
##
" Ini benar-benar kamu Xavier !! " ujar jiwa Kiara dengan wajah yang sangat terkejut.
" Hihihi!!, Menurut kamu siapa lagi ? " ujar Xavier dengan tertawa kecil.
" huh !, Kenapa baru sekarang sih lo nemuin gue !, Lo tau gue hampir mati untuk yang kesekian kalinya gara gara musuh lo itu ! " ucap Kiara dengan suara yang kesal.
" Hihihi!!, Tapi lo bahagia kan ada di badan gue ? " ujar Xavier dengan tertawa lepas.
" huh! " Kiara tidak menjawab namun hanya memalingkan wajahnya dengan bibir yang mengerucut.
" Aduh aduh kayak nya ada yang ngambek nih " goda jiwa Xavier yang senang menjahili Kiara.
" Apa sih! "
Kedua gadis tersebut pun berbincang tentang banyak hal dari kehidupan Kiara yang lalu hingga curhatan Xavier tentang keluarganya.
" oh ya Vier, aku jadi penasaran saat aku baca buku diary kamu, kamu bilang ada yang berusaha untuk celakain kamu ? " tanya Kiara dengan wajah yang penasaran.
Xavier pun terdiam sejenak dan menatap kearah Kiara dengan senyum tipis.
" Yah dulu aku sering mendapatkan teror pembunuhan, hingga membuat aku mengalami depresi " ujar Xavier dengan suara yang lemah.
Kiara langsung menatap serius kearah Xavier.
" sejak kapan kamu mendapatkan teror seperti itu "
Xavier sedikit membuang nafas berat dan mulai menceritakan segala hal yang terjadi saat ia masih hidup di tubuhnya.
Xavier sudah mendapatkan banyak teror sejak satu tahun terakhir.
itu semua mulai terjadi saat Xavier baru saja menjadi siswa baru di JIHS.
Xavier sering merasa diawasi oleh seorang hingga beberapa kali ia mendapat bingkisan kado aneh yang berisi banyak hal menjijikkan seperti pisau yang dilumuri dengan darah,
Mayat binatang, hingga foto dirinya yang dicoret coret dengan tinta merah disertai kalimat ancaman pembunuhan.
Teror tersebut juga semakin sering terjadi dan semakin parah dengan banyak sekali teror yang berani diberikan saat berada di mansion Dixon.
Sampai akhirnya Daddy Xander mengetahui keadaan Xavier yang diancam seseorang.
Sejak saat itu Daddy Xander memutuskan untuk memberikan pengawal bayangan untuk menjaga putri nya.
Hingga pada puncaknya saat ulang tahun Xavier berlangsung, Daddy Xander mendapatkan surat ancaman bom di perusahaan miliknya.
Daddy Xander yang mendapat ancaman tersebut pun segera pergi menuju perusahaan miliknya meninggalkan putri nya Xavier sendirian yang merayakan ulang tahun.
Tanpa disadari Daddy Xander semua itu adalah rencana licik musuh untuk mencelakai putri nya dihari itu.
Saat Daddy Xander sampai di perusahaan dia sama sekali tidak menemukan paket bom apapun setelah seluruh anak buahnya mencari di seluruh gedung perusahaan Dixon.
Daddy Xander yang menyadari kejanggalan tersebut pun segera menelepon putri nya namun sama sekali tidak dijawab oleh Xavier, hal itu membuat Daddy Xander semakin dibuat khawatir.
Hingga akhirnya Daddy Xander menghubungi pekerjaan di mansion nya untuk bertanya keadaan putrinya.
Saat itu Daddy Xander mendapatkan kenyataan bahwa Xavier marah kepada dirinya karena ditinggal sendiri malam itu.
Xavier mengiranya Daddy Xander tidak ingat atau tidak ingin merayakan ulang tahunnya dengan dirinya.
Pekerja rumah juga melaporkan bahwa Xavier terlihat sangat marah melenggang pergi meninggalkan mansion Dixon dengan membawa mobil sport.
Mendengar itu Daddy Xander segera mengerti bahwa ia sudah masuk jebakan licik musuh nya yang sebenarnya menargetkan putri nya Xavier.
Dengan wajah yang sangat khawatir Daddy Xander segera menyusul putrinya dengan mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Namun semuanya sudah terlambat Xavier berhasil dicelakai oleh orang tidak dikenal itu.
Mobil Xavier sudah disabotase hingga membuat Xavier mengalami kecelakaan parah hingga membuat ia koma dan berakhir dengan masuknya jiwa Kiara ke tubuh Xavier yang sebenarnya sudah meninggal saat kecelakaan maut itu.
Jiwa Kiara yang mendengar seluruh kejadian sebenarnya yang terjadi dimalam kecelakaan maut itu pun hanya bisa terperangah.
" Ternyata hidup mu sangat berat ya, Selama ini aku selalu merasa hidup ku sudah yang paling berat karena kehilangan kedua orang tua ku dan hidup pas pasan dulu " ujar jiwa Kiara yang merasa cukup bersyukur dengan hidupnya dulu walaupun ia hidup kekurangan namun ia masih bisa hidup tenang dan damai tanpa ada orang kejam yang mengganggu nya.