Magical Love

Magical Love
BAB 15 Sebenarnya Aku (1)



Senin pagi pukul 06.00


Rico sudah berdiri di depan kamar Arumi, ragu-ragu akan melanjutkan rencananya atau tidak, setelah menimbang-nimbang beberapa saat akhirnya Rico memeutuskan melanjutkan rencananya.


TOK tokk, ga ada jawaban.


Tok tok tok, tetap ga ada jawaban.


tok tok tok tok "mi!" kesal Rico, jam sudah menunjukan pukul 6 masasih Arumi belum bangun juga, Rico mencoba membuka pintunya dan berutung tidak dikunci.


Ceklekk…


Rico melangkah masuk perlahan dan menemukan Arumi masih terlelap, dia meneliti wajah Arumi sekilas bener-bener masih tidur dengan mulut sedikit terbuka dan ileran, kemudian Rico duduk di samping ranjang, “mi bangun mi",  Rico mengguncang guncangkan bahunya. Ga ada respon, “arumi..bangun dongggg” Rico menepuk nepuk pipi Arumi pelan, “gue bawa susu coklat lho.” ucap Rico berbohong dan tetap ga ada respon. Rico kehilangan kesabaran.


“ARUMI…BANGUNNN!!!!” teriak Rico dan naik ke ranjang melompat lompat di atas ranjang.


“eeumm diem ah, berisik tau” ucap Arumi kesal dan menutup wajahnya dengan selimut. Rico yang melihatnya langsung duduk di samping Arumi.


“hehh, lo bangun ga, kalo ga gue cium lo.” ancam Rico menyibak selimut yang menutupi wajah Arumi.


“yaaaa ganggu aja sih, pergi sana lo” usir Arumi dan menarik selimut untuk menutup wajahnya lagi. Nih cewe gue ancem pake jurus ini pun ga mempan, mau yang beneran ternyata pikir Rico sambil  menyibakan kembali selimut di wajah Arumi.


“yaaaa kan gue udah bilang per…” teriak Arumi, berusaha menarik selimutnya kembali tapi Rico dengan sigap mencengkeram tangan Arumi kemudian mendekatkan wajahnya ke Arumi. Arumi langsung melotot.


“kyaaa lo mau ngapain.” jerit Arumi panik setengah mati, Rico semakin mendekatkan wajahnya dan menutup matanya.


"rico please stop" ucap Arumi pelan karena wajahnya sekarang hanya beberapa senti dari wajah Rico, tiba-tiba Rico membuka matanya perlahan.


“gue…mau cium lo, biar lo bangun” ucap Rico semakin mendekatkan wajahnya.


“yaaa yaa gue udah bangun, gue udah bangun” cicit Arumi dan berusaha melepaskan cengkeraman tangan Rico. berhasil, tangannya langsung menahan bibir Rico dan mendorongnya menjauh. Arumi langsung duduk dan menatap Rico entah takut, panik atau kaget.


“ahh gue sekarang tau kelemahan lo hahaha.”  tawa Rico, Arumi menatap Rico marah.


“lo mau apa sih ke sini?” tanya Arumi setelah menenangkan jantungnya yang deg-degan. 


“ohh yaa sampe lupa, gue mau ngajak lo ke suatu tempat.” ucap Rico mengutarakan tujuannya.


“kemana?”


“lo ikut aja.” ucap Rico langsung turun dari ranjang keluar dari kamar Arumi, “ohh ya ga pake lama, gue tunggu di bawah", ucapnya tiba-tiba nongol di pintu kamar. Arumi kembali menenangkan jantungnya yang masih deg-degan, kembali terngiang di pikirannya kejadian tadi ketika wajah Rico ada di depannya, "aaaahhh gue bisa gila" teriak Arumi menggulingkan badannya ke ranjang.


___****___


“lo mau ngajak gue kemana sihh, hari ini kan kita harusnya sekolah” tanya Arumi setelah mereka di dalam mobil.


“Ntar juga tau deh, soal sekolah sekali kali bolos ga papalah, lagian lagi classmeeting juga, ga bakal diabsen" terang Rico sambil tetap memandang ke depan. Focus mengemudi. Arumi hanya mengangguk-anggukan kepalanya hingga tiba-tiba dia jadi membayangkan yang bukan-bukan.


“lo ga bakal macem macem sama gue kan?” tanya Arumi pelan dan menutup dadanya, bergeser ke pojokan mobil. Rico melihatnya hanya tertawa.


“engga lah, pikiran lo kotor juga ternyata. Ohh apa lo kepengin gue macem macemin, gara gara tadi pagi lo ga jadi gue cium” tebak Rico menatap Arumi jail dan kembali fokus menyetir.


