
Setelah memakaikan dasi, Natasha memberikan jas hitam untuk Jonathan. Merapihkan posisi kerah jas dan mengancingnya. Moment ini seperti pernah ia alami sebelumnya, dimana ia selalu menyiapkan pakaian dan memasangkan dasi untuk Jonathan, saat menjadi istri Jonathan di dalam mimpinya.
"Ayo berangkat" Ucap Jonathan.
Mereka berdua pun berangkat menuju Rodenstock company dengan di dampingi supir pribadi Jonathan, paman Lee. Di kursi belakang terlihat suasana yang sangat hening, paman Lee sebagai supir yang sudah dari kecil bersama Jonathan menatap mereka heran. Mungkin akan lebih normal kalau mereka berdua bertengkar, duduk berjauhan dan saling memalingkan muka adalah hal yang aneh untuk mereka.
"Tuan Jonathan, Nona Natasha.. Apa kalian sedang ada masalah?" Tanya paman Lee, dia adalah laki laki paruh baya, supir kepercayaan Key untuk selalu mendampingi Jonathan.
"Tidak"
"Iya"
Jawab Jonathan dan Natasha bersamaan. Natasha melirik tajam kearah Jonathan. Apa kesalahan yang sudah ia lakukan hingga Jonathan menjawab Iya untuk pertanyaan paman Lee.
"Apa masalahmu denganku?" Tanya Natasha. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tidak ada jawaban dari Jonathan.
“Aku tidak mengerti, ada apa dengannya? Seharusnya kan aku yang marah karena masalah kemarin,” Gumam Natasha, ia membuang wajahnya karena merasa diabaikan Jonathan.
~Roden Stock Company
Di ruang meeting terlihat lima orang pria sudah menunggu kedatangan mereka, pemilik perusahaan Mr. Kendrew menjabat tangan juga mempersilahkan Jonathan dan Natasha untuk duduk. Mereka segera memulai pertemuan itu, membicarakan kerjasama antar perusahaan Roden Stock Company dan juga Luxottica. Jonathan dan Natasha mempresentasikan perincian strategi penjualan untuk Brand baru mereka dengan sangat detail dan jelas.
Mr. Kendrew memperhatikan setiap perkataan Jonathan, merasa puas akan semua penawaran kerjasama yang di sampaikan Jonathan dan juga Natasha. Keempat orang lainnya juga mengangguk setuju atas penawaran yang sudah Jonathan sampaikan. Meeting hari ini berjalan sukses dan berakhir dengan penanda tanganan kontrak kerjasama.
"Bulan depan kami akan mengadakan acara untuk launching beberapa Brand baru kami, suatu kehormatan apabila Mr. Kendrew bisa hadir," Ucap Jonathan, ia mengulurkan tangannya tanda berakhirnya pertemuan mereka. Laki laki paruh baya itu pun tersenyum.
"Saya pasti akan hadir, terima kasih atas undangannya Mr. Jonathan," Jawab Mr. Kendrew menerima uluran tangan Jonathan.
"Sekretaris anda mempunyai kemampuan yang bagus," Puji Mr. Kendrew kepada Natasha saat mendampingi Jonathan, Mr. Kendrew bergantian menjabat tangan Natasha.
"Thank you, Mr. Kendrew" Ucap Natasha tersenyum ramah. Mereka pun bergantian untuk keluar dari ruangan itu.
***
"Sudah sampai mana persiapan kita untuk acara bulan depan?" tanya Jonathan. Mereka sudah berada di dalam mobil bersama paman Lee untuk pulang kerumah.
"Persiapan sudah sampai 80%" Jawab Natasha singkat.
"Buat menjadi 100% dalam waktu dua minggu" Ucap Jonathan.
"Apa? Dua minggu? Ini acara besar dan akan di hadiri orang penting berbagai Negara, perkiraan selesai bisa sampai 3 minggu lamanya, lagipula acara di mulai bulan depan" Natasha melihat Jonathan tidak percaya, apa dia menganggap dirinya robot, bahkan tidak memberikan kesempatan untuknya beristirahat.
