Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Merasa Cemburu



##


Tidak terasa jam pelajaran pertama di kelas Xavier sudah selesai.


Hingga sekarang Xavier, Sandra dan Liora sedang berjalan menuju kantin.


" Oh ya, kalian juga bingung gak sih sama sikap Tristan tadi pagi ?" ucap Sandra yang memulai percakapan dengan membahas pertengkaran Tristan dan Luna.


" Emang aku sendiri ngerasa aneh sih , kok sikap Tristan tiba-tiba beda gitu " sahut Xavier.


" Bukanya mereka bucin banget ya, sampai kata kak Louis, Tristan selalu turuti apapun kemauan Luna "


" Sampai sampai nih ya, Luna minta satu gedung resort hotel mewah, di turuti sama Tristan " ujar Liora sambil sedikit berbisik kepada kedua sahabat nya mengenai informasi yang ia dapatkan dari Louis.


Tentu saja ucapan Liora disambut wajah tercengang Xavier dan Sandra.


Mereka tidak habis pikir dengan permintaan Luna yang di luar dugaan mereka.


Dan yang paling membuat mereka bingung adalah sikap Tristan yang mau-mau saja menuruti keinginan gila Luna.


" Ck! ck! ck!, gak tanggung tanggung " ujar Xavier sambil geleng-geleng kepala.


" Wih pintar juga tuh Luna, gue kira cuma bisa klemar- klemer gak jelas " tak seperti biasanya Sandra malah memuji kegilaan Luna.


" Tapi apa orang tua Tristan gak marah ngelihat anaknya beliin gedung Hotel buat pacar, setau aku orangtuanya Tristan gak suka Luna " ungkap Xavier yang penasaran dengan tanggapan orangtuanya Tristan.


" kata kak Louis, Tristan beliin nya diam-diam !" timpal Liora memperjelas informasi nya.


" What..!!!" Xavier dan Sandra tentunya tercengang mendengar kenyataan tersebut.


" Sinting tuh Tristan, ketua geng motor apaan yang gampang di goblok- goblokin cewek " Sandra sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengumpati kelakuan Tristan.


" kali ini aku setuju dengan ucapan Sandra, Tristan udah kelewatan bodohnya " sahut Xavier yang juga di setujui Liora.


" Tapi apa mungkin sikap Tristan yang tiba-tiba berubah sama Luna gara-gara Tristan udah rada sadar kali ya " sahut Xavier lagi.


" gue yakin sih begitu, kalau belum sadar di porotin sih emang Tristan nya aja yang goblok maximal " ujar Sandra.


Ketiga gadis tersebut saking asiknya bergosip sambil berjalan hingga tidak terasa sudah sampai di area kantin sekolah.


Tidak menunggu lama ketiganya pun membagi tugas seperti biasanya.


Sandra mencari meja kosong untuk mereka tempati, Liora dan Xavier membawa pesanan makanan mereka.


Hingga akhirnya mereka telah berkumpul di satu meja yang sudah Sandra pilih.


Ketiga gadis tersebut pun mulai menikmati makanan mereka masing-masing.


Sedangkan di sisi Felix dan teman temannya juga baru berangkat menuju kantin sekolah.


Lebih tepatnya ada Tristan, Felix, Alan dan Erlan, sedangkan Louis tiba tiba saja bila ada urusan sebentar jadi akan ikut menyusul nanti.


" Entahlah, mungkin lagi mempersiapkan acara perpisahan sekolah tahun ini, dia kan anggota OSIS " ucap Felix.


" apa begitu ?'


" Tapi kalian tau gak, tadi pagi Louis boncengan sama cewek pas berangkat sekolah !" ujar Erlan yang memberi tahu informasi gosip terbaru.


" Maksudnya tuh anak udah punya pacar gitu ? " sekarang gantian Tristan yang langsung penasaran.


Felix sendiri hanya diam saja sambil terus berjalan beriringan dengan ketiga sahabatnya.


" wih ternyata si kutu buku udah normal, gue kira dia bakal pacaran sama rak buku, habisan tiap hari baca buku terus gak pernah kencan bareng cewek asli " sahut Alan yang juga cukup terkejut.


" tapi nih ada yang lebih mencengangkan tau dari kabar ini, karena cewek yang dibonceng sama Louis itu " ucap Erlan yang membuat teman-temannya semakin penasaran.


" emangnya siapa ceweknya ?" gantian Felix yang berucap.


Tristan dan Alan juga ikut menanti jawaban dari Erlan.


" cewek itu adalah Audrey ..!!" ucap Erlan dengan suara pelan namun masih bisa didengar jelas, sekilas Erlan melirik ke arah Tristan dan menunggu tanggapan dari pria itu.


" What..!!" Alan tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya mendengar siapa cewek yang didekati oleh Louis.


Seperti Erlan, Alan juga sedikit melirik sekilas ke arah Tristan yang nampak diam terpaku mendengar nama mantan tunangan nya yang ternyata dekat dengan sahabat nya.


Tristan masih diam saja walaupun rona wajahnya sudah memerah seperti sedang menahan emosi.


" Tidak mungkin Audrey mau menerima perasaan dari pria lain, bukan kah dia sangat mencintai ku " batin Tristan yang merasa tidak terima kalau mantan tunangan nya tersebut sudah melupakannya dan sedang dekat dengan pria lain.


" ehem!, emangnya lo udah dapet konfirmasi soal hubungan mereka, bisa aja mereka lagi barengan karena sama-sama anggota OSIS yang sedang ada keperluan soal urusan organisasi " ucap Felix yang mencoba meredam suasana yang terasa suram.


" Tapi masak hubungan mereka cuma sebatas anggota OSIS doang sampai rangkul rangkulan " sahut Erlan yang mencoba memancing emosi Tristan agar semakin terbakar.


Melihat perangai saudara kembarnya tersebut yang berniat menyiram api dengan bensin membuat Alan tertarik juga untuk ikut menyiram bensin agar kecemburuan Tristan semakin terbakar, kalau bisa sampai gosong.


" gue setuju banget sama Erlan, lagi pula mereka kayaknya cocok banget " timpal Alan yang ikut bergerak memberi bahan bakar membuat suasana semakin suram.


Tentu saja ucapan Alan disambut lirikan tajam dari Tristan yang tanpa sadar sudah terpancing umpan Erlan dan Alan.


" sok tau kalian !" sahut Tristan dengan nada bantahan, lalu berjalan mendahului ketiga sahabatnya tanpa berucap apapun lagi.


Sedangkan Felix hanya melirik sekilas ke arah saudara kembar tersebut yang benar benar sangat jahil.


" woy pak bos!!, arah kantin ke kiri !! " teriak Erlan yang sedikit mengejek ke arah Tristan yang berjalan ke arah lain.


" Gue gak jadi ke kantin!!, gue udah gak napsu makan !! " sahut Tristan yang tepat berlalu pergi meninggalkan ketiga sahabatnya.


Setelah kepergian Tristan, kedua saudara kembar tersebut langsung saja tertawa lepas.