Magical Love

Magical Love
BAB 6 Papandayan 2



 Jam istirahat akhirnya berdering dan usai sudah pelajaran yang bikin pusing tujuh keliling. Fisika. 


"mi besok minggu adventure club mau hicking di Garut ya" Tanya Alice sambil bercermin menata rambut kusutnya di cermin kecil yang dibawanya.


"iyaa. Kenapa?" jawab Arumi sambil melepas ikatan rambutnya dan menyisirnya dengan jari.


"lo ikut?"


"ya jelas lah ini kan keinginan gue dari dulu" jawabnya semangat masih menyisiri rambutnya dengan jari.


"ngomong-ngomong kenapa si lo pengen banget naik gunung, terus ikutan adventure club terus dari kelas X?" Tanya Alice lagi penasaran dan memasukan cermin kecilnya ke saku dan menghadap ke Arumi.


"ehmm soalnya gue pengen liat samudra awan dari puncak gunung, liat sunrise, liat garis kuning tua sebelum matahari tuh terbit apalah namanya gue lupa" jawabnya antusias, pikirannya sudah menerawang jauh apabila dapat mewujudkan itu semua.


"kalo mau liat awan dari atas, dari pesawat juga bisa, liat sunrise lo tinggal bangun pagi-pagi terus lo liat deh matahari lagi terbit." Ujar Alice asal.


"engga lice. Kesannya tuh beda kalo diliat dari puncak gunung, lebih mengesankan gitu, lebih fantastis.....aduh gue jadi ga sabar pengen naik gunung" sahutnya gemes sendiri. Alice Cuma bisa melongo menatap Arumi yang mulai bayang-bayangin lagi di atas gunung.


"terus kenapa lo ikutan adventure club?" Tanya Alice setelah beberapa menit kemudian.


"soalnya itu salah satu jalan gue bisa naik gunung dan ada alasan lain juga sih" jawabnya sambil memikirkan sesuatu.


"apaan mi?" Tanya Alice penasaran.


"adventure club sekolah ini tuh gabung sama ACB (Adventure Club Of Bandung)." Jawab Arumi.


"kaya merek kopi aja sih ACB" sahut Alice bingung.


"dan ACB itu keturunannya Wanadri." Jelas Arumi lagi


"apaan tuh Wanadri"


"Wanadri itu perhimpunan pendaki gunung di Bandung sejak tahun 1964 dan Wanadri adalah organisasi pecinta alam tertua di Indonesia. Dan hebatnya lagi lice dulu Wanadri tuh ga Cuma jelajah gunung, hutan, sungai, dan lautan tapi juga aktif di berbagai kegiatan SAR dan social untuk korban kecelakaan dan bencana alam di daerah-daerah yang sulit dicapai. Hebat banget kan lice." Jelas Arumi panjang lebar.


"terus hubungan ACB dan keturunannya?"


"kenapa gue bilang ACB keturunan Wanadri karena anggota ACB sekarang kebanyakan adalah anak atau cucu dari anggota Wanadri dulu. Jadi kaya penerus gitu, Cuma karna nama Wanadri udah ga keren jaman sekarang jadi berubah nama jadi ACB." Jelas Arumi.


'ko lo tau sampai segitunya sih mi?'


"hehheheh." Arumi cuma nyengir, ya gimana ga tau  kalo hampir tiap hari kepo di internet tentang pecinta alam batin Arumi. 


___****___


Pukul 05.00


"Semuanya sudah siap pergi hicking?" teriak Jimmy heboh.


"siaaaapppp....."


Setelah semua siap semua anggota naik truk besar yang biasa dipakai untuk membawa pasir,batu dll untuk berangkat ke gunung papandayan. Anggota ACB terdiri dari 6 orang, sedangkan dari sekolah ada 8 orang jadi total 14 orang. Lumayan banyak juga.


"kenapa ke Garutnya naik truk sih?" Tanya Rico kepada Jimmy.


"biar lebih asyik ric, jadi ada petualangannya." Jelas Jimmy. Rico mencibir alasan yang gak masuk akal itu. kalo dari Bandung ke Lembang naik truk sih ga masalah bagi Rico soalnya lumayan deket tapi kalo ke Garut, Garut coba Garut. Astaga Garut dari Bandung kan jauh butuh 2 jam kesana.Gilaaaa..Jimmy gilaa..


