Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Begal ?



##


Di tempat lain rombongan motor dari Geng Tiger baru saja memasuki area markas mereka.


sebanyak lima motor sport memasuki sebuah rumah yang cukup besar yang sudah dirombak menjadi markas rahasia mereka.


Sesampainya di area parkir markas kelima nya pun segera turun dari motor masing-masing.


Namun terlihat Tristan datang tidak sendirian, melainkan bersama Luna yang memaksa untuk ikut.


Tristan sendiri sudah melarang Luna menemaninya balapan motor nanti malam, namun tetap saja Luna masih ngotot ingin ikut.


Akhirnya dengan sedikit terpaksa Tristan mengiyakan keinginan Luna untuk ikut.


" Oke jadi kita bakal pakai motor yang mana ?" ucap Alan bertanya kepada teman temannya.


" Emm, gue pakai motor sendiri aja " sahut Felix.


Yang lainnya juga memiliki pemikiran yang sama dengan Felix.


" Okelah, kalau begitu kita cek dulu mesin motor yang buat balapan, biar tetap aman " ujar Tristan dan langsung disambut anggukan kepala anggota lain.


Kelima cowok tersebut pun segera membawa motor milik Felix untuk di cross check bagian mesin dan yang lainnya untuk keamanan.


Sedangkan Luna hanya duduk di kursi tunggu yang berada di ruang tamu.


" Ck, kayaknya bakal susah buat ngelakuin tugas yang diminta Jevano " pikir Luna yang memperhatikan sekitar.


" Kalau mereka gantian jaga tuh motor bakal susah buat gue sabotase" Luna dibuat berfikir keras mengenai cara yang akan dilakukan nya untuk melakukan sabotase pada motor Felix.


##


Sedangkan di sisi Xavier yang masih berada di perjalanan pulang.


Mobil yang ditumpangi Xavier melaju cukup kencang.


Xavier sendiri yang duduk di bangku belakang masih asik bermain hp.


Tapi tanpa mereka sadari dari arah belakang mobil mereka sudah dibuntuti oleh sebuah mobil lain.


" Target sudah terkunci " ucap seorang pria yang berada di mobil yang membututi Xavier.


" tim lain sudah menghalangi pasukan pengawal bayangan milik Jacob, segera lakukan sekarang, kita tidak memiliki banyak waktu " sahut salah satu pria berpakaian serba hitam dan memakai penutup kepala.


Mendengar aba-aba penyerangan, segera anggota yang bertugas mengendarai mobil tersebut segera melaju kencang mendahului mobil yang ditumpangi Xavier.


Mobil tersebut melaju kencang hingga melewati mobil milik Xavier.


Dan dengan belokan tiba-tiba mobil tersebut langsung membelokkan setirnya untuk menghalau laju mobil Xavier.


" Chitttt ...!!!" Segera sopir menginjak pedal rem mendadak, karena secara tiba-tiba sebuah mobil lain menghalangi jalannya.


" Brakkk..!!


" Akhhhh.." Karena mobil menginjak rem mendadak membuat Xavier terjungkal ke arah depan.


" Auh! Ada apa pak! kenapa berhenti mendadak ? " tanya Xavier dengan suara yang kesal.


" Maaf nona, seperti kita sengaja dihadang oleh mobil lain " sahut Sang sopir dengan suara yang menunjukkan kewaspadaan.


" A..apa ?" segera Xavier memperhatikan kearah depan, dan benar saja ia melihat sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil mereka.


" apa mau mereka ?"


" Jangan-jangan Begal ?? " sahut Xavier dengan praduga nya.


Saat Xavier masih fokus memperhatikan kearah depan, nampak pintu mobil misterius di depan terbuka, dan keluarlah Tiga orang laki-laki berperawakan tinggi besar keluar dari dalam mobil misterius tersebut.


" Nona anda tetap lah di dalam mobil, saya akan berusaha menghalang-halangi mereka sambil menunggu kedatangan bantuan " sahut pak Ren dan tanpa menunggu jawaban Xavier, ia mengambil sebuah pistol dan pedang katana yang sengaja ia sisipkan di mobil tersebut.


Xavier sendiri hanya bisa terbengong melihat pak Ren mengambil sepucuk senjata api.


Sesungguhnya pak Ren sendiri adalah seorang assassin anggota Red Lotus yang sengaja di masukkan sebagai sopir pribadi Xavier untuk menjaganya.


" Brakk ..!! " pak Ren keluar dari dalam mobil dan segera bergerak menghalangi ketiga musuh itu.


Dan tanpa banyak basa-basi terjadilah baku Hantam antara pak Ren melawan tiga pria berbadan besar tersebut.


" Bukk..!


* Bakkk...!!


Salah seorang musuh melancarkan satu serangan tonjokan ke arah wajah pak Ren namun langsung ditangkis dengan gerakan yang sangat cepat.


* Sringg..!!


pak Ren segera mengeluarkan katana nya dan langsung menebas ke arah ketiga lawannya.


* Crashh..!!


Gerakan cepat ayunan pedang milik pak Ren membuat ketiga lawannya kelabakan.


Bahkan salah satu pria di antara mereka sudah mendapatkan luka tebasan di area tangan dan punggung nya.


" **** dia anggota pengawal bayangan milik Jacob !! " decak salah satu pria yang tidur menduga kalau sopir itu juga seorang assassin.


" Jacob benar-benar gila!!, Bisa-bisanya mereka menyuruh seorang assassin menyamar sebagai supir !! " Batin salah satu pria berbaju hitam.


" Sringg..!!


' Klak...!


Salah satu penyerangan mencoba menyerang menggunakan senjata api, namun dengan gerakan pak Ren yang lebih gesit segera menghantam tangan salah satu Lawannya yang mencoba mengeluarkan senjata api.


" Crashh..!!!


" Argkhhh....!!!


Pak Ren menebas salah satu tangan musuhnya hingga putus dan membuat darah berceceran di aspal.


" Jo !!! " teriak salah satu rekannya yang sangat terkejut dengan kondisi tangan rekanya yang putus.


" Brengsek...!!! " salah satu rekan pria yang tangan nya di tebas oleh pak Ren merasa tidak terima.


pria tersebut pun menerjang dengan brutal ke arah pak Ren yang dari awal hanya berwajah datar.


Salah satu pria berusaha menonjok ke arah pak Ren dan pria lainya mengarahkan tendangannya ke arah pinggang pak Ren.


" Bukkk...!!!


Pak Ren berhasil menangkis tonjokan yang mengarah ke arah nya, namu karena kondisi dia yang di keroyok membuat pak Ren telat untuk menghindari tendangan yang dilancarkan salah satu rekan pria tersebut.


" Bukkk..!!


" Ashhhs..!!


Pak Ren terkena tendangan keras di kakinya hingga membuat pak Ren mendesis kesakitan.


sedangkan Xavier melebarkan kedua matanya karena melihat pertarungan brutal di depannya tersebut.


Tapi keterkejutan Xavier terhenti kala ia melihat salah satu rekan kedua orang yang bertarung dengan pak Ren mengambil sebalok kayu dan seperti berniat memukul kepala pak Ren dari arah belakang.


" Gawat..!! "