
“AYOO TERUSS MAJU.. CEPETTT RICOO.. DANIEL.. RICO.. DANIEL..MASUKAN BOLANYAAA…KYAAAA….CEPET RICOOOO….” teriakan dari kelas XI IPA-4 mendominasi di sekitar lapangan. Hari ini adalah hari terakhir classmeeting untuk pertandingan semifinal dan final perlombaan futsal antarkelas. Saat ini sedang berlangsung pertandingan antara XI IPA-4 melawan XI IPA-1, di posisi pivot/striker dari kelas XI IPA-4 ada Rico dan di belakangnya sebagai flank ada Daniel. Rico terus menggiring bola dan berhadapan dengan anchor/bek lawan, tepat di belakangnya ada Daniel dan dia langsung mengumpankan bola kepadanya kemudian dia langsung berlari ke depan mengangkat tangannya memberi kode kepada Daniel, Daniel langsung menggiring bola dan mengumpankan kembali ke Rico. Rico menerima umpan bola dan terus berlari dengan lincah menuju gawang lawan. Teriakan-teriakan dari teman temannya menambah semangatnya untuk memasukan bola ke gawang lawan dan GOLLLLL~~~ Rico dan teman-temannya berselebrasi ke pinggir lapangan, siswa siswi di sekitar lapangan berteriak histeris dan lagi lagi XI IPA-4 mendominasi.
Kelas XI IPA-4 maju ke babak final melawan XI IPS 3. GAWAT. MASALAH. Bukannya tim Rico takut melawan IPS 3, yang bikin jadi masalah mereka terkenal main kasar kalo main, jelas aja tim Rico lebih mengkhawatirkan keselamatannya, tapi bukan lelaki sejati kalo takut menghadapi sebelum bertanding.
“SEMANGAT YESSS…GOLL GOLLL…GOLLL” teriak Daniel selaku kapten ke temen temannya sebelum pertandingan final di mulai. Pertandingan dimulai dengan kick off dari Rico dan selama babak pertama, pertandingan berjalan aman bahkan tim Rico unggul 1-0. Babak pertama selesai, kedua tim menuju pinggir lapangan untuk minum dan beristirahat sebentar. Cewe cewe langsung mengerubungi tim Rico khususnya Rico, ada yang ngasih minuman dingin, handuk kecil, makanan, bahkan kipas angin busyettt.
Babak kedua dimulai dengan kick off dari tim lawan, pertandingan berjalan aman sampai pada menit ke 5 IPS 3 mulai main kasar. Daniel sedikit khawatir dan panik tapi tetap berusaha menyemangati timnya untuk tetap konsentrasi dan bermain dengan sportif. Ketika Rico hendak menerima operan dari Daniel, dari belakang anak IPS 3 menabraknya hingga terjatuh. Siswa siswi yang menonton berteriak pelanggaran tapi sayang wasit tidak melihatnya, IPS 3 menyeringai licik. Tim Rico saling pandang khawatir, Daniel langsung menepuk bahu masing-masing membangkitkan semangat timnya. Permainan terus berlanjut, pada menit ke 13 Rico berusaha menghadang lawan yang berlari ke arah gawangnya, terus berusaha merebut bolanya kemudian melakukan shleding, tapi gagal, di belakang Anwar sebagai anchor berusaha menghentikannya tapi gagal dan GOL untuk lawan. Kedudukan 1-1. Permainan kembali dilanjutkan, Rico berlari mengejar bola di depannya tapi tiba-tiba tubuhnya ditabrak lawan bertubuh gempal dari samping, seketika Rico langsung terjatuh dengan menggunakan tangan kanan untuk menyangga tubuhnya. Sakitt sekali batin Rico, tapi dia berusaha menahannya kemudian berusaha berdiri dan melemaskan tangannya. Rico berlari kembali ke gawang lawan begitu melihat Daniel sedang menggiring bola, Rico melambaikan tangannya, Daniel langsung mengoper ke Rico. Saat Rico mendekati gawang dan bersiap melakukan tendangan tiba-tiba dari samping lawan menendang betisnya, Rico langsung terjatuh berguling-guling. Kartu kuning untuk IPS3. Tim medis langsung mendekati Rico dan memberinya penghilang rasa sakit di betisnya, mereka menyarankan untuk keluar dan diganti pemain lain, tapi Rico yang keras kepala ngotot untuk tetap melanjutkan pertandingan, begitu pertandingan kembali dilanjutkan Rico berusaha berdiri dan akit di kakinya lama-lama berkurang. Waktu tinggal 5 menit lagi Rico berlari membawa bolanya dengan lincah, di tengah lapangan dia berhadapan dengan lawan yang berkepala plontos, dia berusaha melewatinya, tapi begitu Rico ke kanan dia ke kanan, Rico ke kiri dia ke kiri, Rico tidak pantang menyerah, ditatap lawannya dengan sangar. Saat melihat ada Daniel, Rico akan mengoper ke arahnya, tapi si kepala plontos tau rencana Rico dari lirikan matanya.
