"Natasha.. t-tidur.."


"Clay, ceritakan saja. Jangan memikirkan aku" Ucap Natasha sambil tersenyum ke arah Clay.


"B-baiklah.. Gosip itu bilang, kalau Natasha tidur dengan pak Jonthan, agar mendapatkan posisi yang baik di kantor"


"APA?" suara Jonathan menggelegar di seluruh ruangan.


.


.


.


.


***Mohon dukungannya dengan Like, Comment dan Votenya ya kak..


Terima kasih banyak 🤗***


.


.