
##
Xavier, Sandra dan Liora yang baru saja keluar kelas mereka, setelah melangsungkan ujian yang baru saja mereka hadapi.
" Huwaaa!! Kepala ku rasanya mau pecah!! " keluh Liora sesaat setelah keluar dari kelas nya.
Xavier, Sandra dan Liora sedang berada di lorong menuju kantin.
" Soal soal ujian tadi emang susah banget " sahut Sandra yang juga merasa pusing saat mengerjakan soal ujian.
" menurut aku cukup susah sih " ucap Xavier.
" Ck, aku jadi iri sama kak Louis, dia pasti lagi nyantai di Rooftop " ujar Louis yang memikirkan betapa beruntungnya kondisi kakaknya Louis yang mendapat jam kosong.
" Yah mereka kan udah ujian duluan, ujian kelulusan lagi, pasti tambah susah " timpal Xavier.
" Tapi kak Louis pintar, kok aku gak sepintar kakak ya " Sahut Liora yang merasa bingung kenapa dia tidak sepintar Louis.
" Kurang belajar sih Lo " sahut Sandra yang melirik sekilas ke arah Liora yang termenung.
ketiga gadis tersebut berjalan bersama dengan sangat santai.
hingga akhirnya mereka sampai ke kantin sekolah dan segera memesan makanan dan membawanya ke Rooftop tempat biasanya Geng Tiger nongkrong.
Itu karena Xavier mendapatkan chat dari Felix yang memintanya untuk datang ke Rooftop.
Karena ketiga nya juga merasa kurang seru jika hanya makan bertiga saja.
Setelah membeli roti isi dan minuman dingin, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju Rooftop untuk berkumpul bersama Geng Tiger.
##
sedangkan di sisi Luna dan Jevano yang masih bertemu diam-diam di area gudang nampak terjadi sedikit adu pendapat antara Luna dan Jevano.
" Lo gak perlu ikut campur masalah yang lain, cukup jalanin aja rencana yang gue minta " ucap Jevano dengan suara datar yang menambah ketegangan.
" Ta.. tapi tuan muda, apakah harus mencelakai Felix separah itu " sahut Luna dengan suara yang gugup.
Perdebatan mereka terjadi lantaran tugas yang diberikan Jevano kepada Luna adalah untuk mencelakai Felix saat sedang balapan nanti malam.
Tak ayal Luna sangat menolak perintah Jevano, karena Luna sendiri sudah menyukai Felix dan ingin bersama dengan nya.
" Memang nya kenapa jika Felix terluka parah karena rencana ku, bahkan tujuan ku adalah membunuhnya "
jevano berkata dengan tatapan tajam kearah Luna yang sudah bergetar ketakutan.
" apa jangan-jangan kau ingin mengkhianati kami " ucap dingin Jevano dengan seringnya.
" Ti.. tidak, maksudku bukan seperti itu " tak ayal Luna semakin dibuat ketakutan dan kelabakan dengan tuduhan Jevano yang sebenarnya sangat benar.
Luna sendiri sudah memiliki rencana rahasia bersama Tante Amanda dan mamanya untuk mengkhianati kubu Anderson untuk menggaet kubu Jacob.
Mereka sudah memiliki rencana rahasia untuk menghancurkan sisi Anderson dengan berencana untuk menjual informasi kubu Anderson kepada para Jacob.
" Maksud apa!, Kau ingatlah kami bisa menghancurkan kau dan keluarga licik mu itu dengan sangat mudah " ucap Jevano dengan wajah penuh intimidasi.
melihat intimidasi dari Jevano membuat Luna tanpa sadar melangkah ke belakang karena merasa tertekan dengan intimidasi dari Jevano.
" Karena itu jangan macam-macam dengan kami , kamu mengerti " ucapan datar Jevano langsung disambut anggukan kepala oleh Luna.
" Sekarang pergilah, ingat lakukan seperti yang aku perintahkan, awas saja jika kau sampai gagal kau mengerti " kalimat terakhir Jevano segera membuat Luna langsung melangkah pergi menjauhinya.
jevano sendiri menatap punggung Luna yang sudah menjauh dari tempatnya.
dan seketika Jevano tersenyum tipis melihat kepergian Luna yang cukup terburu buru.
" Mereka kira Aku dan kakek benar-benar percaya dengan mereka " kekeh sinis Jevano.
" Bodoh!! , Mereka pikir aku sama sekali tidak tau rencana licik mereka, Yang sebenarnya adalah aku sudah mengetahui rencana rahasia milik mereka " ucap Jevano dibarengi seringainya yang mengembang.
" Tapi akan ku biarkan mereka mengira diri mereka pintar, selagi mereka memang masih bermanfaat untuk ku "
" Tapi aku pastikan akan memberikan hukuman yang sangat setimpal dengan rencana mereka mengkhianati aku dan kakek '
Setelahnya Jevano dengan langkah santai meninggalkan area gudang sekolah.
##
Di sisi Rooftop sekolah tempat Geng Tiger sedang bersantai.
" oh iya, Louis jadi kapan Geng musuh nentuin waktu balapan nya " ucap Tristan yang bertanya kelanjutan dari tantangan yang dilayangkan oleh pihak musuh.
Louis sendiri langsung mengalihkan pandangannya dari bukunya ke arah Tristan yang bertanya kepada nya.
" emm, kalau yang mereka kabarin sih nanti malam di sirkuit balap biasanya kita tanding " jawab Louis sesuai kabar yang ia terima dari pihak lawan.
" Secepat itu?, kenapa gue rasa mereka kayak percaya diri banget bakal ngalahin kita " sahut Felix yang merasa ada sedikit keanehan dengan pihak lawan.
" Alah mereka pasti percaya diri paling karena baru dapat motor keluaran terbaru kayak yang kemarin kemarin "
" mangkanya mereka jadi percaya diri banget bakal menang " timpal tiba-tiba Erlan dengan nada nyinyir.
" Wah bagus dong itu, kita bisa minta taruhan motor masing-masing kayak waktu balapan terakhir kali " ujar Alan yang sedang duduk di samping Erlan.
Yah Erlan dan Alan sudah berdamai setelah Louis menjitak kepala mereka dengan tinju nya untuk mendamaikan kedua sahabat bodohnya itu.
" Wah! ide bagus itu, kita bakal menang banyak kayak terakhir kali kita tanding balapan motor " Erlan juga sangat setuju dengan ide Alan yang sangat mengiurkan.
" Kalian berdua kalau soal Judi aja bersatu , tapi soal sepele lainnya aja jadi musuh " decak Louis yang pusing dengan kelakuan keduanya.
" Hehehe, Uang menyatukan kita !! " sahut Erlan dan diangguki oleh Alan.
Tristan sendiri tertawa lepas sedang Felix hanya melirik malas kearah Erlan dan Alan.
" Kembar Peak !! " ketus Louis yang sebal.