
Kilas balik semalam, saat Alvin datang kerumah Mike dengan buru-buru. Alvin merasa khawatir dengan kondisi Mike setelah papa Mily menelepon dan meminta pertolongannya untuk mengobrol dengan Mike.
“Kamu kenapa kesini malam-malam?” tanya Mike saat melihat Alvin berdiri didepan pintu apartemennya.
Alvin langsung memeluk Mike membuat Mike sedikit terhuyung kebelakang. “Hey.. lepaskan.. bagaimana nanti kalau ada orang lihat dan salah paham..” seru Mike.
Alvin menuruti ucapan teman dekatnya itu. “Maaf kan aku bro.. aku baru bisa datang kesini sekarang.. Aku ikut sedih..” ucap Alvin.
“Tahu lah yang abis pergi liburan..” sindir Mike. “Ayo masuk bicara didalam..” Mike mempersilahkan Alvin masuk.
Sudah seperti rumahnya sendiri, Alvin langsung berlari ke arah sofa dan duduk disana dengan kedua kaki yang dilipatnya. “Turunkan kakimu.. kotor tahu.. kebiasaan..” tegur Mike.
“Coba cerita gimana maksudnya? Aku gak percaya kalau Mily mau menikah sama laki-laki yang namanya Reihan itu.. Apa kamu udah konfirmasi langsung ke Mily?”
“Udah.. sewaktu Reihan bilang aku langsung nanya dia.. Makanya waktu itu bertengkar...”
“Ahh..terus..terus..”
“Terus apalagi?”
“Apa kamu menyerah gitu aja?”
“Jelas gak..” jawab Mike cepat.
“Mily bilang apa sewaktu kamu tanya dia?”
“Dia bilang kalau dia memang suka Reihan..” ucap Mike pelan.
“Kamu yakin kalau dia suka Reihan?”
“Aku juga bingung.. waktu itu aku melihat matanya dan dia terlihat seperti benar-benar menyukainya..”
“Sekarang kalau benar-benar Mily menyukai Reihan.. apa yang akan kamu lakukan? Karena kamu bilang kamu gak akan menyerah..”
“Entahlah..” jawab Mike singkat sembari menangkup kedua tangannya diwajah.
“Kok gitu...”protes Alvin. “Apa gini aja ya? Mily itu suka kamu dari sepuluh tahun lalu.. Bagaimana kalau kita ubah penampilan kamu sama seperti waktu itu?” usul Alvin.
“Apa gak terlalu aneh? Pasti akan kelihatan kuno..” Mike tampak kurang setuju.
“Ya jangan sama persis.. cukup terlihat mirip aja.. barangkali dengan begitu kamu bisa meluluhkan hati Mily.. harusnya sih gak susah karena pada dasarnya dia sudah sangat lama suka sama kamu.. dan Reihan termasuk orang yang masih baru.. kalau di hitung masalah kenangan antara kamu dan Reihan, kamu masih lebih unggul.. jadi jangan khawatir..”
“Apa bisa berhasil?”
“Berhasil atau tidak itu semua bergantung pada doa dan usaha kamu..”
“Jadi kapan kita mulai?”
“Malam ini..”
“Malam ini???”
“Ya.. malam ini kamu harus merubah gaya rambut kamu.. besok pagi-pagi sekali aku akan minta Ana untuk membawakan kamu kacamata.. jadi untuk sementara tolong jangan pakai lensa kontak dulu..” Alvin tampak bersemangat. Kini laki-laki itu mendekati Mike dan mengacak-acak rambut teman baiknya itu. “Sepertinya kita harus menggunting rambut kamu sedikit..” lanjutnya.
“Hah..? Ini udah jam sebelas malam.. tempat potong rambut udah tutup..”
“Siapa bilang kita mau pergi ke tempat potong rambut.. selama ada aku disini, semua bisa diselesaikan..” jawab Alvin dengan sangat percaya diri.
“Jangan bilang kamu yang mau menggunting rambutku?” tanya Mike tak percaya.
Alvin tak menjawab dan hanya melemparkan senyum menyeringai. “Gunting kamu taruh dimana?”tanya Alvin.
