
##
Di lorong menuju toilet sekolah, terlihat Xavier baru saja keluar dari toilet.
" Ish!, basah kan baju ku " gumam Xavier yang melihat baju seragam nya sedikit basah karena terkena air saat cuci tangan.
Xavier berhenti berjalan sejenak untuk merapihkan seragam nya yang sedikit kusut karena basah.
Namun saat Xavier baru saja akan kembali melanjutkan perjalanan menuju kantin untuk menghampiri teman temannya.
Xavier dibuat sedikit terkejut karena ia melihat Luna sedang berjalan mengendap-endap.
" Itukan Luna? " batinnya saat melihat Luna yang berjalan membelakanginya.
" mau kemana dia ?"
" kenapa dia jalan seperti maling ayam " ujar Xavier saat memperhatikan cara jalan luna yang seperti mengendap-endap.
Karena rasa penasarannya, Xavier tanpa sadar mengikuti arah jalan luna.
Luna sendiri tidak menyadari jika sedang dibuntuti oleh Xavier, dia tetap berjalan dengan terus memperhatikan sekitar, Luna terus berjalan hingga sudah berada di area belakang sekolah.
Luna sejenak berhenti di sebuah gedung yang sudah tak terpakai, sejenak ia kembali memperhatikan sekitar dan setelah memastikan semua aman Luna pun bergegas memasuki gedung tersebut.
" Sepertinya aman " gumamnya.
Xavier semakin dibuat heran, karena tujuan Luna adalah gudang belakang sekolah yang sudah tidak digunakan.
" untuk apa dia pergi ke tempat ini ? " ucap Xavier yang sedang bersembunyi di balik tembok.
" Aku lihat atau tidak ya ? " Xavier sedikit bingung apakah ia ikut masuk ke dalam gudang atau kembali saja.
" sebaiknya aku intip saja, daripada nanti aku semakin penasaran " Xavier memutuskan untuk mengikuti Luna.
Xavier berjalan mengendap-endap menuju gudang tersebut.
Karena gedung tersebut cukup besar, Xavier dengan mudah mendapatkan tempat untuk mengintip apa yang dilakukan Luna di tempat seperti itu.
Xavier bersembunyi di balik Rak buku yang cukup besar dan mulai memperhatikan ke arah Luna yang seperti bertemu dengan seorang.
" Selamat siang Om !!" ujar Luna dengan suara manja yang terdengar sangat menggelikan di telinga Xavier.
" akhirnya kau datang juga manis " sahut seorang pria paruh baya yang ditemui oleh Luna.
" kamu tau aku sudah tidak tahan lagi , Cepat segera lakukan sekarang " ujar pria tua tersebut sambil bergerak melepaskan resleting celananya.
Saat Xavier melihat pria tua tersebut ia sangat terkejut bahkan sampai tidak bisa berkata kata.
Itu karena pria tua tersebut adalah salah satu orang penting yang mengurus yayasan sekolah.
" Anjing...!!" Xavier hanya bisa mengumpat pelan saat matanya melihat Luna sedang menjilati benda tumpul yang berada di ************ pria paruh baya tersebut.
" Aggghh..!! ooh..Yes..!! " erangan pria tua tersebut mengema di dalam gedung tersebut.
Xavier yang sudah merasa sangat shock melihat adegan panas yang baru pertama kali ia lihat, baik saat menjadi Kiara bahkan saat ia menjadi Xavier.
Xavier yang saking shock nya merasa seluruh tubuhnya lemas.
Karena mereka sudah tidak kuat lagi melihat adegan panas yang dilakukan Luna dengan pengurus yayasan sekolah.
Xavier dengan wajah pucatnya segera pergi meninggalkan tempat tersebut dengan cukup terburu buru, walaupun seluruh tubuhnya terasa lemas.
Sedangkan di sisi kedua orang yang memadu kasih tersebut sama sekali tidak menyadari kedatangan maupun kepergian Xavier.
Mereka masih melanjutkan kegiatan panas mereka sampai nafsu mereka tercapai.
