
Dua minggu kemudian
Acara pembukaan untuk produk terbaru Lucottica Group segera di mulai, ruangan yang sangat besar dengan layar megah juga kursi yang cukup banyak untuk para tamu dari berbagai negara sudah terisi. Dengan gaun berwarna biru langit Natasha masuk kedalam ruangan besar itu, makeup tipis dengan rambut bergelombang membuat kesan anggun dalam diri Natasha. Mata Jonathan tertuju padanya yang kala itu sedang mendampingi beberapa tamu.
“Saya permisi dulu Tuan Henry” ucap Jonathan kemudian berjalan menghampiri Natasha.
“Tasha, kita akan ada pembukaan acara 10 menit lagi, kenapa kau masih ada disini?” tanya Jonathan sambil melirik kearah lawan bicara Natasha yang seakan tidak suka akan kedatangan Jonathan.
“Oh iya, aku akan segera kesana” ucap Natasha
“Maaf Mr. Kendrew, saya permisi” ucap Jonathan menarik pergelangan tangan Natasha menjauh dari perkumpulan itu.
“Aku bisa berjalan sendiri! Tidak usah menarikku” ucap Natasha melepas genggaman tangan Jonathan.
“Kau sekretarisku, dampingi aku bukan dampingi pemilik perusahaan lain!” balas Jonathan.
“Mereka semua buyer kita, seharusnya kau senang aku bisa akrab dengan mereka”
“Tidak usah protes! Dan jangan pergi jauh dariku selama acara ini berlangsung!” ucap Jonathan, entah kenapa ada rasa khawatir membiarkan Natasha sendirian dengan para laki laki disini.
“Kau ini kenapa jadi aneh sekali. Memangnya aku pengasuh yang harus selalu menemanimu!” balas Natasha.
"Tuan Jonathan, acaranya akan segera dimulai” ucap Clay menghampiri Jonathan dan juga Natasha.
“Iya, sebentar lagi aku kesana” ucap Jonathan kemudian beralih melihat kearah Natasha.
“Sudah ku bilang jangan banyak protes, kau hanya membuang buang waktuku. Ayo cepat!” Ia kembali menarik pergelangan tangan Natasha.
Jonathan pun naik keatas panggung besar dengan tampilan layar megah di dampingi Natasha. Ia mempromosikan dan menjelaskan ulang seluruh produk baru yang akan mereka keluarkan mulai dari hari ini. Semua diakhiri dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari para tamu.
Natasha lebih dulu turun dari atas panggung meninggalkan Jonathan. Dan disambut oleh ayahnya yang juga hadir dalam acara itu.
“Tasha, ayah mau memperkenalkan seseorang padamu” ucap Roy.
“Siapa ayah?” tanya Natasha
“Dia ada disana, ayo.” ucap Roy tanpa menjawab pertanyaannya. Kemudian berjalan diikuti oleh Natasha ke sebuah meja bundar dengan beberapa orang yang sedang duduk disana.
“Henry, ini anakku. Natasha” ucap Roy kemudian salah satu dari mereka berdiri menghadap kearah Roy.
“Natasha? Ternyata kau anak dari Tuan Roy” ucap Henry dengan tersenyum kearah Natasha. Ia mengulurkan tangannya dan disambut baik oleh Natasha.
“Tuan Henry. Senang bisa bertemu lagi denganmu” balas Natasha.
“Kalian sudah saling mengenal?” tanya Roy.
“Sudah ayah. Kita bertemu di Italia sebulan yang lalu” jawab Natasha.
“Ayah kira kau hanya bertemu dengan Mr. Thomas. Baguslah kalau kalian sudah saling mengenal” ucap Roy.
“Tuan Henry, kau kesini bersama Mr. Thomas?” tanya Natasha
“Tidak, aku bersama adikku” ucap Henry, ia menoleh kearah sebuah bangku, tapi bangku yang ia lihat kosong.
“Sepertinya ia sedang ke toilet. Oh iya, jangan memanggilku Tuan, panggil dengan nama saja, Henry” sambung Henry.
“Baiklah” balas Natasha.
“Ayo kita duduk Tasha” ucap Roy, mereka berdua pun duduk di kursi yang masih kosong dan melanjutkan pembicaraan mereka.
“Hampir saja Natasha melihatku” ucap seorang wanita bersembunyi di balik dinding dekat dengan toilet.
Jonathan saat itu mencari Natasha, karena tanpa pamit ia meninggalkan Jonathan sendirian.
“Kemana dia” gumam Jonathan, dengan wajah kesal berkeliling melewati kerumunan orang banyak.
