Magical Love

Magical Love
BAB 12 Rico Nyebelin (2)



Rico berjalan santai menuju kelasnya. Kedua tangannya dimasukan ke dalam saku celana. Kaca mata hitam bertengger keren di matanya. Cewe-cewe di sepanjang koridor histeris begitu Rico melewatinya. Tebar pesona, batin Arumi yang berjalan beberapa meter di belakang Rico. Arumi cuek aja dan sesekali merapikan poninya yang tertiup angin karena berjalan cepat ingin mendahului Rico menuju kelas.


“enricoooo~~” teriak seseorang yang berlari dari belakang Arumi dan menabrak bahunya dari belakang.


“aduhh.” Arumi terhempas ke tembok di sampingnya. Untung ada tembok coba kalo ga mungkin Arumi udah jatuh menegnaskan ke bawah sana.


“enricooo tunggu guee.” Teriaknya lagi yang ternyata si Jessica. Rico yang mendengarnya sontak menoleh dan begitu tau yang memanggilnya Jessica Rico langsung lari terbirit-birit.


“si Jessica makannya toa kali yaa, kalo ngomong kenceng banget.” omel Arumi mengusap bahunya bekas tertabrak Jesica dan berjalan kembali menuju kelasnya.


Arumi tiba di kelasnya dan suasana di kelasnya cukup mencekam dan dramatis. Di dalam sana  Jessica duduk di jendela siap kaya mau terjun ke bawah sedang Rico dan yang lainnya berusaha membujuknya untuk turun.


“gue ga mau turun sampe Rico mau nerima gue jadi pacarnya. Kalo Rico tetep ga mau gue bakal loncat nihh.” Jessica membuka jendelanya lebih lebar lagi.


“ehhh sabar jess sabarr, jangan loncat ya.” Rico berusaha membujuknya supaya ga loncat. Arumi yang melihat itu dengan santai menghampiri Jessica dan menyuruh Rico minggir dengan mengibaskan tangannya.


“jess lo ngapain sih duduk di situ kaya orang ga punya kerjaan.” ucap Arumi menatap Jessica kasian.


“gue mau lompat kalo Rico ga nerima gue jadi pacarnya.” Teriak Jessica menunjuk Rico.


“apa?? Gue ga salah denger. Lo mau lompat dari situ?” Arumi melongok sedikit keluar jendela. Langsung menghadap ke lapangan basket walaupun ini lantai 2 kalo jatuh ya tetep masuk rumah sakit.


“apa lo deket-deket gue. Mau coba bujuk gue biar ga lompat.” Teriak Jessica ke Arumi sambil mengibaskan rambutnya yang panjang.


“hehh ge-er banget lo, gue cuma liat keluar jendela situ, emang lo beneran berani loncat ke bawah sana?” pancing Arumi, Jessica gelagapan, sebenernya kan ini cuma buat ngancem Rico.


“ehh gue berani dong. Kalo gue ga berani ngapain gue ada di sini.” tantang Jessica berani.


“ehh denger ya kalo lo mau banyak drama, jangan di sini deh.” ucap Arumi tegas, Anak sekelas melongo mendengar ucapan Arumi, bukannya membujuk malah ngomporin.


“maksud lo apaan sih.” Bentak Jessica ga terima.


“gini gue ga mau kelas ini jadi punya tragedi kalo misal lo jatuh beneran ke bawah sana. kalopun lo jatuh lo juga ga mungkin mati, paling ya gegar otak, patah tulang, atau bisa juga sampai diamputasi” ucap Arumi sadis. Jessica langsung mlempem. Dia menoleh ke belakang dan menatap ke bawah sana. Ngeri juga. kalo jatuh beneran gimana.


“udah cepet lo turun, pindah tempat sana yang lebih tinggi, atep kek, tiang listrik kek, asal jangan drama di sini” Ucap Arumi kesal. Jessica langsung turun dari jendela dan berlari keluar kelas. Anak-anak sekelas tepuk tangan.


“Wah hebat lo mi bisa nyuruh dia turun.” Ucap Rico takjub sambil bertepuk tangan.


“gue ga nyuruh dia turun kok, dia aja yang turun sendiri.” ucap Arumi asal dan  langsung duduk di bangkunya.


“Wahh mi lo top BGT deh.” puji Alice menunjukan kedua jempolnya ke Arumi, Arumi hanya mengibaskan tangannya malu.


___****___


Rico berdiri di balkonnya menatap awan yang mendung. Bentar lagi ujan. Rico menatap ke bawah dan melihat Arumi lagi di pinggir kolam. Ngapain tuh anak berdiri di pinggir kolam mendung-mendung gini. Rico langsung turun untuk menghampirinya.


“Arumi…!!” Rico menepuk bahu Arumi dari belakang, tapi karena kaget keseimbangan Arumi jadi ga stabil dan “ahhhhh~~”


BYURRRR…


Arumi jatuh ke kolam. Rico juga ikutan kaget.


“mi…arumi gapai tangan gue. Cepet.” Rico jongkok dan mengulurkan tangannya. Arumi menggapai tangan Rico kemudian menariknya ke permukaan.


“uhuukk uhukk aduhh minum air kolam dah gue.” ucap Arumi setelah lebih tenang, Rico ikut menepuk-nepuk punggung Arumi.


“ko lo bisa jatuh si mi.” tanya Rico bingung.


“gue kaget tau, lo sih kalo dateng sukanya tiba-tiba kaya setan aja, uhuk uhuk udah tau lagi di pinggir kolam pake dikagetin segala” semprot Arumi sambil memeras rambutnya yang basah.


“yaa sorry mana gue tau lo bakal kaget dan  jatuh kaya tadi.” sesal Rico.


“yaudah gue mau masuk aja,ganti baju, basah kuyup gini.” Ucap Arumi kedinginan sambil memeluk tubuhnya sendiri,  Rico yang merasa bersalah mengantar Arumi sampai kamarnya.


___****___


HACHIMM~~


Arumi menggaruk hidungnya yang gatal. Mesti gara-gara kecebur kolam tadi. Aduh meler deh.


“Arumii….” ucap Rico menepuk bahunya dari belakang.


“astaga dragon, ya ampun Ricoooo" teriak Arumi memegang dadanya yang kaget, "bisa ga sih ga usah kagetin gue.” 


“hehehe. Lo pilek yaa hahaha.” ejek Rico bahagia.


“kenapa ketawa lo. Seneng liat gue menderita hahhh.”


“engga ko.” elak Rico.


“iya engga salah. Lo kan keturunan setan jadi ya pantes seneng gitu liat gue menderita kaya gini” sindir Arumi tajam.


“berati lo katain nyokap gue setan dong, gue bilangin baru tau rasa lo.” ucap Rico meledek.


“bilangin aja hachimmmm~” Arumi menggaruk hidungnya lagi.


“hahahahaha” Rico langsung lari ke kamarnya.


“dasar setan.” ucap Arumi kesal dan kembali ke kamarnya untuk tidur.