Magical Love

Magical Love
Nancy



Jonathan melajukan mobilnya mencari toko baju terdekat. Natasha yang duduk bersebelahan dengan Jonathan sesekali meliriknya. Laki laki itu nampak kesal dengan kejadian tadi. Jonathan menghentikan mobilnya saat tiba di depan sebuah toko, ia masuk kedalam toko disusul dengan Natasha yang mengikuti langkah kakinya.


“Selamat sore Tuan, Nona. Bisa saya bantu memilihkan bajunya?” ucap salah satu pegawai toko itu.


“Pilihkan satu gaun untuk dia” jawab Jonathan menunjuk kearah Natasha.


“Apa kita akan kembali ke sana?” tanya Natasha.


“Tidak” Jawah Jonathan singkat.


“Lalu untuk apa membeli gaun?”


“Tidak usah banyak bertanya dan ganti bajumu” Jonathan duduk di sofa panjang yang ada di dalam toko. Ia mengambil selembar koran yang terletak diatas meja dan mulai membacanya.


“Menyebalkan” gumam Natasha. Dia pun mulai memilih gaun yang ia suka dan mencoba beberapa gaun itu. Setelah setengah jam lamanya memilih, Natasha menghampiri Jonathan yang sedang sibuk dengan ponselnya.


“Aku sudah selesai” ucap Natasha. Jonathan melihat Natasha dari atas sampai bawah. Ia memilih gaun berwarna Nude pas dengan tubuhnya.


“Sebenarnya untuk apa mengganti gaun kalau acaranya sudah selesai” seru Natasha.


“Mama mengajakmu makan malam bersama di Signatures” jawab Jonathan dengan wajah tidak ramah seperti sebelumnya.


“Apa ayah ikut?” tanya Natasha, Jonathan mengiyakannya dan berjalan menuju kasir untuk membayar gaun Natasha.


Setelah selesai, mereka pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobil itu. Di dalam mobil Natasha memperhatikan Jonathan, ia merasa aneh dengan sikap Jonathan yang mendiamkannya sepulang dari acara tersebut.


“Apa kau marah karena aku menjatuhkan gelas?”


“Tidak”


“Lalu kenapa mendiamkanku?” tanya Natasha, dan tidak ada jawaban dari Jonathan, ia hanya fokus menyetir melihat jalanan di depannya.


“Ini masih sore, apa kita mau langsung ke Signature?” tanya Natasha


“Tidak”


 


“Lalu mau membawaku kemana?”


“Bisakah kau diam dan jangan banyak bertanya!” seru Jonathan.


“Aku kan hanya bertanya” Natasha membuang wajahnya kearah jendela dengan kesal, tiba tiba matanya menangkap wajah seseorang.


“Jo! Hentikan mobilnya” seru Natasha.


“Ada apa!”


“Cepat hentikan!” Natasha menaikan nada suaranya dan menggoyangkan lengan Jonathan.


“Iya! Tidak usah berteriak!” balas Jonathan, ia menepikan mobilnya di pinggir jalan, Natasha bergegas keluar dari pintu mobil dan menghampiri tiga orang wanita yang sedang berjalan beriringan.


“Nancy” panggil Natasha, dia memegang lengan salah satu dari tiga orang itu.


“Kak Tasha?”


“Ya tuhan, ternyata benar itu kamu. Mike mencarimu kemana mana.” Natasha melihat perubahan wajah Nancy yang seketika pucat akan perkataan Natasha.


“Nancy?”


“Y-ya?”


“Kenapa kamu pergi dari rumah?” tanya Natasha.


“hmm.. aku.. ingin suasana baru saja kak” balasnya tersenyum.


“Apa benar kak Mike mencariku?” tanya Nancy.


“Iya, Mike mencarimu. Aku bertemu dengannya benerapa minggu yang lalu. Pulanglah, kakak dan orangtuamu pasti sangat khawatir.” ucap Natasha, ia memegang kedua pundak Nancy dengan lembut.


“Tidak, aku tidak mau pulang. Lagipula aku bersama dengan teman temanku” balas Nancy.


Natasha melepaskan tangannya dari pundak Nancy dan mengalihkan pandangan kearah dua orang di sebelah Nancy, mereka berdua menatap Natasha dengan wajah tidak senang.


“Dia siapa?” tanya salah satu teman Nancy yang berpenampilan tomboy sambil memegang rokok di tangannya.


“Dia, mantan kekasih kak Mike” jawab Nancy.


“Hanya mantan kekasih? Berani sekali mencampuri urusan orang lain” wanita dengan penampilan lebih feminin tersenyum miring kearah Natasha.


“Ayolah, kita sudah di tunggu Nichole di dalam” ucap wanita tomboy itu. 


“Iya, kalian duluan masuk, aku akan menyusul” ucap Nancy. Kedua orang itu pun mengiyakannya dan berjalan masuk ke salah satu club dekat sana.


“Sejak kapan kau suka ke club?” tanya Natasha. Nancy melihat Natasha dengan wajah tidak senang akan pertanyaannya.