“apa!!!” ucap Arumi semakin takut dan memojokan tubuhnya menjauhi Rico.


1 jam kemudian~


Mereka tiba di sebuah villa di daerah Lembang. Arumi turun dari mobil dan memandang takjub ke sekitarnya, pemandangannya sangat indah, udaranya benar-benar terasa segar. Rico menarik tangan Arumi supaya mengikutinya, Arumi mengikuti arah pandang Rico ke villa, pikirannya langsung berpikir yang tidak tidak dan menatap Rico ngeri.


“Ric kenapa lo bawa gue ke sini sih?” tanya Arumi takut takut. 


“villa ini milik keluarga gue dan tante gue yang nempatin sementara, di atas villa ini ada cafe nya, gue mau ngajak lo ke sana. Dari sana pemandangannya indah banget. Gue jamin lo suka" jelas Rico sambil terus berjalan. Arumi sedikit lega, ternyata ga seperti yang ditakutkannya. Rico berhenti tiba-tiba sontak Arumi yang berjalan tepat dibelakangnya kaget dan menabrak punggung Rico.


“aduhh, lo kalo mau berhenti ngomong ngomong dong” kesal Arumi, Rico berbalik dan menatap Arum jail.


“emang lo pikir gue mau ngapain ngajak lo kesini.” tanya Rico jail dan menunduk menatap wajah Arumi yang sudah memerah.


“ehh gue, engga mikir apa-apa ko” ucap Arumi gelagapan, beruntung tantenya Rico datang, dia terselamatkan.


"Rico udah lama nyampenya?" tanya tantenya berjalan menghampiri mereka berdua. Rico langsung berbalik menatap tantenya.


"baru aja nyampe ko tan, tante apa kabar?" jawab Rico.


"baik dong, kamu pasti juga kan, oh iya kamu bawa siapa? pacar yaa" goda tantenya.


"temen kok tan" jawab Rico salah tingkah, Arumi yang mendengarnya juga ikut salting.


“yaudah langsung masuk aja yuk, kalian pasti belum sarapan kan, langsung naik ke atas aja" bujuk tantenya. Mereka langsung mengkuti tantenya menuju ke cafe yang berada di lantai dua. 


“tante tingal dulu ya” pamit tantenya, Rico berdiri di dekat pintu kaca yang menghubungkannya dengan balkon, Arumi yang berdiri di sampingnya menatap keluar balkon terkejut.


“wah, keren banget ric, gue boleh buka pintunya ga” tanya Arumi antusias mendekati pintu kaca tersebut.


“buka aja” jawab Rico, Arumi langsung membukanya dan keluar ke balkon, Rico mengikutinya dari belakang.



“gilaa keren banget. kaya dilihat dari atas gunung waktu itu.” Arumi berdecak kagum. Pemandangannya terlihat jelas dari atas balkon ini. pegunungannya juga tak kalah mempesona. Udaranya yang dingin dan sepoi sepoi.


“lo suka kan dengan tempat ini.” Rico bersuara.


“suka banget, makasih ya ric lo udah ngajak gue ke tempat yang menakjubkan kaya gini.” ucap Arumi tulus kemudian merentangkan tangannya memejamkan matanya dan menghirup udara segar sepuasnya, Rico yang berdiri di sampingnya tersenyum  menatap Arumi dan ikut merentangkan tangannya menikmati.


“kita makan dulu yuk ,masuk ke dalem lagi.” ajak Rico,  Arumi sebenarnya ngga rela pergi dari balkon, tapi dia juga merasa laper karena tadi ga sempet sarapan gara gara Riconya ga sabar pergi. Rico memilih duduk di pojok cafe dengan pemandangan yang ngga kalah keren. Tembok di cafe ini sebagian besar terbuat dari kaca, jadi bisa menikamati makan sambil lihat pemandangan juga. Rico memanggil pelayan dan memesan makanan untuknya dan Arumi.


“ehh ric, ko lo tiba tiba jadi baik sama gue sih.” tanya Arumi penasaran, Rico sudah menduga pasti Arumi akan bertanya bertanya dengan sikapnya sekarang, dan itu memang sudah rencananya, maka dari itu dia sudah mempersiapkan jawabannya.


“emm karena gue..” ucap Rico terpotong karena makannya datang.


“silakan menikmati.” Ucap pelayan tersebut ramah.


"terima kasih" ucap mereka bersamaan.


“ehh ric tadi karena gue? karna lo apa?” tanya Arumi penasaran dengan jawaban Rico yang tertunda tadi.


“nanti aja lah, makan dulu hehe” ucap Rico mulai memakan makanannya, Arumi mendengus.