Beda dengan Rico Arumi malah seneng luar biasa. Akhirnya bisa pergi hicking juga walau pake truk. Arumi malah tambah seneng ke sananya pake truk daripada mobil. saking antusiasnya Arumi yang naik pertama kali ke truk dan berdiri paling depan. Setelah sampai di alun-alun Cisurupan ,di sinilah awal petualangannya karena hawa di sini sudah makin dingin dan mau tak mau Arumi yang dari tadi berdiri di depan sendiri di dalam truk perlahan mundur ke belakang, sebab kalo tidak belum sampai ke tujuan muka Arumi pasti udah berubah jadi es batu. Karena berjalan mundur ke belakang di salah satu sisi truk tanpa sengaja Arumi menabrak seseorang.


"eh sorry" katanya sambil memutar balik tubuhnya untuk melihat siapa yang ditabraknya, "Ricoooo..." dia kaget begitu melihat cowok belagu itu di depannya.


"lo tuh jadi orang sukanya nabrak orang yaa, ini kedua kalinya lo nabrak gue." Balas Rico sambil menatap mata Arumi tajam.


"hehe sorry dehh. Soalnya berdiri di depan sana dingin banget gue takut muka gue berubah jadi es batu." jawabnya sambil menunjuk tempat berdirinya tadi.


"heehe gue juga mau duduk ko." Kata Arumi malu. Ketika akan duduk tanpa sengaja Arumi melihat sebuah gunung yang keliatan dari kejauhan, sontak saja dia langsung berteriak. Kontan saja Rico yang juga mau duduk terkejut dan berdiri lagi.


"wahhhhh....!!! Itu gununggg kan, gunung apaan itu? Itu yang mau kita daki bukan?" teriak Arumi panjang lebar. Rico menjitak kepala Arumi.


"achh aduhh sakit tau" teriak Arumi kesakitan menatap kesal Rico.


"ga usah teriak gitu bisa kan, bikin kaget tau ga." Kesal Rico dan duduk kembali. Jimmy yang ga tega pun berdiri dan melihat gunung yang dilihat Arumi tadi.


"ohh itu gunung Cikurai, dari sini emang keliatan tapi bukan gunung itu yang bakal kita daki tapi gunung papandayan. Kira-kira masih 45 menit lagi buat nyampe papandayan." Jelas Jimmy. Jimmy duduk kembali dan menyuruh Arumi duduk juga.


45 menit kemudian rombongan Jimmy sampai di depan pintu gerbang kaki gunung papandayan atau biasa disebut Camp David. 



Ternyata di Camp David udah rame banget sama para pendaki ataupun wisatawanan yang cuma mau liat-liat. Setelah duduk-duduk dulu melepas lelah dalam perjalanan tadi rombongan Jimmy mulai berangkat mendaki. Sebelum itu juga mereka telah melakukan registrasi sebagai syarat pendakian. Trek awal adalah jalan berbatu menyusuri kawah aktif gunung papandayan. Arumi berada di barisan depan tepat di belakang Jimmy si ketua dan Rico di belakang Arumi sebelah samping. Dari sini terlihat tebing-tebing gersang terhampar sepanjang mata memandang. Pemandangan itu tidak dilewatkan Arumi begitu saja, dia mengambil kameranya dan JEPRETT~JEPRET.



Arumi mengambil beberapa foto pemandangan di sekitarnya dan juga teman-teman rombongannya. Setelah selesai mengambil foto Arumi memasukan kembali kameranya ke dalam tas. Tiba-tiba saja bau belerang menjadi sangat menyengat sehingga rombongan Jimmy mempercepat melewati jalan berbatu ini.


Trek kedua adalah turunan yang semakin ke bawah ada sungai kecil yang airnya dingin banget. Arumi mengambil beberapa foto lagi dan salah satu foto adalah muka Rico yang kaget ketika tangannya menyentuh air sungai tersebut. Arumi cekikikan dan Rico membalas dengan tatapan tajamnya ke Arumi. Selanjutnya melewati jalan di pinggir tebing yang tepat di sampingnya adalah jurang, Arumi jadi ngeri sendiri kalo jatuh jadi apa di bawah sana. Rico yang jail malah mendorong-dorongnya supaya jalan lebih cepet jelas aja dia marah-marah dan mengumpat tidak jelas sedangkan Rico malah ketawa cekikikan melihat wajah Arumi yang ketakutan. Tapi perjalanan menakutkan itu dibayar dengan pemandangan yang luar biasa indah. Trek berikutnya mulai masuk ke tengah hutan,di dalam hutan terlihat ada air terjun yang cukup tinggi dan berwarna kehijauan, Arumi langsung mengambil beberapa foto lagi termasuk selca dirinya dengan background air terjun.


