
##
Hari sudah mulai malam, nampak sekarang area sirkuit balap sudah mulai ramai dengan kunjungan para penonton yang sengaja hadir untuk menonton pertandingan balap motor antara dua Geng motor yang sangat terkenal.
Sedangkan di basecamp tempat Geng Tiger sedang bersiap siap sudah mulai menyiapkan diri.
Geng Tiger sudah memutuskan bahwa yang akan bertanding malam ini adalah Felix.
" Oh ya Fel, Lo pokoknya harus menang, gue sudah masang taruhan gede buat lo " ucap Erlan.
" Astaga Lo malah khawatir duit taruhan lo daripada keselamatan sahabat sendiri " sahut Louis.
" ehh!, hehehe ..!" sahut Erlan cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
Sedangkan Tristan dan Felix hanya menanggapi dengan geleng-geleng kepala.
Mereka pun mulai membicarakan tentang strategi untuk mengalahkan musuh mereka.
" oh ya, gue denger kalo yang di tunjuk sama mereka itu ketua geng dragon langsung "
" lo gak papa Fel, harus lawan ketua nya langsung " ujar Alan yang menceritakan situasi lawan.
" It's oke, ketua mereka juga gak terlalu jago skill nya " sahut Felix dengan suara datar dan terkesan tidak terlalu menganggap tinggi kemampuan lawan.
" iya juga sih, Malahan Erlan aja yang paling kurang skill balapnya bisa ngalahin tuh ketua, apalagi Lo " timpal Alan.
Mereka pun kembali membahas tentang strategi yang akan mereka pakai di balapan motor malam ini, hanya saja mereka membicarakan nya cukup santai.
" Gue ke toilet dulu ya, kalian lanjut aja diskusi nya " tiba-tiba Tristan ijin sebentar untuk ke toilet.
" oke "
Tristan bangkit dari duduknya dan berjalan menuju toilet meninggalkan teman temannya yang masih berdiskusi strategi di ruang tunggu.
Sedangkan di sisi lain tempat dimana motor yang akan digunakan oleh Felix di parkiran.
terlihat Luna yang sedang berjalan mengendap-endap masuk ke dalam tempat motor Felix di parkiran.
" Oke gue harus cepat " setelah memastikan kondisi sekitarnya aman segera Luna mendekati motor sport tersebut sambil membawa gunting kabel.
Dengan hati hati dan tetap waspada dengan sekitar, Luna memulai aksinya untuk mesabotase motor tersebut.
Luna mencari kabel rem di motor tersebut dan setelah memerlukan waktu beberapa saat, akhirnya Luna menemukan letak kabel rem di motor felix.
dan dengan segera luna memotong kabel rem tersebut dan setelah melakukan aksinya Luna segera meninggalkan ruangan tempat diparkirnya motor tersebut.
namun tanpa disadari oleh Luna, semua tindakan kejahatannya dilihat bahkan direkam oleh seorang yang sudah memperhatikan aktifitas nya dengan pandangan yang rumit.
" kau benar-benar iblis! "
##
Sedangkan di sisi Xavier yang sudah sampai di Mansion nya sejak beberapa jam yang lalu.
Setelah membereskan semua perampok yang tidak sadarkan diri tersebut dengan memanggil polisi.
Xavier pun diantar pulang oleh pak Ren, sedang Jevano juga ikut meninggalkan TKP tempat kejadian setelah semua perampok diamankan pihak kepolisian.
Di kamar pribadi Xavier masih sedang sibuk dengan pemikirannya.
" sepertinya mulai sekarang aku harus lebih bisa menjaga diri, apa aku minta saja kepada Daddy untuk memanggil seorang guru beladiri untuk mengajari ku ?"
" Sepertinya itu ide yang cukup bagus "
" aku yakin kejadian barusan pasti bukan hanya perampokan biasa "
" dan setelah dipikir-pikir lagi semua kejadian yang menimpaku benar-benar sangat aneh karena seperti terjadi secara kebetulan "
" Dari teror yang menimpa Xavier dulu yang sampai di mansion, chat teror yang di kirimkan di nomor pribadi "
" hingga banyak kejadian penyerangan yang terjadi di waktu yang sangat kebetulan "
" jika dilihat lagi, bisa disimpulkan kalau ada seseorang yang memata-matai diriku secara dekat "
" itu berarti ada musuh yang menyamar di dekat ku "
" sepertinya aku harus menemukan musuh dalam selimut itu "
" baiklah yang pertama-tama seperti akan dimulai dengan mencari tahu pelaku teror lewat chat itu dengan melacak nomornya "
Xavier segera mengambil laptop nya dan mulai mengeluarkan skill hacker nya untuk melacak nomor yang meneror dirinya.
" Sebenarnya skill hacker ku tidak terlalu jago, tapi jika hanya untuk melacak lokasi pengguna nomor telepon itu seperti aku cukup bisa"
Untuk mengetahui lokasi nomor telepon tersebut cukup memakan waktu yang cukup lama, itu karena nomor orang tersebut sering berganti ganti.
Bahkan sekarang Xavier harus melacak sebanyak lima belas nomor telepon secara bergantian.
" satu nomor telepon ini sudah tidak aktif lagi, berarti pelaku tersebut sudah memusnahkan nomor telepon ini, baiklah nomor selanjutnya " Xavier melanjutkan melacak nomor telepon selanjutnya.