“Cari didapur.. ada ngegantung didinding..” jawab Mike pasrah.
Baru saja gunting akan menyentuh rambutnya, Mike terlihat panik. “Apa kamu yakin kamu bisa? Gimana kalau besok aku potong rambut ditempat ku biasa potong?” tanyanya meragukan kemampuan Alvin.
“Disaat kamu akan kehilangan Mily seperti sekarang, satu detik pun berharga.. jangan ditunda lagi.. besok pagi kamu harus mulai beraksi.. coba aku tanya, penting mana Mily atau rambut kamu?”
“Mily..”
“Makanya kita harus mulai dari sekarang.. Operation of Love dimulai..” baru saja Alvin menyudahi kalimatnya, rambut Mike sudah berjatuhan di lantai.
Dua puluh menit kemudian.
“Selesai..” seru Alvin riang.
Mike bangun dari duduknya dan berjalan ke arah pintu masuk apartemennya, terpajang cermin cukup besar disana tepat diatas rak sepatu.
“Ya lumayanlah.. gak jelek-jelek banget..” ucap Mike sembari tersenyum pada sosok dirinya di cermin. Cukup terlihat mirip seperti sepuluh tahun yang lalu.
“Mana ponsel mu?” tanya Alvin.
Mike memberikan ponselnya begitu saja dan masih sibuk menatap dirinya dicermin sembari merapihkan rambut barunya.
“Buka passwordnya..” pinta Alvin. Mike mengambil kembali ponselnya dan menaruh jari telunjuknya di pemindak sidik jari.
“Mulai sekarang password HP kamu harus di ubah ya...” seru Alvin sembari mengutak-atik ponsel Mike.
“Ahh? Kenapa dirubah?”
“Jangan banyak tanya.. Eits.. tapi kira-kira kombinasi angka apa ya yang bagus dan berhubungan langsung dengan Mily..” seru Alvin lagi. Laki-laki itu tampak memutar keras otaknya.
“Maksud kamu?” Mike tak mengerti dengan ucapan Alvin. Tapi Mike bersyukur Alvin terlihat tulus sekali membantunya. Buktinya, baru saja tiba pulang berlibur temannya itu langsung datang ke apartemennya.
“Kapan pertama kali Mily bilang suka sama kamu?” tanya Alvin.
“Udah lama banget.. sewaktu SMA.. waktu itu terakhir kali ketemu dia..”
“Apa sewaktu dia jatuh dari tangga sekolah karena mengejar kamu tempo dulu itu?” tanya Alvin mengenang-ngenang.
“Dia jatuh dari tangga waktu itu karena mengejar ku???” Mike tampak terkejut. Sudah sepuluh tahun berlalu dan dirinya baru tahu sekarang kalau ternyata saat itu Mily terluka karena ingin mengejarnya. Mike tersenyum membayangkan kejadian sepuluh tahun lalu. Tapi saat itu yang ada dirinya malah menyalahkan gadis itu dan bahkan menegurnya untuk lebih berhati-hati dan jangan berlari-lari tidak jelas. Semua ternyata ada alasannya dan itu karena dirinya.
“Itu tanggal berapa bulan berapa?” tanya Alvin tak menanggapi pertanyaan Mike barusan.
“Kalau gak salah tanggal dua puluh enam bulan empat..”
“Oke.. kita buat password hp kamu jadi 260410 ya.. Terus foto yang pernah mama Mily kirim ke kamu apa masih kamu simpan?”
“Foto?”
“Iyah foto yang sewaktu kamu tidur di tempat tidur Mily waktu itu.. Kan kamu pernah kasih lihat ke aku..”
“Ada.. dan tolong diralat.. waktu itu aku ketiduran.. bukan benar-benar ingin tidur disebelah dia..” protes Mike.
“Nah sekarang foto itu kita jadikan background menu hp kamu..” ucap Alvin.
“Yang benar aja... bagaimana kalau sampai dilihat orang lain?”
“Ya dilihat juga gak apa-apa.. tapi yang penting Mily harus tahu masalah password hp kamu dan dia harus lihat foto ini secara langsung ya..”
“Gimana caranya?” tanya Mike.
“Ya kamu pikirkan sendiri caranya..”