
Venesia, Italia
Kassandra terlihat duduk bersandar di sebuah sofa ruang tengah kediaman keluarganya, matanya terpejam, dia terlihat bingung akan apa yang harus ia jelaskan kepada Henry atas semua kesalahan yang sudah ia perbuat. Memang akan ada sesuatu yang berubah diantara Jonathan dan Natasha, tapi dia melupakan peraturan itu saat dirinya menggunakan mantra pada mereka.
Kassandra bukanlah seorang peramal melainkan seorang penyihir yang masih pemula, walaupun dirinya keturunan murni tapi itu tidak membuat dirinya merasa hebat.
Para penyihir sekarang hidup berdampingan dengan manusia biasa dan beraktifitas normal, mungkin mereka mempunyai ruangan tersembunyi seperti ruang buku sendiri dan tempat perkumpulan khusus dan hanya kalangan penyihir yang bisa memasukinya.
Seperti saat itu, Kassandra hanya ingin memberikan pelajaran pada Natasha dan Jonathan karena mengganggu aktifitasnya saat membaca di ruang buku favoritnya yang juga merupakan museum umum untuk manusia.
**Flashback on
Saat itu Natasha dan Jonathan sedang memasuki salah satu museum di kota Venesia.
"Sebentar, aku masih mau melihat buku buku disana" Balas Natasha. Lalu dia pergi ke suatu ruangan dengan banyak buku di dalamnya. Ada beberapa buku sejarah menceritakan tentang peninggalan Yunani.
Jonathan sudah mulai lelah dan bosan, dia kurang tertarik dengan hal semacam ini.
"Setelah ini kita kembali ke hotel" seru Jonathan.
"Bukankah nanti malam ada carnaval di pusat kota? Kita tidak akan pulang sampai carnaval selesai! Kau tahu, itu hanya diadakan setahun sekali."
"Ayolah Natasha, aku lelah.. Dari pagi kita sudah banyak berkeliling"
"Tidak mau! aku tidak mau kembali ke hotel!"
"Kalau begitu pergilah sendiri ke carnaval! Kau itu menyusahkan ku saja"
"Kau yang menyusahkan ku! aku pergi ke Italia semua kan karena ulahmu!" Balas Natasha dengan kesal.
BRUK
Natasha dan Jonathan sontak kaget dan melihat sumber suara, ternyata satu buku terjatuh dari rak pajangan. Natasha menghampiri buku itu untuk mengambilnya, dia menajamkan matanya heran.
"Bagaimana ini bisa terjatuh, jelas jelas tidak ada yang menyentuhnya" Gumam Natasha.
"Menarik" ucap Kassandra dalam hati. "Sampai bertemu di carnaval"
Flashback Off
Henry terlihat berjalan menghampiri sofa yang di duduki Kassandra. Gerakan sofa yang sedikit berguncang membuat Kassandra membuka matanya. Ia membenarkan posisi duduknya menoleh kearah Henry yang sedang menatapnya penuh selidik.
"Kau bisa menjelaskannya sekarang" Ucap Henry.
"A-ku.." Kassandra menunduk "Hanya memberi pelajaran pada mereka"
"Siapa yang kau maksud?" tanya Henry. Kassandra terdiam sejenak dan menggigit bibirnya, ia sungguh takut dengan Henry.
"Natasha dan Jonathan" dengan suara kecil Kassandra menyebutkannya, tapi masih terdengar oleh Henry, nama itu tidak asing di telinga Henry membuat ia menyentuh kedua pundak adiknya untuk menegaskan.
"Apa aku tidak salah dengar? Natasha dan Jonathan kau bilang?" Kassandra hanya mengangguk pelan mengiyakan perkataan Henry.
"Bagaimana bisa!" Henry mengerutkan keningnya. "Kapan kau bertemu mereka? Bukankah kemarin baru pertama kali kau pergi ke Kanada?"
"Aku bertemu mereka di sini, Italia. Beberapa bulan yang lalu" ucap Kassandra sambil menunduk.
"Kenapa kau melakukan itu, Sandra!"
"A-aku hanya memberi pelajaran pada mereka" Ucap Kassandra. Dia mulai menceritakan semua detail kejadian yang sudah ia alami saat itu pada Henry.
"Apa yang harus aku lakukan kak?" tanya Kassandra.
Henry menghembuskan nafasnya berat. "Tidak ada yang bisa kau lakukan! Kita hanya bisa melihat apa yang akan terjadi setelah ini"
***
Jangan lupa Like dan komentarnya ya