
###
Di lain sisi di kediaman keluarga Beatrix.
" Amanda?, bagaimana tanggapan Tuan Besar saat kamu datang menemuinya?" ucap Ariya menanyakan tanggapan Tuan Anderson yang menjadi sekutu mereka.
" Ck!, cukup rumit Ariya " ujar Amanda dengan wajah kusutnya.
" Memang kenapa?, Apakah terjadi masalah saat kau menemui tuan Anderson? " ucap Ariya .
" Huh!, gara gara kegagalan rencana kemarin membuat tuan Anderson harus kehilangan dua anak buahnya yang sangat setia, dan yang paling fatal adalah tuan Anderson sudah mengetahui rahasia yang kita simpan mengenai gadis Dixon itu dan Felix " ucap Amanda.
" Apa!! "
" Bagaimana bisa!, lalu bagaimana tanggapan tuan Anderson? " ucap Ariya yang sangat terkejut.
' Tuan Anderson mengatakan karena gadis itu berhubungan dengan target utama mereka, mereka memutuskan untuk turun tangan langsung dalam balas dendam mereka kepada keluarga Jacob" terang Amanda dengan wajah yang sangat kusut.
" Maksudnya mereka akan menyerang secara terang-terangan ?" sahut Ariya.
" Aku rasa seperti itu " ujar Amanda yang sepemikiran dengan Ariya.
Tentu saja kenyataan tersebut membuat kedua wanita tersebut semakin dibuat pusing.
" Kalau begitu kita harus lebih berhati-hati dalam bertindak" ucap Amanda.
" Benar Aku setuju, jangan sampai rahasia kita ikut terbongkar " sahut Ariya dengan wajah suram.
" Anderson dan Jacob adalah orang orang yang sangat berbahaya, jika rahasia kita yang sudah kita sembunyikan dengan rapat terbongkar, bukan hanya Jacob yang menjadi musuh kita, kelompok Anderson juga akan langsung berbalik memusuhi kita " ujar Amanda membenarkan ucapan Ariya tentang menjaga sebuah rahasia besar yang mereka simpan.
##
Mereka saling bercanda dan tertawa bersama hingga membuat suasana di ruang rawat tersebut cukup ramai.
untung nya ruang rawat Xavier termasuk VVIP dan cukup jauh dari ruang rawat biasa hingga tidak menggangu pasien lainnya.
" Oh ya Vier aku mau ucapin terima kasih banget sama kamu, soal kamu yang nyelamatin aku pas di hutan " ucap tulus Audrey mengucapkan rasa terimakasih nya kepada pertolongan Xavier.
" udahlah gak usah mikirin yang lalu, kamu juga kan nolongin aku pas aku luka parah waktu itu, mapah aku sambil nyari pertolongan " ujar Xavier yang tidak ingin Audrey merasa bersalah.
Audrey pun mengangguk mengiyakan perkataan Xavier walaupun nampak matanya sedikit berkaca-kaca.
" oh ya Vier, kata dokter kamu boleh pulang? " ujar Sandra memecah suasana canggung saat ini.
" oh sebenarnya sih aku sudah boleh pulang, tapi Daddy sama Felix kekeh minta aku dirawat lagi buat beberapa hari" ucap Xavier sambil melirik ke arah Felix yang menjadi salah satu biang keladi yang tidak memperbolehkan ia pulang terlebih dahulu.
Felix sendiri hanya diam sambil menarik nafas dalam-dalam.
" itu demi kesehatan kamu sweetie !" ujar Felix dengan wajah yang serius.
" tapi kan aku udah bosen tau !!" sela Xavier dengan wajah yang cemberut dan sebal dengan keposesifan Felix dan Daddy Xander yang sangat ketat.
" turuti saja permintaan aku dan Daddy Xander sweetie, jadilah gadis yang penurut, atau aku akan memberi tahu Daddy Xander dan memintanya untuk mengurung mu di mansion " ucap Felix dengan serius dan sedikit ancaman.
" iihh!, dasar tukang ngadu! " kesal Xavier dengan wajah yang semakin cemberut.
Sedangkan teman teman yang lain pun hanya bisa diam sambil menonton pertikaian sepasang kekasih itu.
##