“Jonathan” panggil seorang wanita membuat Jonathan mengalihkan pandangannya kearah suara itu.
“Sherly?” Jonathan melihat wanita itu tersenyum.
“Iya Jonathan, sudah lama kita tidak bertemu” balas wanita itu dengan senyuman manis kearah Jonathan.
“Kau kesini bersama paman?” tanya Jonathan.
“Oh ya? Dimana paman Dave?” tanya Jonathan.
“Daddy ada disana. Ayo kita temui daddy, pasti dia senang bisa bertemu denganmu” Shery menunjuk sebuah meja yang berjarak dekat dengan tempatnya berdiri.
“Baiklah” Jonathan pun mengikuti langkah kaki Sherly menuju meja itu dan menunda niat awalnya mencari Natasha.
Sherly adalah anak dari Dave, pemilik salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Luxottica Group. Saat itu Dave mengenalkan Jonathan dengan Sherly agar keduanya bisa menjalankan hubungan lebih erat dari sebelumnya. Dave sangat berharap Jonathan bisa bersama dengan Sherly, namun, Jonathan menolaknya karena ia belum memikirkan untuk menikah dan masih fokus menjalankan usahanya. Mereka bertiga berbincang cukup lama sampai Jonathan lupa akan sesuatu.
Praaangg
Suara pecahan kaca dari tengah ruangan terdengar, semua orang yang ada di dalam ruangan melihat kearah sumber suara itu. Natasha membungkukan badannya beberapa kali tanda meminta maaf atas kekacauan yang sudah dibuatnya. Saat itu ia sedang mengambil secangkir orange juice di tengah ruangan yang berisikan sajian makanan dan minuman, tapi tangannya menjatuhkan gelas dengan tidak sengaja. Jonathan dengan cepat mendekat ke tengah ruangan tanpa berpamitan dengan Dave dan juga Sherly.
“Kau tidak apa apa?” ucap Jonathan memegang pergelangan tangan kanan Natasha.
“Aku yakin tadi dia. Tidak mungkin aku salah lihat untuk yang kedua kali” gumam Natasha dalam hati tanpa menjawab Jonathan.
“Hei! Aku sedang berbicara padamu” Seru Jonathan
“Ya? A-aku tidak apa apa Jo” balas Natasha.
“Kenapa begitu ceroboh. Lihat bajumu jadi kotor. Sudah ku bilang kan jangan pergi jauh dariku” seru Jonathan
“Tapi acara utama sudah selesai kan, kenapa aku tidak boleh pergi jauh darimu?” balas Natasha
“Karena aku tau kalau kau akan membuat keributan seperti ini” seru Jonathan merendahkan suaranya, beberapa orang mulai berbisik membicarakan mereka. Natasha mencoba melepaskan genggaman tangan Jonathan, namun, genggaman itu semakin erat.
“Lepaskan Jo”
“Ayo ikut aku” Jonathan menarik Natasha agar menjauh dari tengah ruangan.
“Tidak mau, lepaskan” seru Natasha. Tapi Jonathan tidak memperdulikannya dan terus berjalan.
“Tuan Jonathan” panggil henry.
“Sepertinya nona Natasha tidak mau ikut bersamamu” sambungnya dan menarik pergelangan tangan kiri Natasha.
“Jangan ikut campur, dia adalah tanggung jawabku” Jonathan kembali menarik tangan Natasha agar mendekat padanya.
“Tapi dia tidak mau dipaksa olehmu” balas Henry kembali menarik tangan Natasha.
“Kalian ini.. Hentikan!” seru Natasha, ia melepaskan kedua tangannya dari Jonathan dan juga Henry.
“Henry, aku tidak apa apa” Natasha tersenyum kearah Henry.
“Dan Jonathan, tolong jelaskan kenapa aku harus ikut bersamamu?” tanya Natasha. Jonathan hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan itu.
“Baiklah kalau tidak ada jawabannya, aku-”
“Untuk mengganti gaunmu" jawab Jonathan. Natasha diam sejenak memperhatikan gaun birunya yang kotor dan basah.
“Jadi dia hanya mengkhawatirkan gaun?” gumam Natasha, ia menghembuskan nafasnya berat.
"Baiklah, aku ikut dengan mu" ucap Natasha.
"Hmm.. Henry-"
"Iya, aku mengerti Natasha" ucap Henry sambil tersenyum.
"Terima kasih Henry, kalau begitu, aku permisi" ucap Natasha berlalu meninggalkan Henry dan berjalan mengikuti Jonathan dari belakang.
.
.
Jangan lupa Like, comment dan vote nya ya kak.. makasih 💕
(Henry)
(Kassandra)