“Maaf kak Tasha, aku minta tolong jangan pernah mengganggu kehidupan ku dan kak Mike lagi. Aku sudah besar, bukan Nancy yang dulu kakak kenal” tegas Nancy. 


“Dan jangan beritahu kak Mike soal pertemuan kita. Aku tidak mau lagi hidup bersama dengannya. Aku bisa mandiri dan punya privasi untuk kehidupanku” ia menghembuskan nafasnya berat.


“Sekali lagi maaf. Aku pamit kedalam kak” ucap Nancy meninggalkan Natasha yang masih berdiri di tempat. Natasha pun kembali menghampiri Jonathan di dalam mobil.


“Kenapa lama sekali” ucap Jonathan.


"Hanya 5 menit saja kau bilang lama!" ketus Natasha.


"Kenapa jadi kau yang marah! Mereka siapa?" tanya Jonathan.


"Nancy, adik Mike dan dua orang lagi temannya" jawab Natasha. Jonathan seakan tidak suka akan nama yang baru Natasha sebutkan.


"Untuk apa kau bertemu dengan adik si kutu buku itu?"


"Kenapa kau selalu memanggilnya si kutu buku! Dia punya nama!"


"Karena memang dia kutu buku sejak sekolah! Dan aku tidak mau menyebut namanya" ucap Jonathan


"Sebenarnya apa masalahmu dengan Mike? Dia tidak pernah mencari gara gara denganmu kan"


"Aku tidak suka dengannya" jawab Jonathan


"Kenapa kau tidak suka dengannya?"


"Tidak suka ya tidak suka, tidak ada alasan! Lagipula aku masih normal, tidak mungkin menyukainya"


"Aku tidak yakin kau normal" Natasha menjawab dengan nada mengejek. Jonathan mengerutkan dahinya.


"Apa aku butuh membuktikannya?" Jonathan melepas sabuk pengamannya dan mendekatkan wajahnya kearah Natasha hingga hanya berjarak beberapa centi. Natasha memundurkan badannya sampai punggungnya bersentuhan dengan pintu mobil. Jonathan masih memajukan badannya dengan perlahan sambil menatap kedua mata dan bibir Natasha bergantian.


"J-jangan mendekat lagi.." Natasha menahan badan Jonathan dengan kedua tangannya.


"Kenapa? Bukankah kau juga menginginkannya?" kedua mata itu menatap Natasha dalam.


"Tidak!"


"Apa hanya si kutu buku itu yang boleh menciummu?" Jonathan tersenyum miring.


"Apa? Mike tidak pernah menciumku!" Natasha mendorong Jonathan menjauh hingga kembali ke posisi awal.


"Omong kosong" Jonathan tidak percaya akan kata kata Natasha. Kalau ia tidak pernah berciuman sebelumnya setelah ciuman hangat di Italia, sama seperti Jonathan.


"Terserah kau mau percaya atau tidak! Jalankan mobilnya" ucap Natasha, lalu ia mengalihkan wajahnya dari tatapan tajam Jonathan dan mencari ponselnya di dalam tas.


"Jawab pertanyaanku dulu! Dan jangan menyuruhku, aku bukan supir!"


"Pertanyaan apa!" Natasha menatap Jonathan kesal.


"Pertnyaan tadi! Kau ini lebih pikun dari kakek ku. Untuk apa kau bertemu adik si kutu buku!" seru Jonathan.


"Karena dia kabur dari rumah! Aku harus menghubungi Mike dan memberitahu keberadaan Nancy" Natasha sibuk mencari kontak Mike di ponselnya.


"Tidak perlu!" Jonathan merebut ponsel Natasha dan menaruhnya di saku jas.


"Aku perlu memberitahunya! Kau lihat tadi, ia sekarang berani pergi ke club" Natasha menunjuk sebuah club di dekat sana.


"Tasha, pergi ke club di negara kita itu hal biasa. Kau saja yang kurang pergaulan!"


"Aku tidak perduli. Kembalikan ponselku!" Natasha mendekat dan mencoba mengambil ponselnya.


"Jangan pegang pegang! Kau ini agresif sekali"


"Aku hanya mau ponselku!" Natasha menjauh dan menyilangkan kedua tangannya.


"Tapi jangan menghubungi si kutu buku itu!" seru Jonathan. Natasha hanya diam tidak menjawabnya.


"Yasudah, aku tidak akan mengembalikannya"


"Iyaa! Aku tidak menghubungi Mike. Cepat kembalikan!"


"Awas saja kalau masih berani menghubunginya" Jonathan mengambil ponsel itu dan mengembalikannya.


"Iyaa. Cerewet sekali" Natasha kembali menaruh ponsel itu kedalam tasnya.


"Anak pintar" Jonathan mengusap kepala Natasha sambil tersenyum. Kemudian Jonathan kembali melajukan mobilnya.


.


.


.


.


Mohon bantuannya buat Like, Comment dan Votenya ya kak. 💕🤗