"Kalau begitu percepat menjadi 2 minggu. Tidak ada penolakan dalam semua perkataanku!" Tegas Jonathan.
"Tidak bisa di percaya, kau menganggapku ini apa? Robot atau manusia?" Natasha mulai terbawa emosi.
"Aku akan mengecek semua pekerjaanmu dan itu juga membutuhkan waktu! Kau pikir aku bisa mengeceknya hanya dalam waktu seminggu?" Jonathan membalas tatapan Natasha. Paman Lee melihat mereka dari kaca mobil hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dari kecil ia sangat mengetahui kebiasaan Jonathan dan Natasha hanyalah berdebat.
"Kalau begitu aku membutuhkan bantuan, berikan aku satu orang bagian marketing untuk membantu persiapannya" Ucap Natasha.
"Tidak bisa! Mereka sudah mempunyai tugas mereka sendiri untuk acara nanti,"
"Tidak ada tapi dalam kamusku" Ucap Jonathan kemudian memalingkan wajahnya kearah jendela mobil.
Natasha mengerutkan dahinya, sangat merasa kesal dengan sikap seenaknya yang di lakukan Jonathan. Masalahnya ia harus bekerja siang dan malam untuk persiapan itu.
"Sudah sampai nona" Ucap paman Lee. Natasha melihat daerah sekitarnya kemudian turun dari mobil.
"Terima kasih paman Lee," Ucap Natasha ramah dan di balas dengan anggukan juga senyum dari paman Lee tanpa menyapa Jonathan.
***
"Tasha, kau sudah pulang nak?" tanya Roy yang sedang duduk di depan ruang TV.
"Iya ayah, hari ini ada meeting dengan client, jadi bisa pulang lebih awal," jawab Natasha, ia mendudukan badannya di sebelah Roy.
Roy melihat raut wajah Natasha yang sepertinya sedang dalam mood yang tidak baik.
"Ada masalah lagi dengan Jo?" tanya Roy sambil tersenyum. Natasha menghembuskan nafasnya berat dan menyandarkan kepalanya pada sofa.
"Kenapa laki laki yang satu itu sangat menyebalkan ayah?" ucap Natasha, ia memejamkan matanya mengingat kembali segala perintah yang di berikan Jonathan.
"Memangnya apa yang sudah laki laki itu lakukan pada putri kesayangan ayah ini, hm?" Roy mengelus rambut Natasha dan tersenyum.
"Dia menyuruh ku bekerja dan bekerja tanpa henti, aku sungguh lelah.. Bolehkan aku pindah saja ke perusahaan ayah?" Natasha membuka matanya dan menatap Roy sendu.
"Tidak bisa sayang. Ayah mau melihat dirimu sukses tanpa bantuan ayah" jawab Roy.
"Ayah percaya, kalau putri kecil ayah ini pasti bisa melewati semuanya" Natasha tersenyum pada Roy dan memeluknya.
"Emm.. Putri ayah satu ini sangat manja dan bau keringat" Roy menepuk punggung anaknya.
"Bau? ayaahh.. aku tidak bau." Natasha melepas pelukan dengan Roy dan memastikan bau tubuhnya.
"Mandi dan berganti bajulah dulu, baru kau boleh peluk ayah" balas Roy dengan tawa kecilnya. Natasha memajukan bibirnya mendengar candaan Roy.
"Jangan manyun seperti itu, pantas saja Jonathan selalu senang membuatmu kesal, wajah kesal anak ayah sungguh menggemaskan" Sambung Roy.
"Ihhh Ayaahh.." panggil Natasha dengan manja diiringi gelak tawa Roy melihat tingkah laku putrinya.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan Like, Comment dan Vote ya kak..
Terima kasih 💕😘