Setelah 3 jam rombongan Jimmy tiba di camp Pondok Salada. Di pondok salada sudah banyak didirikan tenda oleh pendaki lain, sehingga Jimmy pun memutuskan untuk bermalam di sini sebelum melanjutkan menjelajahi gunung papandayan. Jimmy dan beberapa anak cowo lainnya mendirikan tenda sementara Arumi duduk di dekat pohon untuk mengambil foto dirinya dan jail mengambil foto teman-teman rombongannya.


"Rico.." panggil Arumi dan Jeprett...


"hahaha muka lo lucu banget, liat nih" ejek Arumi menunjukan foto Rico yang tadi diambilnya. Rico yang tidak terima berusaha mengambil kamera Arumi. Tapi Arumi malah lari, sudah ditakdirkan cowo lebih cepat dari cewe, secepat apapun dia berlari maka kena juga sama Rico. Rico langsung mengambil kameranya dan menghapusnya.


"ko lo hapus sih ric, kan bisa buat kenang-kenangan." Ucapnya ga terima.


"ya udah fotoin gue di sini, tapi yang bagus lho." Teriak Rico yang sudah berpose di antara pohon yang backgroundnya bukit tinggi. Arumi mengambil foto sampai beberapa kali.



     “nih gantian dong gue yang di foto." Suruh Arumi dan menyerahkannya ke Rico. Arumi berlari ke tempat Rico tadi dan bersiap untuk berfoto tapi Riconya udah...ilang..


"RICOOOO......" teriak Arumi jengkel. Dia langsung mengejar Rico.


PLETAKK~


Dia melompat menjitak Rico.


"auchhh, sialan sakit tau." Protesnya mengusap kepalanya bekas jitakan tadi.


"salah sendiri lo ninggal gue di sana, udah siap-siap pose lo ilang. Emang gue model gunung apa." Kata Arumi marah, tiba-tiba saja Rico merangkulnya.


JEPRETT~~


Rico mengambil foto mereka berdua.


"nih, lo udah foto kan, foto sama gue lagi. Gratis nih, kalo lo mau foto sama gue harusnya bayar." Kata Rico sambil menyerahkan kembali kamera ke Arumi. Arumi hanya terdiam dan melongo. Dia melihat hasil foto tadi. Rico yang merangkulnya dengan senyumnya dan dia dengan muka yang ehmm kaget.. tapi dia akui hasilnya bagus banget, soalnya pas di belakang mereka bukitnya terlihat dan ada kabut yang menutupi sebagian sehingga kalo dilihat seperti salju dan di sisi kanan kirinya terlihat pohon-pohon yang sangat hijau. Begitu sadar dia langsung berlari menyusul Rico. Begitu sampai di tempat di dirikannya tenda dia terpana selama beberapa detik melihat bunga edelweiss untuk pertama kalinya begitu juga Rico yang sudah sampai duluan.  Tanpa pikir panjang dia langsung mengambil kameranya lagi dan menyerahkan kepada Kevin untuk mengambilkan fotonya bersama bunga edelweiss. Setelah sudah siap Rico tiba-tiba ikutan di sebelahnya dengan bunga edelweiss ditengah-tengah mereka dan JEPRET~JEPRET..


"lo apaan si ric." Protes Arumi.


"Cuma ikutan foto aja ko mi, ni edelweiss bagus banget jadi, berhubung gue ga bawa kamera jadinya numpang sama lo ga papa dong." Ucap Rico tanpa rasa bersalah.


"vin fotoin gue lagi. Sendirian" teriak Arumi ke Kevin. matanya mendelik tajam ke arah Rico.


"oke satu dua tigaa.." JEPRET.


"woyy...woyyy kumpul dulu, gue mu kasih pengumuman, foto-fotonya nanti lagi" Perintah Jimmy, semua langsung kumpul di depan Jimmy. Jimmy menjelaskan pembagian tenda untuk para rombongannya, 1 tenda isi 3-5 orang. Arumi tidur dengan Jennie dan Suzy . Rico dengan Kevin, Jimmy dan anggota lainnya.