
Pagi hari ini Kassandra berniat menemui Rain, dulu dia adalah senior di sekolah sihir yang sangat terkenal akan prestasinya dalam pelajaran. Kassandra bermaksud meminta bantuan kepada Rain untuk mencari tau sesuatu tentang Natasha dan juga Jonathan. Setibanya dirumah Rain, tanpa mengetuk ataupun memencet bel, pintu rumah itu terbuka lebar, sesaat setelah Kassandra masuk kedalam rumah, pintu itu pun tertutup kembali secara otomatis. Dia masuk kedalam ruangan yang ia sudah tau, tapatnya ruang perpustakaan sekaligus lab milik Rain.
“Welcome, Sandra” ucap Rain setelah Kassandra memasuki ruangan, ia memunggungi pintu tempat Natasha masuk. Dia tersenyum tanpa membalikan badan, ia sedang mengaduk di hadapan sebuah tungku berisi cairan kental berwarna biru terang. Kassandra duduk di sebuah sofa di ruangan itu.
“Aku butuh bantuanmu” ucap Kassandra.
“Aku tau, suatu saat kau akan datang padaku” Rain mematikan api tungku dengan jentikkan jarinya dan berjalan kearah Kassandra dan duduk di sofa yang bersebrangan dengannya.
“Apa bisa aku bantu, sayang?” ucap Rain menggoda.
“Berhenti memanggilku seperti itu! Sungguh menggelikan” bentak Kassandra. Rain tertawa mendengar omelan Kassandra.
“Sungguh galak seperti biasa” ucapnya. “Jadi apa yang kau butuhkan dariku?” Rain menyandarkan tubuhnya di sofa itu.
“Aku mau kau melihat masa depan dari kedua nama ini, apa ada sesuatu yang berubah?” Kassandra mengeluarkan sebuah kertas berisikan nama Jonathan dan Natasha.
"Tapi kau harus membayarnya" Rain tersenyum miring melirik kearah Kassandra.
"Berapa yang harus aku bayar?" tanya Kassandra.
"Aku tidak membutuhkan uang, kau tau itu"
"Jadi apa mau mu?" lanjut Kassandra.
Rain tersenyum "Jadilah kekasihku selama 100 hari"
"Apa! Tidak mau!" tolakan Kassandra sudah bisa Rain tebak.
"Yasudah kalau kau tidak mau, tidak ada yang bisa membantumu selain aku"
Setelah Kassandra memikirkannya, memang tidak ada jalan lain selain laki laki itu. Sial, dia tidak punya pilihan lain.
"Baiklah, deal" ucap Kassandra.
“Kemarilah” ucap Rain pada Kassandra. Mereka berdua sudah berdiri saling berhadapan. “Pegang tanganku”
“Untuk apa aku memegang tanganmu! Aku bisa saja melihat tanpa menyentuh tanganmu!”
“Jangan banyak bicara dan ikuti saja perkataanku” Rain menaruh kertas itu di dalam mangkuk dan menarik paksa tangan Kassandra untuk ia genggam. Mereka berdua pun memejamkan mata. Tidak lama setelah itu terlihat bayangan masa depan di pengelihatan mereka berdua, Rain mengerutkan dahinya begitu juga dengan Kassandra. Mereka berdua perlahan membuka mata dan menyudahinya.
“Apa yang sudah kau lakukan pada mereka berdua?” tanya Rain. Kassandra hanya terdiam.
“Masa depan mereka akan berubah mulai dari malam ini, salah satu diantara mereka akan mati” lanjut Rain, matanya melihat Kassandra dengan begitu serius.
“Apa yang sudah aku lakukan” Kassandra berucap dengan tatapan wajah yang kosong. “Aku hanya memberikan mantra sederhana untuk mimpi mereka”
“Pasti mimpi itu membuat salah satu dari mereka membuat kesalahan, seperti bertemu seseorang yang tidak harus mereka temui” jelas Rain.
“Apa itu sesuatu yang buruk?” tanya Kassandra.
“Tentu saja! Kalau orang itu adalah seorang pembunuh. Itu adalah sesuatu yang buruk! Kita harus segera menemui mereka” ucap Rain menarik paksa tangan Kassandra namun tertahan.
“Tunggu! Bagaimana jika ada yang tau masalah ini?” tanya Kassandra. Rain menghembuskan nafasnya berat.
“Kau, hanya harus menahan untuk tidak menggunakan sihir. Apapun yang terjadi, jangan pernah menggunakannya. Mengerti?”
“Baiklah” Kemudian mereka berdua pun berlalu pergi dari sana.
Vissual cast Rain
Kassandra
Jangan Lupa like dan Komentar nya ya