
###
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi.
Seluruh murid telah menyelesaikan kegiatan olahraga.
Mereka kembali berkumpul di tempat awal.
" uahhh !!! akhirnya sampai juga ! " Ujar Liora baru saja sampai.
" Bruukkk ..!! " Erlan langsung saja menjatuhkan tubuhnya ke rerumputan dengan nafas yang tidak beraturan.
" Huh! Huh! Akhirnya berakhir sudah penderitaan ini ..!!! " Ucap Erlan dengan nafas ngos-ngosan.
Liora langsung duduk di samping Erlan yang masih di posisi berbaring di bawah pohon rindang.
Xavier dan lainnya juga baru saja sampai di tempat berkumpul.
" Yes ! Huh ! , Tadi seru banget ya Fel !! " Ujar Xavier sambil mengelap keringat nya.
"Ya Sweetie." Jawab singkat Felix sambil memberikan saputangan nya kepada Xavier.
" Thank You " Ucap Xavier sambil menerima saputangan dari Felix.
Sandra dan Alan langsung menghampiri tempat Liora dan Erlan beristirahat, mereka juga langsung duduk dengan wajah yang kelelahan dan keringat bercucuran.
Louis Langsung memberikan botol berisi air kepada Liora yang terlihat duduk sambil bersandar di pohon dengan mata yang tertutup sudah seperti Koala sedang tidur.
" Nih ! '
" Makasih kak Louis " Ucap Liora dengan suara yang tak bertenaga.
" Baru Joging aja udah kayak mau pingsan Lio " Ujar Louis sambil menggelengkan kepalanya.
" Kak Aku lapar ?? "ujar Liora tanpa membalas perkataan kakak namun langsung saja mengatakan bahwa ia sedang lapar.
" Hemmm, Tunggu saja sebentar lagi kakak pembina juga datang " Ucap Louis.
" Emm ??, Oh ya Fel kamu masih ada saputangan gak buat aku " Ucap tiba-tiba luna masih mencoba mencari perhatian.
Felix hanya menatap datar Luna dan menjawabnya dengan singkat.
" Gak ada "
Sedangkan Xavier langsung saja memicingkan matanya.
" Ohh ?? " Ujar Luna dengan wajah yang sok polos.
" Kenapa lo gak nanya pacar mu sendiri aja " ucap ketus Xavier yang merasa sudah tidak bisa sabar lagi.
" Kok kamu gitu sih vier, Aku kan cuma tanya baik baik " Ucap Luna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Ck, Lo apa apaan sih Vier, Lo ama dua teman Lo itu suka banget bikin luna sedih " Bentak Tristan yang tak terima luna di buat bersedih.
" Jangan bentak pacar gue !, Lo ngerti !! " Ucap Felix dengan suara menahan amarahnya.
" Terus gue harus diem aja gitu ngeliat pacar lo buat Luna sedih HAH !!! " jawab Tristan tak kalah geram.
" Seharusnya Lo yang harus sadar Tristan !!, Apa lo sebagai cowok gak malu lihat pacar lo deketin temen lo sendiri !!! " Bentak Xavier yang tak kalah galaknya karena tak terima disudutkan oleh Tristan.
" JAGA UCAPAN LO VIER !!! " bentak Tristan dengan suara keras hingga membuat mereka jadi pusat perhatian siswa lain.
" BERANINYA LO BENTAK PACAR GUE !!! ' balas Felix yang sudah dikuasai amarah nya.
" KURANG AJAR !!! " teriak Tristan dan langsung membalas pukulan Felix.
" BUKKK !!! " tinjunya tepat mengenai wajah Felix.
Tristan dan Felix langsung saja adu pukul di lapangan itu.
"BUKK !!! "
" Plakk !!! "
" Bukk !!! "
" Felix cukup!!! Hentikan !!! " Teriakkan Xavier mencoba menghentikan perkelahian itu.
" damn , Tristan sama Felix berantem " Ucap Erlan yang terkejut.
" Apa apaan sih mereka berdua, Louis,Alan cepat pisah temen kalian itu ! " Ujar Sandra.
" Yok Al ! " Jawab Louis.
Alan dan Louis pun berlari menuju tempat kedua temannya yang berkelahi itu.
sedangkan di tempat kejadian, Felix dan Tristan yang sudah sedikit babak belur itu sedang diposisi saling mencengkeram kerah baju lawan masing-masing.
" Sudah cukup Felix !! " Ucap Xavier yang sudah mulai menangis.
Xavier tidak pernah menyangka bahwa Felix bisa sangat menyeramkan saat bertarung.
" Woy !!!, Berhenti bastard !!! " bentak Louis yang baru saja sampai di tempat kejadian dan mencoba memisahkan adu jotos kedua temannya tersebut.
" Kalian apa apaan sih, Kita udah sahabatan sudah lama, Kalian mau persahabatan kita hancur cuma karena hal sepele ! " Ujar Alan memberikan nasihat.
kedua pria yang bertengkar tersebut segera melepaskan cengkraman masing-masing.
" Hiks !!, Felix !! "Xavier langsung menghampiri Felix dengan tangis nya.
Felix langsung memeluk erat tubuh kekasihnya tersebut, ia merasa bersalah karena membuat Xavier khawatir dan ketakutan.
" Sorry Sweetie " Ucap pelan Felix sambil menghapus air mata di pipi Xavier.
" Ayo kita ke tenda medis buat ngobatin luka di wajah kamu " Ajak Xavier untuk mengobati luka lebam di wajah Felix.
Felix pun hanya mengangguk dan segera beranjak dari lapangan menuju tenda medis di perkemahan.
Sebelum pergi Felix sempat menatap tajam kearah Tristan yang juga menatap nya dengan tajam.
Sedangkan semua kejadian tersebut disaksikan juga oleh orang suruhan keluarga Jacob untuk melindungi Felix.
orang tersebut pun segera mengabari tentang kejadian tersebut kepada Tuan Alexander Jacob.
" Tuan lapor, Tuan muda sempat berkelahi dengan teman nya karena perselisihan " bunyi pesan yang dikirim penjaga bayangan tersebut.
" Bagaimana kondisi nya ? " bunyi pesan Jawaban Alex.
" Tuan muda hanya lebam di area wajah tuan " bunyi pesan yang dikirim penjaga bayangan tersebut.
" Baiklah tersebut awasi putra ku, sebentar lagi aku akan sampai di sana " Bunyi pesan dari tuan Alex mengakhiri percakapan tersebut.
###