JEDUUGGG~~
Si kepala plontos menjedotkan kepalanya yang besar ke kepala Rico. Rico ambruk seketika, kepalanya pusing, pandangannya berkunang-kunang. Kartu merah untuk si plontos. Penonton histeris begitu melihat Rico langsung ambruk dan tidak bangun-bangun begitu juga Arumi yang sejak awal sudah menonton pertandingan Rico dengan Alice di bawah pohon biar ga panas. Tim medis langsung datang ke tengah lapangan dan menggotong tubuh Rico untuk diberikan pertolongan. Arumi langsung menyeret Alice mendekati Rico. Rico pingsan. Tim medis berusaha membuat Rico sadar kembali dan berhasil. Rico duduk di pinggir lapangan menonton pertandingan sampai selesai walau kepalanya masih berdenyut-denyut. IPA 4 menang dengan hasil 2-1. Rico bangga usaha timnya tidak sia-sia. Tim IPA 4 langsung berlari mengerumuni Rico merayakan kemenangan, tapi tiba-tiba Rico mulai tidak kuat menahan sakit di kepalanya.
“Rico pingsan” teriak Daniel panik begitu menyadari Rico terkulai lemas, Arumi yang sedari tadi berdiri beberapa meter langsung ikut panik mendekati Rico. "bawa rumah sakit aja" ucap yang lainnya.
"Ric, rico bangun ric" ucap Kevin yang sedari tadi juga di sebelah Rico.
"bangun ric, ricoo" ucap Arumi menepuk nepuk pipi Rico pelan, Rico mengerjapkan matanya menatap Arumi bingung.
"gue, gue kenapa" ucap Rico kemudian meringis kembali ketika kepalanya berdenyut.
"vin mending bawa rumah sakit aja" ucap Arumi memandang Kevin. Kevin dan yang lainnya langsung menggendong Rico berniat membawa ke rumah sakit.
Di dalam mobil Rico mengerjapkan matanya kembali, " gue di mana?" ucapnya pelan.
"ric, lo udah sadar? kita ke rumah sakit ya" sahut Daniel dari depan, Kevin yang sedang fokus menyetir menoleh ke belakang sebentar memastikan.
"gue mau pulang aja" ucap Rico pelan.
"tapi Ric, bokap nyokap lo kan lagi ga di rumah" ucap Arumi.
"emang lagi pada kemana mi? tapi btw kok lo tau kalo mereka ga di rumah" tanya Daniel penasaran.
"Tante Ana sama om Andre hari ini lagi ada urusan di Jakarta dan baru pulang 2 hari ke depan. Sebenernya udah hampir sebulan ini gue tinggal di rumah Rico" jelas Arumi.
"hah serius, kok gue baru tau"
"gue sama Rico emang rahasian ini, cuma Kevin Alice yang tau itu juga karna ga sengaja" jelas Arumi, Daniel memandang Kevin meminta penjelasan, yang dipandangi hanya menganggukan kepalanya mengiyakan perkataan Arumi. "terus ini Rico di bawa kemana jadinya?" tanya Arumi.
"kalo dibawa pulang cuma ada lo sama Rico doang berati?" tanya Daniel.
"engga sih, ada bik Inah juga" jawab Arumi.
"yaudah pulang ke rumah aja gapapa, ya kan vin" ucap Daniel akhirnya, kevin menganggukan kepala setuju. Arumi kembali mengusap rambut Rico, memandang wajah tampan Rico yang tertidur, Rico yang terusik menggerakan kepalanya pelan dan menghadapkan kepalanya ke perut Arumi mengendus-endus pelan, Arumi langsung mengalihkan wajahnya yang memerah.