Sebenarnya inilah cara yang dilakukan Luna untuk bisa menjadi murid sekolah JIHS.
Luna sendiri sudah melakukan pekerjaan terbaru sekitar satu tahun terakhir.
Mereka pertama kali bertemu saat berada di sebuah club malam satu tahun yang lalu.
Bahkan semua nilai ujian Luna yang selalu menjadi rengking terbaik tak luput dari bantuan berupa contekan kunci jawaban yang diberikan pria tua tersebut.
##
Kembali ke sisi Xavier yang sedang berlari kencang seperti dikejar setan.
Karena Xavier berlari dengan terburu buru hingga ia beberapa kali menabrak beberapa siswa yang berlalu-lalang.
Hingga akhirnya Xavier sampai juga di kantin sekolah dan mendapati teman temannya masih menunggu dirinya.
Sedangkan Felix sendiri cukup merasa khawatir karena Xavier sudah cukup lama berada di toilet namun belum juga muncul lagi.
" Ini sudah setengah jam " gumam Felix sambil melirik jam tangannya.
Sedangkan Sandra dan Liora sendiri cukup merasa bingung juga kenapa Xavier begitu lama beranda di toilet.
" Gue susul pacar gue dulu ya " Felix memutuskan untuk berniat menyusul Xavier karena ia berfikir kemungkinan terburuk Xavier diganggu Jevano.
Namun sebelum Felix beranjak dari tempat duduknya, terlihat Xavier segera berlari menuju meja mereka dengan wajah yang pucat dan keringat yang membanjiri wajahnya.
" what happened sweetie ?" ujar Felix yang semakin khawatir melihat kondisi kekasihnya yang terlihat berantakan dan langsung menyambar air minum sesaat setelah datang.
Xavier sama sekali tidak menjawab namun masih menenggak air minum dengan sangat rakus.
Erlan bahwa tidak bisa berkata kata melihat kondisi berantakan Xavier.
Sandra dan Liora juga sama bingung nya melihat kondisi sahabat mereka.
" Kamu kenapa Vier, kayak habis dikejar setan aja " sahut Sandra.
Sedangkan Felix masih menunggu kekasihnya menyelesaikan rasa hausnya.
Setelah menghabiskan satu botol air mineral, Xavier baru menyadari bahwa ia sedang menjadi pusat perhatian lima orang di hadapannya.
" Sekarang ceritakan, kamu kenapa sebenarnya " Felix segera mengucapkan pertanyaan.
" I..itu..a..aku .. dengar ?? Suara Aneh di toilet !! " Xavier segera mencari alasan.
Tentu saja ucapan Xavier tidak dipercayai begitu saja oleh teman temannya terutama Felix.
" lo jangan Ngada ngada deh Vier, masa siang bolong kayak gini ada setan " ucap Sandra yang tidak percaya ucapan Xavier.
" beneran !! tadi pas aku lagi cuci tangan di wastafel, aku dengar suara cewek nangis di bilik toilet paling pojok " Sanggah nya dengan wajah yang dibuat buat seserius mungkin.
" mangkanya aku lama banget di toilet, karena aku cari cari cewek yang lagi nangis itu "
" Tapi gak ketemu sama sekali !!!"
Sandra, Erlan dan Alan hanya tersenyum kecut mendengar penuturan tak masuk akal yang diberikan oleh Xavier.
Di sisi lain Liora malah sangat percaya dengan karangan konyol yang diceritakan Xavier.
" iiiihhh..!!, aku jadi takut mau ke toilet lagi !!" ujar Liora dengan suara ketakutan dan memeluk erat tubuh Sandra.
" Astaga...!, lepasin Lio " Sandra segera mencoba melepaskan pelukan erat Liora padanya.
Sedangkan Felix yang sudah mengetahui bahwa kekasih nya sedang berusaha menyembunyikan sesuatu, hanya diam tanpa berusaha menyanggah ucapan Xavier.
" Aku akan menyelidiki ini nanti saja " putus Felix yang berencana untuk mencari tahu sendiri apa yang disembunyikan oleh Xavier.